• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
19 Oktober 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home SUSTAINABILITY LINGKUNGAN

Karhutla Lereng Semeru Meluas Capai 592 Hektare

by SDGS Admin
3 September 2026
Karhutla Lereng Semeru Meluas Capai 592 Hektare
17
SHARES
105
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

Lumajang, Kabar SDGs – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di kawasan lereng Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, terus meluas. Berdasarkan catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, area terdampak kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) kini mencapai sekitar 592 hektare.

Luas lahan yang terbakar tersebut masih berpotensi bertambah karena hingga Senin (31/8/2026), api belum sepenuhnya berhasil dikendalikan. Sebaran kebakaran saat ini berada di sepanjang jalur pendakian Gunung Semeru, mulai dari Pos 1 hingga Pos 4.

BACA JUGA

Kemenhub Terus Melakukan Pengawasan Operasional Penerbangan di Tengah Dampak Karhutla

Kemenhub Terus Pantau Dampak Karhutla

19 Oktober 2026
Kemenhub Terus Melakukan Pengawasan Operasional Penerbangan di Tengah Dampak Karhutla

Kemenhub Intensifkan Pengawasan Operasional Penerbangan Imbas Karhutla

13 Oktober 2026
Kemenhub Terus Melakukan Pengawasan Operasional Penerbangan di Tengah Dampak Karhutla

Kemenhub Terus Melakukan Pengawasan Operasional Penerbangan di Tengah Dampak Karhutla

12 Oktober 2026

Kepala BPBD Kabupaten Lumajang Isnugroho mengatakan informasi mengenai luasan lahan yang terbakar tersebut diperoleh dari pihak TNBTS.

“Luasan yang terbakar sebagaimana informasi dari TNBTS kurang lebih 592 hektar,” sebut Isnugroho dalam keterangannya, Senin (31/8/2026).

Sejumlah titik yang sebelumnya terbakar di sekitar Danau Ranu Kumbolo dan Tanjakan Cinta dilaporkan telah berhasil dipadamkan petugas. Namun, tim gabungan masih melakukan penanganan terhadap titik api lainnya dengan fokus mencegah kebakaran meluas ke wilayah yang berdekatan dengan lahan pertanian dan permukiman penduduk.

Upaya pemadaman dari jalur darat menghadapi berbagai kendala. Selain keterbatasan peralatan, kondisi medan di kawasan lereng Gunung Semeru yang ekstrem dan sulit diakses turut menyulitkan petugas dalam menjangkau lokasi kebakaran.

“Tindakan petugas saat ini melakukan pemantauan ketat agar api tidak menjalar ke permukiman atau ke area pertanian warga,” jelas Isnugroho.

Kebakaran di kawasan lereng Semeru tersebut pertama kali diketahui pada Rabu (26/8/2026). Api awalnya terdeteksi di Blok Ranu Kembang sebelum kemudian menyebar dan mengakibatkan ratusan hektare kawasan terbakar.

Sementara itu, Kabag Tata Usaha Balai Besar TNBTS Bambang Suryono mengatakan hasil pemantauan terbaru, baik secara visual maupun melalui pengecekan langsung di lapangan, menunjukkan masih terdapat tiga titik api aktif yang menjadi perhatian petugas.

“Titik api saat ini ada 3 dan terus berusaha dipadamkan oleh petugas, rinciannya berada di Blok Cemoro Kandang, kawasan sekitar Pos 1 pendakian, dan Gunung Kukusan,” jelasnya.

Sebagai langkah untuk menjaga keselamatan pengunjung sekaligus mendukung proses penanganan kebakaran, Balai Besar TNBTS memutuskan menghentikan seluruh aktivitas wisata pendakian Gunung Semeru untuk sementara waktu.

Penutupan tersebut berdampak pada 1.235 calon pendaki yang sebelumnya telah melakukan pemesanan. Pengelola TNBTS menyediakan pilihan bagi para pendaki terdampak untuk melakukan perubahan jadwal pendakian atau mengajukan pengembalian biaya pemesanan.

Share7SendTweet4
Previous Post

Badung Gelar Uji Coba Car Free Day Perdana

Next Post

60 Profesional 24 Negara Ikuti Indonesia-ICAO DTCP 2026

Next Post
60 Profesional 24 Negara Ikuti Indonesia-ICAO DTCP 2026

60 Profesional 24 Negara Ikuti Indonesia-ICAO DTCP 2026

Industri Kreatif Tumbuh dari Desa Balongbendo

Industri Kreatif Tumbuh dari Desa Balongbendo

Discussion about this post

NEWS UPDATE

PLN Dorong Ekonomi Sirkular Melalui Bank Sampah Terang

PLN Dorong Ekonomi Sirkular Melalui Bank Sampah Terang

19 Oktober 2026
Warteg on Train di KA Batavia Disambut Baik oleh Penumpang

Warteg on Train di KA Batavia Disambut Baik oleh Penumpang

19 Oktober 2026
BP Batam Perkuat Pasokan Air Bersih Untuk Kawasan Nongsa

BP Batam Perkuat Pasokan Air Bersih Untuk Kawasan Nongsa

19 Oktober 2026
KAI Suguhkan Warteg On Train di KA Batavia

KAI Suguhkan Warteg On Train di KA Batavia

19 Oktober 2026
Kemenhub Perkuat Pengawasan Kendaraan ODOL di Pelabuhan Tanjung Perak

Kemenhub Perkuat Pengawasan Kendaraan ODOL di Pelabuhan Tanjung Perak

19 Oktober 2026

POPULAR

  • Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    4158 shares
    Share 1663 Tweet 1040
  • Bank Muamalat Gelar Muamalah Executive Class Bahas Perjalanan Finansial dan Spiritual Menuju Baitullah

    3220 shares
    Share 1288 Tweet 805
  • BPKH Salurkan Bingkisan Lebaran Untuk 100 Anak Yatim Di Malang

    3770 shares
    Share 1508 Tweet 943
  • Cargill Raih Gold Award ISDA Berkat Program Rumah Kompos 5R di Gresik

    3868 shares
    Share 1547 Tweet 967
  • PTBA Buka Pendaftaran Program BIDIKSIBA 2026

    3805 shares
    Share 1522 Tweet 951

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.