• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
16 Januari 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home TRAVEL & LIFESTYLE

Mengapa Peppermint Identik dengan Musim Natal

by SDGS Admin
25 Desember 2025
Mengapa Peppermint Identik dengan Musim Natal
15
SHARES
94
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

Jakarta, Kabar SDGs – Peppermint telah lama menjadi rasa yang identik dengan musim dingin dan perayaan Natal, jauh sebelum pumpkin spice mendominasi musim gugur. Permen tongkat, peppermint bark, hingga peppermint mocha kini menjadi penanda kuat datangnya akhir tahun. Namun, keterkaitan peppermint dengan musim dingin sejatinya menyimpan tanda tanya, mengingat tanaman ini justru dipanen pada musim semi dan panas, berbeda dengan labu dan apel yang jelas berakar pada musim gugur.

Sejumlah sejarawan menilai keterikatan peppermint dengan Natal kemungkinan besar berawal dari popularitas candy cane atau permen tongkat. Carly Schildhaus, Direktur Komunikasi National Confectioners Association, menyebut permen ini sebagai ikon utama liburan musim dingin. “Permen tongkat adalah salah satu kudapan paling populer di musim liburan musim dingin, dan 75 persen orang Amerika lebih menyukai permen tongkat peppermint klasik dibandingkan jenis lainnya,” ujarnya.

BACA JUGA

Gubernur Papua Tengah Ajak ASN Bekerja dengan Hati Usai Natal dan Tahun Baru

Gubernur Papua Tengah Ajak ASN Bekerja dengan Hati Usai Natal dan Tahun Baru

7 Januari 2026
Libur Sekolah Ramai di Taman Flora Surabaya

Libur Sekolah Ramai di Taman Flora Surabaya

3 Januari 2026
Libur Natal Dongkrak Kunjungan Wisata Surabaya

Libur Natal Dongkrak Kunjungan Wisata Surabaya

2 Januari 2026

Jejak sejarah candy cane diperkirakan bermula pada abad ke-17 di Eropa. Kisah yang banyak beredar menyebut seorang pemimpin paduan suara di Katedral Cologne, Jerman, meminta pembuat kue setempat membuat batang gula putih yang dibentuk menyerupai tongkat gembala. Tujuannya bukan hanya agar anak-anak tetap tenang selama misa Natal, tetapi juga untuk mengenalkan kisah kelahiran Yesus. Bentuk melengkung tersebut melambangkan tongkat para gembala yang mengunjungi bayi Yesus, memberi makna simbolik pada permen tersebut.

Memasuki awal abad ke-20, permen tongkat mulai dikenal luas di Amerika Serikat. Pola garis merah dan putih yang kini ikonik konon diciptakan oleh seorang pembuat permen di Albany, Georgia, meski asal-usul pastinya tidak pernah benar-benar terkonfirmasi. Hingga kini, candy cane menjadi bagian tak terpisahkan dari Natal, bahkan memicu perdebatan kecil tentang cara terbaik menikmatinya. “Ketika ditanya cara yang benar untuk memakan permen tongkat, 54 persen orang mengatakan mereka memulai dari ujung lurus, sementara 30 persen dari ujung melengkung,” kata Schildhaus. “Sebanyak 16 persen lainnya memilih mematahkan permen tersebut menjadi beberapa bagian.”

Namun, sejarah peppermint tidak berhenti pada permen tongkat. Tanaman ini telah lama dikenal sebagai bahan pengobatan tradisional. Kandungan mentol di dalamnya memberikan sensasi dingin yang efektif meredakan gangguan pencernaan seperti sakit perut serta membantu melegakan pernapasan, keluhan yang kerap muncul pada musim dingin.

Sensasi dingin peppermint berasal dari mentol, senyawa kimia alami yang memengaruhi persepsi suhu tubuh. Rasheed Perry, ilmuwan di Departemen Studi Pangan dan Gizi Universitas New York, menjelaskan, “Mentol berinteraksi dengan sistem pengatur suhu internal tubuh, yaitu kompas alami yang memberi tahu kita apakah sesuatu terasa panas atau dingin. Zat ini menipu tubuh seolah-olah merasakan sesuatu yang dingin, padahal suhunya tidak berubah.”

Meski peppermint memberikan efek menyejukkan, muncul pertanyaan mengapa rasa dingin justru digemari saat musim dingin yang sudah terasa menusuk. Jika musim gugur memunculkan selera terhadap rasa hangat seperti kayu manis dan rempah, musim dingin justru memicu keinginan terhadap sensasi mentol yang dingin. Helene Hopfer, profesor madya ilmu pangan di Pennsylvania State University, mengakui belum ada jawaban pasti. “Kami sebenarnya tidak benar-benar tahu mengapa hal ini berkembang seperti itu,” ujarnya. “Saat musim dingin, cuaca terasa dingin. Bisa jadi ini adalah cara menikmati sensasi dingin tanpa harus benar-benar berada di luar dalam udara dingin.”

Terlepas dari asal-usulnya, keterikatan peppermint dengan Natal tampaknya akan terus bertahan. Candy cane dan aneka kudapan peppermint masih menjadi bagian penting dari suasana liburan, bukan hanya karena rasanya, tetapi juga karena asosiasi emosional yang menyertainya. Hopfer menilai makanan musiman berperan besar dalam membentuk perasaan tersebut. “Semua ini berkaitan dengan bagaimana, di sekitar hari raya, kita menikmati makanan khas tertentu bersama orang-orang terdekat, biasanya pada masa ketika kita tidak terlalu tertekan,” katanya.

Ia menambahkan, “Tidak umum orang memakan peppermint bark di luar musim liburan. Semua ini membentuk asosiasi di otak kita ketika mengonsumsi makanan tertentu, bahwa ‘saya merasa rileks, saya merasa bahagia, saya merasa gembira’.” Dengan demikian, peppermint bukan sekadar rasa, melainkan simbol musim dingin yang sarat kenangan dan kehangatan emosional.

Share6SendTweet4
Previous Post

Arus Mudik Natal Padati Jalan dan Bandara Inggris

Next Post

Bandara SAMS Sepinggan Tanam Ribuan Mangrove di Pantai Seraya

Next Post
Bandara SAMS Sepinggan Tanam Ribuan Mangrove di Pantai Seraya

Bandara SAMS Sepinggan Tanam Ribuan Mangrove di Pantai Seraya

UltraDex Tandai Standar Baru BBM Bersih Nasional

UltraDex Tandai Standar Baru BBM Bersih Nasional

Discussion about this post

NEWS UPDATE

Presiden Resmikan 166 Sekolah Rakyat Perkuat Akses Pendidikan Hingga Wilayah 3T

Presiden Resmikan 166 Sekolah Rakyat Perkuat Akses Pendidikan Hingga Wilayah 3T

15 Januari 2026
Perpusnas Perkuat Program Sekolah Rakyat Lewat Dukungan Perpustakaan

Perpusnas Perkuat Program Sekolah Rakyat Lewat Dukungan Perpustakaan

15 Januari 2026
Pariwisata Aceh Terpukul Banjir Longsor 225 Destinasi Rusak

Pariwisata Aceh Terpukul Banjir Longsor 225 Destinasi Rusak

15 Januari 2026
Manasik Haji Aceh Hadirkan Mock Up Pesawat untuk Simulasi Nyata Jemaah

Manasik Haji Aceh Hadirkan Mock Up Pesawat untuk Simulasi Nyata Jemaah

15 Januari 2026
Tiga Bandara InJourney Airports Terapkan Aplikasi All Indonesia

Penumpang Garuda Indonesia saat Nataru Capai 1,5 Juta Orang

15 Januari 2026

POPULAR

  • Pembangunan Superblok Pakuwon di IKN Segera Dimulai Maret 2026

    Pembangunan Superblok Pakuwon di IKN Segera Dimulai Maret 2026

    46 shares
    Share 18 Tweet 12
  • Poco Umumkan Peluncuran Poco M8 Dengan Layar Lengkung 3D Tahan Ekstrem

    21 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Jaringan Konektivitas Jalan Tol Trans Sumatera dan Kesiapan Tol Fungsional

    80 shares
    Share 32 Tweet 20
  • Clicks Communicator Hadirkan Sensasi Mengetik ala BlackBerry dalam Balutan Android Modern

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Banjir Rusak Ribuan Hektare Sawah di Kota Langsa

    17 shares
    Share 7 Tweet 4

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.