• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
9 Agustus 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home SUSTAINABILITY PENDIDIKAN & IPTEK

PHC Tingkatkan Pertumbuhan Kopi di Lampung Barat

by SDGS Admin
2 Juli 2026
PHC Tingkatkan Pertumbuhan Kopi di Lampung Barat
16
SHARES
102
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

Lampung Barat, Kabar SDGs – Pemanfaatan Pupuk Hayati Cair (PHC) mulai menunjukkan hasil positif dalam mendukung pengembangan perkebunan kopi di Provinsi Lampung. Penerapan teknologi tersebut di kawasan Hanakau, Kabupaten Lampung Barat, memperlihatkan pertumbuhan tanaman yang lebih cepat, lebih sehat, serta memasuki fase pembungaan lebih awal dibandingkan metode budidaya sebelumnya.

Penerapan PHC telah dilakukan sejak 2025 pada sekitar dua hektare dari total areal kebun kopi seluas 10 hektare. Hasil yang diperoleh dinilai mampu meningkatkan kualitas pertumbuhan tanaman sekaligus memberikan prospek yang baik terhadap peningkatan produktivitas perkebunan.

BACA JUGA

Kopi Batu Bara Ramaikan PRSU

Kopi Batu Bara Ramaikan PRSU

18 Juli 2026
Pupuk Kaltim Awasi Distribusi Pupuk Hingga Kios

Pupuk Kaltim Awasi Distribusi Pupuk Hingga Kios

23 Mei 2026
Pupuk Kaltim Pastikan Stok Pupuk Gorontalo Aman

Pupuk Kaltim Pastikan Stok Pupuk Gorontalo Aman

23 Mei 2026

Penjaga Kebun Kopi Hanakau, Ali Sopian, mengatakan penggunaan PHC membawa perubahan yang cukup signifikan terhadap kondisi tanaman kopi yang dikelola.

“Sejak menggunakan PHC pada 2025, pertumbuhan tanaman menjadi lebih cepat, lebih subur, dan kondisinya jauh lebih baik. Hasil yang kami lihat hingga saat ini sangat memuaskan,” kata Ali saat mendampingi kunjungan lapangan, Rabu (1/7/2026).

Ia menjelaskan, tanaman kopi yang baru berusia sekitar lima bulan telah menunjukkan perkembangan vegetatif yang optimal. Selain tumbuh lebih baik, tanaman juga lebih cepat memasuki fase berbunga sehingga berpotensi mempercepat masa produksi dan meningkatkan hasil panen.

Penggunaan PHC tidak hanya diterapkan pada tanaman kopi robusta, tetapi juga pada sekitar 200 batang kopi arabika. Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, tanaman arabika yang memperoleh perlakuan serupa memperlihatkan kondisi yang lebih sehat, pertumbuhan yang lebih optimal, serta memiliki potensi produksi yang menjanjikan.

Untuk memastikan efektivitas penerapan teknologi tersebut, tim dari Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Provinsi Lampung melakukan peninjauan langsung ke lokasi perkebunan. Kegiatan itu bertujuan mengevaluasi perkembangan tanaman sekaligus melihat implementasi penggunaan pupuk hayati di tingkat petani.

Dari hasil pemantauan, tim menemukan bahwa PHC memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan tanaman kopi. Selain berpotensi meningkatkan produktivitas, pupuk hayati tersebut juga dinilai mampu membantu menjaga kesuburan tanah sehingga mendukung praktik budidaya yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Keberhasilan penerapan PHC di Kebun Kopi Hanakau diharapkan dapat menjadi contoh bagi para petani kopi di berbagai wilayah Lampung. Dengan pertumbuhan tanaman yang lebih baik, masa produktif yang lebih cepat, serta peluang peningkatan hasil panen, inovasi tersebut diyakini dapat memperkuat daya saing kopi Lampung di pasar nasional maupun internasional.

Melalui pemanfaatan teknologi pertanian yang tepat, sektor perkebunan kopi di Provinsi Lampung diharapkan semakin produktif sekaligus mampu memberikan nilai tambah bagi peningkatan kesejahteraan para petani.

Share6SendTweet4
Previous Post

Jember Cyber Clash 2026 Cetak Talenta Keamanan Siber

Next Post

PTBA Resmikan Pusat Persemaian Mangrove di Lampung Timur

Next Post
PTBA Resmikan Pusat Persemaian Mangrove di Lampung Timur

PTBA Resmikan Pusat Persemaian Mangrove di Lampung Timur

Palembang Perkuat Tata Kelola Digital Pemerintahan

Palembang Perkuat Tata Kelola Digital Pemerintahan

Discussion about this post

NEWS UPDATE

547 Nelayan Kutai Timur Kantongi e-Pas Kecil

547 Nelayan Kutai Timur Kantongi e-Pas Kecil

9 Agustus 2026
PLN Beri Pengalaman Belajar untuk Anak

PLN Beri Pengalaman Belajar untuk Anak

9 Agustus 2026
Teh Ong Diolah jadi Minuman Kekinian Bali

Teh Ong Diolah jadi Minuman Kekinian Bali

9 Agustus 2026
Wamena Punya Potensi Besar jadi Destinasi Wisata Unggulan

Wamena Punya Potensi Besar jadi Destinasi Wisata Unggulan

9 Agustus 2026
2000 Pelari Ramaikan QRIS Summer Run Bali 2026

2000 Pelari Ramaikan QRIS Summer Run Bali 2026

9 Agustus 2026

POPULAR

  • Kemenpar Perkuat Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Indonesia

    Kemenpar Perkuat Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Indonesia

    1504 shares
    Share 602 Tweet 376
  • Minamas Plantation Berbagi dengan Anak Yatim di Pekanbaru

    1511 shares
    Share 604 Tweet 378
  • Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    1790 shares
    Share 716 Tweet 448
  • BPKH Salurkan Bingkisan Lebaran Untuk 100 Anak Yatim Di Malang

    1490 shares
    Share 596 Tweet 373
  • PTBA Buka Pendaftaran Program BIDIKSIBA 2026

    1510 shares
    Share 604 Tweet 378

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.