Kuantan Singingi, Kabar SDGs – Karya monolog berjudul “3431” yang diadaptasi dari cerpen karya Putu Wijaya kembali dipentaskan dan akan menyambangi Kecamatan Cerenti, Kabupaten Kuantan Singingi, Riau. Pertunjukan ini dibawakan sekaligus disutradarai oleh Fedli Azis, bersama komposer Micko Celo, sebagai bagian dari upaya menghidupkan kembali gairah seni teater di daerah.
Sebelumnya, pementasan ini telah sukses digelar di Kota Dumai. Berbekal pengalaman tersebut, Fedli dan Micko berupaya menghadirkan pertunjukan yang lebih matang melalui proses latihan yang terus disempurnakan. Keduanya juga menggagas pendekatan kolaboratif dengan melibatkan seniman lokal di berbagai daerah.
“Kami berdiskusi dengan beberapa seniman di kabupaten dan kota untuk menjalankan misi ini. Alhamdulillah, sebagian besar tertarik. Kami segera merancang helatan itu secara bersama. Untuk materi karya dan class acting sudah oke. Tinggal bagaimana caranya helatan tersebut bisa terlaksana di lokus yang dituju,” ungkap Fedli.
Micko menambahkan bahwa kegiatan ini digerakkan secara mandiri tanpa bergantung pada pendanaan pemerintah maupun pihak swasta. Ia menyebut konsep kerja sama dengan komunitas lokal menjadi kunci utama keberlangsungan kegiatan, melalui penyelenggaraan kelas akting berbayar serta penjualan tiket pertunjukan.
“Saya kira gagasan ini perlu diapresiasi oleh kawan-kawan seniman dan pihak yang berkompeten, baik pemerintah maupun swasta. Saya akui, seniman kreatif itu memang tak ada matinya. Jika tersumbat satu jalan, dia akan menemukan jalan lain—jalan tikus—untuk tetap eksis di depan masyarakat pendukungnya,” ulas Micko.
Di Cerenti, inisiatif ini disambut positif oleh seniman lokal. Yossafat Rose Lidya, yang juga seorang tenaga pendidik, menyatakan antusiasmenya dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Ia bersama komunitas setempat langsung bergerak menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk sekolah, pemerintah kecamatan, hingga kepolisian.
“Kami tidak mau menyia-nyiakan tawaran baik dari Bang Fedli dan Micko. Saat ini proses terus digesa. Kami berharap peserta class acting dan pembelian tiket pementasan monolog “3431” diapresiasi oleh siswa dan masyarakat secara luas,” ungkap Rose.
Ia menjelaskan bahwa peserta kelas akting dibatasi hanya 25 orang, sementara pertunjukan akan menyediakan sekitar 200 tiket sesuai kapasitas Balai Adat Cerenti. Untuk meningkatkan minat, tim juga menggelar pertunjukan monolog di sekolah-sekolah sebagai bentuk sosialisasi.
“Untuk menarik minat anak-anak terlibat dalam peristiwa langka ini, kami juga menggelar pertunjukan seni monolog di sekolah-sekolah. Hasilnya sangat menjanjikan. Antusiasme siswa-siswi serta guru kami acungi dua jempol,” katanya.
Ketua Dewan Kesenian Cabang Cerenti, Yulizar, turut mengajak masyarakat untuk mendukung kegiatan ini dengan hadir langsung menyaksikan pertunjukan. “Semangat kawan-kawan menggelar class acting dan pementasan monolog ini sangat berarti bagi seniman di sini. Kami mendukung penuh dan siap menyukseskannya,” ujarnya.
Kegiatan ini terselenggara melalui kolaborasi antara Lembaga Teater Selembayung, Studio 16 YSR Kids, dan Dewan Kesenian Cabang Cerenti, sebagai bagian dari upaya memperluas akses seni pertunjukan ke masyarakat serta memperkuat ekosistem budaya di daerah.










Discussion about this post