• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
17 Juni 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home TRAVEL & LIFESTYLE

Unwar olah Bonggol Pisang jadi Produk Pangan Bernilai Ekonomi

by SDGS Admin
2 Juni 2026
Unwar olah Bonggol Pisang jadi Produk Pangan Bernilai Ekonomi
17
SHARES
109
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

BACA JUGA

UMKM Balikpapan Didorong Terapkan Ekonomi Hijau

UMKM Balikpapan Didorong Terapkan Ekonomi Hijau

10 Juni 2026
PLN Dorong UMKM Perbatasan Naik Kelas

PLN Dorong UMKM Perbatasan Naik Kelas

29 Mei 2026
Festival Kopi dan UMKM Meriahkan Alun-Alun Jember

Festival Kopi dan UMKM Meriahkan Alun-Alun Jember

20 Mei 2026

Gianyar, Kabar SDGs – Melimpahnya tanaman pisang di Bali selama ini menghasilkan limbah organik yang cukup besar, terutama dari bagian bonggol atau yang dikenal masyarakat sebagai bungkil biu. Limbah tersebut umumnya dibuang ke lingkungan atau hanya dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Melihat kondisi tersebut, tim akademisi Universitas Warmadewa (Unwar) menginisiasi program pemanfaatan bonggol pisang menjadi produk pangan bernilai tambah melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Desa Batuan, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Kamis (28/5).

Program bertajuk “Inovasi Zero Waste” tersebut bertujuan mengubah limbah kebun menjadi sumber pangan alternatif sekaligus mendukung ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Ketua Tim PKM Universitas Warmadewa, Dr. I Nengah Muliarta, S.Si., M.Si, menjelaskan bahwa selama ini bonggol pisang masih dipandang sebagai limbah yang tidak memiliki nilai guna untuk dikonsumsi. Padahal, hasil penelitian menunjukkan bahan tersebut memiliki kandungan nutrisi yang cukup potensial.

“Fokus utama kami adalah mengedukasi dan mengubah pola pikir masyarakat dari ‘membuang’ menjadi ‘mengolah’. Dengan sentuhan teknologi pangan, potensi nutrisi yang terabaikan ini diangkat derajatnya untuk mendukung kemandirian dan ketahanan pangan tingkat rumah tangga,” ujar Nengah Muliarta yang juga merupakan dosen Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian, Sains dan Teknologi Universitas Warmadewa.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan melibatkan kelompok ibu rumah tangga yang tergabung dalam Tim Penggerak PKK Desa Batuan. Para peserta tidak hanya mendapatkan materi teori, tetapi juga pendampingan langsung dalam proses pengolahan bonggol pisang menjadi berbagai produk pangan.

Anggota tim PKM yang bergerak di bidang Kimia Terapan, Dr. Ni Luh Putu Putri Setianingsih, S.Si., M.Si., bersama mahasiswa Universitas Warmadewa mendampingi warga mulai dari proses ekstraksi serat, penghilangan getah, hingga penerapan standar kebersihan produk agar layak dikonsumsi.

Untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi, tim akademisi juga memperkenalkan dua teknologi tepat guna berupa mesin Vacuum Frying dan Colloid Mill. Mesin Colloid Mill digunakan untuk menghaluskan serat bonggol pisang hingga menghasilkan tekstur pasta atau tepung yang lebih lembut, sementara Vacuum Frying berfungsi menjaga kandungan nutrisi tetap terpelihara selama proses pengolahan.

Melalui pemanfaatan teknologi tersebut, bonggol pisang berhasil diolah menjadi beragam produk pangan, mulai dari tepung alternatif, bubur, hingga minuman herbal yang kaya serat.

Program ini tidak hanya berfokus pada aspek produksi, tetapi juga menyentuh penguatan kapasitas usaha masyarakat. Kelompok PKK Desa Batuan yang dipimpin Kadek Dewi Sunastrini mendapatkan pendampingan terkait pengelolaan usaha, strategi pemasaran digital, hingga pengembangan kemasan produk yang lebih higienis dan menarik bagi konsumen.

Kegiatan yang didukung pendanaan internal Universitas Warmadewa tersebut diharapkan dapat menjadi contoh penerapan ekonomi sirkular di tingkat desa dengan memanfaatkan sumber daya lokal yang selama ini belum dimaksimalkan.

Menurut Muliarta, pemanfaatan bonggol pisang tidak hanya membantu mengurangi persoalan limbah organik, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat, khususnya kaum perempuan.

“Sinergi kearifan lokal dengan inovasi sains ini tidak hanya menyelesaikan masalah degradasi lingkungan akibat penumpukan sampah organik, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi kreatif bagi perempuan di pusat seni Gianyar,” pungkas Muliarta.

Ketua TP-PKK Desa Batuan, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Kadek Dewi Sunastrini, Amd.Keb, mengaku kegiatan tersebut memberikan wawasan dan keterampilan baru bagi para anggota PKK dalam memanfaatkan potensi yang tersedia di lingkungan sekitar.

“Ini menjadi pengetahuan dan keterampilan baru bagi kami dalam memanfaatkan sumberdaya yang ada di sekitar kami,” tegasnya.

Ia berharap ilmu yang diperoleh melalui pelatihan tersebut dapat diterapkan secara berkelanjutan dan dibagikan kepada masyarakat yang lebih luas. Menurutnya, pemanfaatan bonggol pisang yang selama ini belum bernilai ekonomi merupakan salah satu bentuk nyata penerapan konsep ekonomi sirkular sekaligus mendukung ketahanan pangan berbasis sumber daya lokal.

Share7SendTweet4
Previous Post

PLN Kaltimra Salurkan Bantuan Pendidikan dan Kemanusiaan

Next Post

PLN Lampung Perluas Infrastruktur Kendaraan Listrik

Next Post
PLN Lampung Perluas Infrastruktur Kendaraan Listrik

PLN Lampung Perluas Infrastruktur Kendaraan Listrik

Pemerintah Percepat Pemulihan UMKM Pascabencana Sumatera

Pemerintah Percepat Pemulihan UMKM Pascabencana Sumatera

Discussion about this post

NEWS UPDATE

Bus TMP Gratis Meriahkan HUT Ke-242 Pekanbaru

Bus TMP Gratis Meriahkan HUT Ke-242 Pekanbaru

17 Juni 2026
Danantara Raup USD1,5 Miliar dari Obligasi Global Perdana

Danantara Raup USD1,5 Miliar dari Obligasi Global Perdana

17 Juni 2026
Lebih Dari Separuh Korban Pelecehan di Ruang Digital di Asia Pasifik Menghadapi Konsekuensi Nyata, Namun Sebagian Besar Tidak Pernah Mencari Bantuan

Lebih Dari Separuh Korban Pelecehan di Ruang Digital di Asia Pasifik Menghadapi Konsekuensi Nyata, Namun Sebagian Besar Tidak Pernah Mencari Bantuan

17 Juni 2026
BPJS Kesehatan Ingatkan Ketentuan Denda dan Layanan yang Tidak Dijamin

BPJS Kesehatan Ingatkan Ketentuan Denda dan Layanan yang Tidak Dijamin

17 Juni 2026
Astra Motor Kampung Timur Bagikan Sembako Gratis untuk Pelanggan

Astra Motor Kampung Timur Bagikan Sembako Gratis untuk Pelanggan

16 Juni 2026

POPULAR

  • Bank Muamalat Gelar Muamalah Executive Class Bahas Perjalanan Finansial dan Spiritual Menuju Baitullah

    Bank Muamalat Gelar Muamalah Executive Class Bahas Perjalanan Finansial dan Spiritual Menuju Baitullah

    393 shares
    Share 157 Tweet 98
  • Cargill Raih Gold Award ISDA Berkat Program Rumah Kompos 5R di Gresik

    428 shares
    Share 171 Tweet 107
  • Minamas Plantation Berbagi dengan Anak Yatim di Pekanbaru

    399 shares
    Share 160 Tweet 100
  • PTBA Buka Pendaftaran Program BIDIKSIBA 2026

    395 shares
    Share 158 Tweet 99
  • BPKH Salurkan Bingkisan Lebaran Untuk 100 Anak Yatim Di Malang

    392 shares
    Share 157 Tweet 98

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.