Surabaya, Kabar SDGs – Perkembangan industri minuman saat ini tidak lagi hanya berfokus pada teknik menyeduh kopi. Eksplorasi cita rasa, kreativitas dalam penyajian, serta kemampuan membangun karakter sebuah minuman turut menjadi bagian penting dalam perkembangan dunia beverage.
Melihat perkembangan tersebut, The Alana Surabaya kembali menyelenggarakan Coffee Mixology Competition Vol. 3 bertajuk Junior Barista Showdown 2026. Kompetisi ini menjadi wadah bagi barista muda untuk menguji kemampuan, melatih keberanian tampil, sekaligus mengembangkan berbagai gagasan baru dalam dunia coffee mixology.
Para peserta tidak hanya dituntut menghasilkan minuman dengan komposisi rasa yang tepat. Mereka juga harus menunjukkan penguasaan teknik, kemampuan presentasi, serta kreativitas dalam menuangkan karakter dan identitas masing-masing melalui racikan yang dibuat.
Kompetisi tersebut menghadirkan sejumlah juri yang memiliki pengalaman di industri hospitality dan beverage. Mereka di antaranya F&B Manager ASTON Sidoarjo City Hotel & Conference Center Ivan Andriansyah, Mixologist Jumeirah Al Naseem Dubai Steve Ranu, R&D Beverages Excelso & Societe Ade Herlambang, serta Principal Toza Juice Jatim Bonny Haruna.
Keterlibatan para praktisi tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk memperoleh penilaian sekaligus mendapatkan pengetahuan langsung dari orang-orang yang berpengalaman di industri minuman.
General Manager The Alana Surabaya Fabio P. Simorangkir mengatakan Junior Barista Showdown tidak semata-mata disiapkan sebagai kompetisi untuk menentukan pemenang. Menurutnya, kegiatan tersebut juga diarahkan menjadi ruang pengembangan bagi generasi muda yang memiliki ketertarikan dan passion terhadap dunia barista.
“Kami ingin acara ini menjadi ruang tumbuh bagi barista muda yang memiliki passion tinggi. Di sini mereka bisa mengukur kemampuan, membangun jaringan dengan profesional, dan memetik pengalaman berharga,” kata Fabio dalam keterangannya, Senin (31/8/2026).
Menurut Fabio, kesempatan untuk berkompetisi sekaligus berinteraksi dengan para profesional senior dapat menjadi pengalaman berharga bagi perkembangan karier peserta. Pengalaman tersebut diharapkan mampu menjadi bekal ketika mereka nantinya memasuki atau mengembangkan karier di industri hospitality.
“Bisa jadi hari ini mereka berlomba sebagai peserta, tetapi pengalaman di sini menjadi pijakan awal mereka untuk berkembang di industri hospitality. Nilai itulah yang membuat acara ini bermakna,” jelasnya.
Food & Beverage Manager The Alana Surabaya Miftahol Arifin mengatakan konsep coffee mixology memberikan ruang yang lebih luas bagi barista untuk mengekspresikan kreativitas. Menurutnya, seorang barista dituntut tidak hanya menguasai keterampilan teknis, tetapi juga mampu menghasilkan perpaduan rasa yang memiliki karakter berbeda.
“Coffee mixology menantang barista tidak hanya tangkas secara teknik, tetapi juga mampu meramu karakter rasa yang unik. Kami ingin melihat sejauh mana peserta berani mendobrak batas dan mewujudkan ide mereka,” ujarnya.
Eksperimen peserta dalam menciptakan racikan minuman juga mendapat dukungan dari sejumlah merek yang bergerak di industri beverage. Excelso berperan dalam mendukung aspek kopi, sementara Delifru Flavor Expert, Yakult, dan Toza turut memberikan pilihan bahan yang dapat digunakan untuk memperkaya komposisi rasa.
Keterlibatan berbagai merek tersebut membuka kesempatan bagi para peserta untuk mencoba lebih banyak kombinasi bahan dan menghasilkan kreasi minuman dengan karakter yang beragam.
Selain memperebutkan hadiah dengan total nilai jutaan rupiah, kompetisi ini juga menempatkan pengalaman sebagai salah satu hasil penting yang diharapkan diperoleh peserta. Pengetahuan baru, kesempatan membangun jejaring dengan praktisi, serta meningkatnya rasa percaya diri menjadi bekal yang dapat dibawa peserta untuk melanjutkan perjalanan mereka di industri beverage Indonesia.










Discussion about this post