• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
9 Oktober 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home SUSTAINABILITY PENDIDIKAN & IPTEK

PHC Tingkatkan Pertumbuhan Kopi di Lampung Barat

by SDGS Admin
2 Juli 2026
PHC Tingkatkan Pertumbuhan Kopi di Lampung Barat
17
SHARES
109
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

Lampung Barat, Kabar SDGs – Pemanfaatan Pupuk Hayati Cair (PHC) mulai menunjukkan hasil positif dalam mendukung pengembangan perkebunan kopi di Provinsi Lampung. Penerapan teknologi tersebut di kawasan Hanakau, Kabupaten Lampung Barat, memperlihatkan pertumbuhan tanaman yang lebih cepat, lebih sehat, serta memasuki fase pembungaan lebih awal dibandingkan metode budidaya sebelumnya.

Penerapan PHC telah dilakukan sejak 2025 pada sekitar dua hektare dari total areal kebun kopi seluas 10 hektare. Hasil yang diperoleh dinilai mampu meningkatkan kualitas pertumbuhan tanaman sekaligus memberikan prospek yang baik terhadap peningkatan produktivitas perkebunan.

BACA JUGA

Fore Coffee Buka Gerai Perdana di Gresik

Fore Coffee Buka Gerai Perdana di Gresik

20 September 2026
Barista Muda Adu Kreativitas di Surabaya

Barista Muda Adu Kreativitas di Surabaya

4 September 2026
Desa Pengejaran Dorong Hilirisasi Kopi

Desa Pengejaran Dorong Hilirisasi Kopi

25 Agustus 2026

Penjaga Kebun Kopi Hanakau, Ali Sopian, mengatakan penggunaan PHC membawa perubahan yang cukup signifikan terhadap kondisi tanaman kopi yang dikelola.

“Sejak menggunakan PHC pada 2025, pertumbuhan tanaman menjadi lebih cepat, lebih subur, dan kondisinya jauh lebih baik. Hasil yang kami lihat hingga saat ini sangat memuaskan,” kata Ali saat mendampingi kunjungan lapangan, Rabu (1/7/2026).

Ia menjelaskan, tanaman kopi yang baru berusia sekitar lima bulan telah menunjukkan perkembangan vegetatif yang optimal. Selain tumbuh lebih baik, tanaman juga lebih cepat memasuki fase berbunga sehingga berpotensi mempercepat masa produksi dan meningkatkan hasil panen.

Penggunaan PHC tidak hanya diterapkan pada tanaman kopi robusta, tetapi juga pada sekitar 200 batang kopi arabika. Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, tanaman arabika yang memperoleh perlakuan serupa memperlihatkan kondisi yang lebih sehat, pertumbuhan yang lebih optimal, serta memiliki potensi produksi yang menjanjikan.

Untuk memastikan efektivitas penerapan teknologi tersebut, tim dari Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Provinsi Lampung melakukan peninjauan langsung ke lokasi perkebunan. Kegiatan itu bertujuan mengevaluasi perkembangan tanaman sekaligus melihat implementasi penggunaan pupuk hayati di tingkat petani.

Dari hasil pemantauan, tim menemukan bahwa PHC memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan tanaman kopi. Selain berpotensi meningkatkan produktivitas, pupuk hayati tersebut juga dinilai mampu membantu menjaga kesuburan tanah sehingga mendukung praktik budidaya yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Keberhasilan penerapan PHC di Kebun Kopi Hanakau diharapkan dapat menjadi contoh bagi para petani kopi di berbagai wilayah Lampung. Dengan pertumbuhan tanaman yang lebih baik, masa produktif yang lebih cepat, serta peluang peningkatan hasil panen, inovasi tersebut diyakini dapat memperkuat daya saing kopi Lampung di pasar nasional maupun internasional.

Melalui pemanfaatan teknologi pertanian yang tepat, sektor perkebunan kopi di Provinsi Lampung diharapkan semakin produktif sekaligus mampu memberikan nilai tambah bagi peningkatan kesejahteraan para petani.

Share7SendTweet4
Previous Post

Jember Cyber Clash 2026 Cetak Talenta Keamanan Siber

Next Post

PTBA Resmikan Pusat Persemaian Mangrove di Lampung Timur

Next Post
PTBA Resmikan Pusat Persemaian Mangrove di Lampung Timur

PTBA Resmikan Pusat Persemaian Mangrove di Lampung Timur

Palembang Perkuat Tata Kelola Digital Pemerintahan

Palembang Perkuat Tata Kelola Digital Pemerintahan

Discussion about this post

NEWS UPDATE

SIER Gandeng Dua Investor di EJIF 2026

SIER Gandeng Dua Investor di EJIF 2026

8 Oktober 2026
Bali dan Timor-Leste Perkuat Kerja Sama Ekonomi

Bali dan Timor-Leste Perkuat Kerja Sama Ekonomi

8 Oktober 2026
PKK Bali Dukung Gerakan Bersih Lingkungan

PKK Bali Dukung Gerakan Bersih Lingkungan

8 Oktober 2026
Okupansi Hotel di Balikpapan Tertekan Pengetatan Anggaran

Okupansi Hotel di Balikpapan Tertekan Pengetatan Anggaran

8 Oktober 2026
Balikpapan Latih Teman Tuli Jadi Barista

Balikpapan Latih Teman Tuli Jadi Barista

7 Oktober 2026

POPULAR

  • Kemenpar Perkuat Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Indonesia

    Kemenpar Perkuat Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Indonesia

    3611 shares
    Share 1444 Tweet 903
  • Cargill Raih Gold Award ISDA Berkat Program Rumah Kompos 5R di Gresik

    3612 shares
    Share 1445 Tweet 903
  • Minamas Plantation Berbagi dengan Anak Yatim di Pekanbaru

    3590 shares
    Share 1436 Tweet 898
  • PTBA Buka Pendaftaran Program BIDIKSIBA 2026

    3559 shares
    Share 1424 Tweet 890
  • Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    3909 shares
    Share 1564 Tweet 977

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.