• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
12 September 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home TRAVEL & LIFESTYLE

Unwar olah Bonggol Pisang jadi Produk Pangan Bernilai Ekonomi

by SDGS Admin
2 Juni 2026
Unwar olah Bonggol Pisang jadi Produk Pangan Bernilai Ekonomi
21
SHARES
129
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

BACA JUGA

Menjadi Jembatan Perubahan bagi UMKM

Menjadi Jembatan Perubahan bagi UMKM

11 September 2026
Dekranasda Bali Dorong Perajin Jaga Orisinalitas Karya

Dekranasda Bali Dorong Perajin Jaga Orisinalitas Karya

7 September 2026
Badung Gelar Uji Coba Car Free Day Perdana

Badung Gelar Uji Coba Car Free Day Perdana

3 September 2026

Gianyar, Kabar SDGs – Melimpahnya tanaman pisang di Bali selama ini menghasilkan limbah organik yang cukup besar, terutama dari bagian bonggol atau yang dikenal masyarakat sebagai bungkil biu. Limbah tersebut umumnya dibuang ke lingkungan atau hanya dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Melihat kondisi tersebut, tim akademisi Universitas Warmadewa (Unwar) menginisiasi program pemanfaatan bonggol pisang menjadi produk pangan bernilai tambah melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Desa Batuan, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Kamis (28/5).

Program bertajuk “Inovasi Zero Waste” tersebut bertujuan mengubah limbah kebun menjadi sumber pangan alternatif sekaligus mendukung ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Ketua Tim PKM Universitas Warmadewa, Dr. I Nengah Muliarta, S.Si., M.Si, menjelaskan bahwa selama ini bonggol pisang masih dipandang sebagai limbah yang tidak memiliki nilai guna untuk dikonsumsi. Padahal, hasil penelitian menunjukkan bahan tersebut memiliki kandungan nutrisi yang cukup potensial.

“Fokus utama kami adalah mengedukasi dan mengubah pola pikir masyarakat dari ‘membuang’ menjadi ‘mengolah’. Dengan sentuhan teknologi pangan, potensi nutrisi yang terabaikan ini diangkat derajatnya untuk mendukung kemandirian dan ketahanan pangan tingkat rumah tangga,” ujar Nengah Muliarta yang juga merupakan dosen Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian, Sains dan Teknologi Universitas Warmadewa.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan melibatkan kelompok ibu rumah tangga yang tergabung dalam Tim Penggerak PKK Desa Batuan. Para peserta tidak hanya mendapatkan materi teori, tetapi juga pendampingan langsung dalam proses pengolahan bonggol pisang menjadi berbagai produk pangan.

Anggota tim PKM yang bergerak di bidang Kimia Terapan, Dr. Ni Luh Putu Putri Setianingsih, S.Si., M.Si., bersama mahasiswa Universitas Warmadewa mendampingi warga mulai dari proses ekstraksi serat, penghilangan getah, hingga penerapan standar kebersihan produk agar layak dikonsumsi.

Untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi, tim akademisi juga memperkenalkan dua teknologi tepat guna berupa mesin Vacuum Frying dan Colloid Mill. Mesin Colloid Mill digunakan untuk menghaluskan serat bonggol pisang hingga menghasilkan tekstur pasta atau tepung yang lebih lembut, sementara Vacuum Frying berfungsi menjaga kandungan nutrisi tetap terpelihara selama proses pengolahan.

Melalui pemanfaatan teknologi tersebut, bonggol pisang berhasil diolah menjadi beragam produk pangan, mulai dari tepung alternatif, bubur, hingga minuman herbal yang kaya serat.

Program ini tidak hanya berfokus pada aspek produksi, tetapi juga menyentuh penguatan kapasitas usaha masyarakat. Kelompok PKK Desa Batuan yang dipimpin Kadek Dewi Sunastrini mendapatkan pendampingan terkait pengelolaan usaha, strategi pemasaran digital, hingga pengembangan kemasan produk yang lebih higienis dan menarik bagi konsumen.

Kegiatan yang didukung pendanaan internal Universitas Warmadewa tersebut diharapkan dapat menjadi contoh penerapan ekonomi sirkular di tingkat desa dengan memanfaatkan sumber daya lokal yang selama ini belum dimaksimalkan.

Menurut Muliarta, pemanfaatan bonggol pisang tidak hanya membantu mengurangi persoalan limbah organik, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat, khususnya kaum perempuan.

“Sinergi kearifan lokal dengan inovasi sains ini tidak hanya menyelesaikan masalah degradasi lingkungan akibat penumpukan sampah organik, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi kreatif bagi perempuan di pusat seni Gianyar,” pungkas Muliarta.

Ketua TP-PKK Desa Batuan, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Kadek Dewi Sunastrini, Amd.Keb, mengaku kegiatan tersebut memberikan wawasan dan keterampilan baru bagi para anggota PKK dalam memanfaatkan potensi yang tersedia di lingkungan sekitar.

“Ini menjadi pengetahuan dan keterampilan baru bagi kami dalam memanfaatkan sumberdaya yang ada di sekitar kami,” tegasnya.

Ia berharap ilmu yang diperoleh melalui pelatihan tersebut dapat diterapkan secara berkelanjutan dan dibagikan kepada masyarakat yang lebih luas. Menurutnya, pemanfaatan bonggol pisang yang selama ini belum bernilai ekonomi merupakan salah satu bentuk nyata penerapan konsep ekonomi sirkular sekaligus mendukung ketahanan pangan berbasis sumber daya lokal.

Share8SendTweet5
Previous Post

PLN Kaltimra Salurkan Bantuan Pendidikan dan Kemanusiaan

Next Post

PLN Lampung Perluas Infrastruktur Kendaraan Listrik

Next Post
PLN Lampung Perluas Infrastruktur Kendaraan Listrik

PLN Lampung Perluas Infrastruktur Kendaraan Listrik

Pemerintah Percepat Pemulihan UMKM Pascabencana Sumatera

Pemerintah Percepat Pemulihan UMKM Pascabencana Sumatera

Discussion about this post

NEWS UPDATE

Erupsi Anak Krakatau Menurun Namun Warga Diingatkan Tetap Waspada

Erupsi Anak Krakatau Menurun Namun Warga Diingatkan Tetap Waspada

11 September 2026
PLN NP UP Paiton Raih Dua Penghargaan EBTKE

PLN NP UP Paiton Raih Dua Penghargaan EBTKE

11 September 2026
Sidoarjo Dorong Ekosistem Seni dan Budaya Lewat Darjonesia Dance Festival

Sidoarjo Dorong Ekosistem Seni dan Budaya Lewat Darjonesia Dance Festival

11 September 2026
Menjadi Jembatan Perubahan bagi UMKM

Menjadi Jembatan Perubahan bagi UMKM

11 September 2026
Jakarta Barat Siapkan TPS 3R Percontohan

Jakarta Barat Siapkan TPS 3R Percontohan

10 September 2026

POPULAR

  • Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    2800 shares
    Share 1120 Tweet 700
  • Minamas Plantation Berbagi dengan Anak Yatim di Pekanbaru

    2481 shares
    Share 992 Tweet 620
  • Kemenpar Perkuat Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Indonesia

    2475 shares
    Share 990 Tweet 619
  • BPKH Salurkan Bingkisan Lebaran Untuk 100 Anak Yatim Di Malang

    2449 shares
    Share 980 Tweet 612
  • PTBA Buka Pendaftaran Program BIDIKSIBA 2026

    2460 shares
    Share 984 Tweet 615

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.