• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
14 Januari 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home TRAVEL & LIFESTYLE

Stasiun Sawahlunto dan Legenda Mak Itam

Dari Denyut Tambang ke Napas Warisan Dunia

by Riski Yanti
20 Oktober 2025
Stasiun Sawahlunto dan Legenda Mak Itam
17
SHARES
105
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

JAKARTA, KabarSDGs – Di lembah hijau perbukitan Sumatera Barat, sebuah stasiun kecil berdiri gagah menantang waktu, Stasiun Sawahlunto.

Bangunannya berarsitektur Indische Empire Style dengan dinding tebal, pilar tinggi, dan jam dinding tua yang masih berdetak.

BACA JUGA

Selama Nataru 2025/2026, Arus Pelanggan Banyuwangi–Malang–Purwokerto Tumbuh

Selama Nataru 2025/2026, Arus Pelanggan Banyuwangi–Malang–Purwokerto Tumbuh

10 Januari 2026
Mulai Hari Ini, KAI Operasikan Rangkaian Stainless Steel New Generation di KA Gajayana dan Parahyangan

Mulai Hari Ini, KAI Operasikan Rangkaian Stainless Steel New Generation di KA Gajayana dan Parahyangan

10 Januari 2026
Sambut Tahun Baru 2026, KAI Group Perpanjang Jam Operasional Layanan Perkotaan

Sambut Tahun Baru 2026, KAI Group Perpanjang Jam Operasional Layanan Perkotaan

31 Desember 2025

Namun di balik keindahannya, tersimpan kisah besar: tentang keringat tambang, deru lokomotif, dan perjalanan sejarah bangsa.

Diresmikan pada 1 Januari 1894, Stasiun Sawahlunto dulunya adalah jantung kota tambang batu bara Ombilin, salah satu proyek infrastruktur paling ambisius Pemerintah Hindia Belanda kala itu.

Dari sinilah hasil tambang dibawa menuruni lembah, melintasi rel-rel bergigi menuju Pelabuhan Teluk Bayur (dulu Emmahaven).

Setiap pagi, suara peluit dan kepulan asap lokomotif menjadi penanda kehidupan dimulai di kota kecil itu.

Dan di tengah cerita itu, ada satu legenda yang hidup hingga kini: Mak Itam, lokomotif uap hitam legendaris seri E1060 buatan Jerman tahun 1966.

Dikenal tangguh menaklukkan jalur menanjak bergigi di perbukitan Sumatera Barat, Mak Itam bukan sekadar mesin, ia adalah simbol kerja keras dan ketahanan manusia terhadap alam.

Suaranya yang khas dulu menjadi alarm alami warga Sawahlunto dimana tanda pagi tiba, tambang berdenyut, dan kehidupan berputar.

“Stasiun Sawahlunto dan Mak Itam bukan sekadar peninggalan masa lalu. Di sanalah tersimpan narasi besar tentang industri, teknologi, dan interaksi sosial yang membentuk kota ini. KAI berkomitmen menjaga warisan ini agar tetap hidup dan bisa dinikmati publik lintas generasi,” ujar VP Public Relations KAI, Anne Purba.

Ketika masa kejayaan tambang batu bara berakhir pada awal 2000-an, Sawahlunto sempat terdiam. Namun KAI bersama Pemerintah Kota Sawahlunto mengubah senyap itu menjadi kebangkitan baru.

Bangunan stasiun direvitalisasi dan resmi beralih fungsi menjadi Museum Kereta Api Sawahlunto pada 17 Desember 2005, diresmikan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Di halaman depannya, Mak Itam yang telah direstorasi kembali berdiri gagah, bukan lagi menarik gerbong batu bara, tapi menarik perhatian dunia.

Kini, Museum Kereta Api Sawahlunto menjadi bagian integral dari Warisan Tambang Batubara Ombilin Sawahlunto (WTBOS), yang telah diakui UNESCO sebagai Warisan Dunia.

Ruang-ruang operasional diubah menjadi galeri interaktif; mesin telegraf, lampu sinyal, hingga dokumen pengangkutan batu bara menjadi saksi bisu peradaban industri masa lampau.

Bagi wisatawan, museum ini bukan sekadar tempat berfoto, melainkan ruang refleksi tentang perjalanan manusia menaklukkan alam, dan bagaimana teknologi dapat menjadi budaya.

Museum buka setiap hari: Senin–Jumat pukul 08.00–16.00 WIB, serta Sabtu–Minggu dan hari libur pukul 09.00–17.00 WIB di Kelurahan Pasar, Kecamatan Lembah Segar, Kota Sawahlunto.

Menariknya, pada Simposium Internasional “We Are Site Managers” (23–27 Agustus 2025), Mak Itam kembali hidup! Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, ia beroperasi dalam 8 perjalanan (4 kali pulang-pergi) dari Stasiun Sawahlunto ke Stasiun Muarakalaban.

Deru uap dan sorak pengunjung yang menonton menjadi momen penuh haru, seolah masa lalu menyalami masa kini.

“Transformasi Stasiun Sawahlunto menghidupkan kembali denyut kehidupan kota. Kawasan stasiun kini menjadi panggung komunitas, ruang edukasi, dan destinasi wisata budaya. Sawahlunto menunjukkan bahwa rel kereta tak hanya menghubungkan kota, tapi juga menghubungkan masa lalu dengan masa depan,” tutup Anne.

Share7SendTweet4
Previous Post

KA Singasari: Jelajah Jawa, Gerakkan Ekonomi dari Jakarta hingga Blitar

Next Post

KA Rajabasa Merajut Lampung dan Sumatra Selatan dalam Satu Perjalanan Panjang

Next Post
KA Rajabasa Merajut Lampung dan Sumatra Selatan dalam Satu Perjalanan Panjang

KA Rajabasa Merajut Lampung dan Sumatra Selatan dalam Satu Perjalanan Panjang

PLN dan KAI Tandatangani Nota Kesepahaman Elektrifikasi Jalur Kereta Api

PLN dan KAI Tandatangani Nota Kesepahaman Elektrifikasi Jalur Kereta Api

Discussion about this post

NEWS UPDATE

Planet Surf Hadirkan Wajah Baru Bergaya Industri di Trans Studio Mall

Planet Surf Hadirkan Wajah Baru Bergaya Industri di Trans Studio Mall

14 Januari 2026
Program Pertapreneur Aggregator Ubah Pola Pikir UMKM Menuju Bisnis Berbasis Sistem

Program Pertapreneur Aggregator Ubah Pola Pikir UMKM Menuju Bisnis Berbasis Sistem

14 Januari 2026
Akses Internet Desa Kalimantan Timur Capai 95 Persen

Akses Internet Desa Kalimantan Timur Capai 95 Persen

14 Januari 2026
Kementerian PU Mulai Bangun Permanen Jembatan Krueng Tingkeum Minggu Ketiga Januari 2026

Kementerian PU Mulai Bangun Permanen Jembatan Krueng Tingkeum Minggu Ketiga Januari 2026

14 Januari 2026
Penerbangan Perdana Subsidi Angkutan Udara Perintis Korwil Gorontalo Perkuat Konektivitas Wilayah Kepulauan

Penerbangan Perdana Subsidi Angkutan Udara Perintis Korwil Gorontalo Perkuat Konektivitas Wilayah Kepulauan

14 Januari 2026

POPULAR

  • Pembangunan Superblok Pakuwon di IKN Segera Dimulai Maret 2026

    Pembangunan Superblok Pakuwon di IKN Segera Dimulai Maret 2026

    45 shares
    Share 18 Tweet 11
  • Poco Umumkan Peluncuran Poco M8 Dengan Layar Lengkung 3D Tahan Ekstrem

    21 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Clicks Communicator Hadirkan Sensasi Mengetik ala BlackBerry dalam Balutan Android Modern

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Pembangunan SMA Taruna Nusantara IKN Ditargetkan Rampung Januari 2026

    24 shares
    Share 10 Tweet 6
  • Wamen Ekraf Dukung Lapak Gaming Battle Arena dan Talenta Gim Lokal

    19 shares
    Share 8 Tweet 5

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.