Badung, Kabar SDGs – Pemerintah Kabupaten Badung terus memperkuat pendekatan pembangunan berbasis kepedulian sosial dan lingkungan melalui kegiatan Safari “Badung Peduli” yang dilaksanakan di Desa Buduk, Kecamatan Mengwi, Minggu (25/1). Agenda rutin ini dipimpin langsung oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, sebagai wujud kolaborasi lintas sektor yang menyentuh langsung aspek lingkungan, kesehatan, pendidikan, hingga penguatan ekonomi kerakyatan.
Kegiatan diawali dengan aksi gotong royong di kawasan sempadan Sungai Yeh Ayung, tepatnya di Pura Taman Beji. Pembersihan lingkungan dilakukan bersama masyarakat setempat, disertai penanaman pohon cempaka dan penebaran benih ikan sebagai bentuk komitmen menjaga keseimbangan ekosistem sungai. Nyonya Rasniathi Adi Arnawa yang juga menjabat sebagai Ketua K3S menegaskan bahwa Safari Badung Peduli tidak sekadar kegiatan simbolis.
“Seluruh peran kami satukan dalam Badung Peduli. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan menjaga kebersihan, tetapi juga menanamkan kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya menjaga keseimbangan alam sebagai sumber kehidupan,” ujarnya di sela kegiatan.
Aspek kemanusiaan menjadi bagian penting dalam safari ini melalui kunjungan sosial ke Banjar Bernasi. Pada kesempatan tersebut, Rasniathi Adi Arnawa memberikan apresiasi kepada penyandang disabilitas, Agus Mertayasa, dengan membeli hasil karya lukisannya sebagai bentuk dukungan terhadap kreativitas dan kemandirian. Selain itu, bantuan kursi roda diserahkan kepada Komang Mariani guna meningkatkan mobilitas dan kualitas hidup warga yang membutuhkan.
“Kami ingin memberikan ruang dan apresiasi terhadap potensi saudara-saudara kita penyandang disabilitas agar mereka tetap percaya diri dan mandiri melalui karya-karyanya,” katanya.
Sebagai Duta PSBS, Rasniathi Adi Arnawa juga meninjau Bank Sampah Banjar Bernasi untuk memastikan edukasi pemilahan sampah dari sumber terus berjalan secara berkelanjutan. Di bidang pendidikan, ia meninjau pelaksanaan bimbingan belajar Bahasa Inggris di Banjar Umakepuh yang merupakan implementasi program Bupati Badung melalui Sapta Kriya AdiCipta, serta kegiatan bimbingan belajar Aksara Bali yang berlangsung di Kantor LPD Buduk.
“Investasi SDM melalui bahasa global dan pelestarian budaya lokal harus berjalan beriringan agar generasi muda tidak kehilangan jati diri,” tegas istri Bupati Badung tersebut.
Safari Badung Peduli juga diarahkan untuk memperkuat ekonomi lokal dengan mengunjungi perajin gelang Tri Datu di Banjar Gunung. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan aksi kemanusiaan mengunjungi warga penderita kanker sebagai bentuk dukungan moral yang dilakukan di bawah payung Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Badung.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan Temu Wirasa di Kantor Perbekel Buduk bersama kader TP PKK, Bunda PAUD, dan kader Posyandu. Dalam kesempatan tersebut, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa menekankan pentingnya sinergi antara kader dan pemerintah desa sebagai fondasi utama keberhasilan pembangunan masyarakat yang berkelanjutan.
Kegiatan Safari Badung Peduli ini turut dihadiri perwakilan OPD terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Badung, Camat Mengwi, Bendesa Adat Buduk, unsur Tripika Mengwi, serta tokoh masyarakat setempat yang bersama-sama memperkuat komitmen pembangunan inklusif dan berkelanjutan di tingkat desa.












Discussion about this post