Bandar Lampung, Kabar SDGs – Suasana semarak mewarnai kawasan Tugu Adipura, Tanjung Karang Pusat, saat Pemerintah Kota Bandar Lampung menggelar Festival Ngigel dan Karnaval Budaya pada Minggu (3/7) lalu dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-343 Kota Bandar Lampung. Kegiatan ini menjadi puncak ekspresi budaya daerah yang dihadiri langsung oleh Wali Kota Eva Dwiana, Wakil Wali Kota Deddy Amarullah, Sekretaris Daerah Iwan Gunawan, serta jajaran Forkopimda.
Ratusan peserta dari seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), badan usaha milik daerah (BUMD), dan 20 kecamatan turut ambil bagian dalam pawai budaya yang menampilkan tarian khas Lampung, Tari Ngigel. Arak-arakan yang disambut antusias warga ini menghadirkan kolaborasi antara seni tari, busana adat, serta ornamen tradisional khas Sai Bumi Ruwa Jurai.
Wali Kota Eva Dwiana menegaskan bahwa gelaran budaya ini bukan sekadar hiburan seremonial, melainkan sarana memperkuat jati diri daerah melalui pelestarian tradisi. Ia menggarisbawahi pentingnya budaya sebagai fondasi dalam membangun karakter masyarakat serta promosi daerah di tingkat nasional dan internasional.
“Festival ini menjadi momentum untuk mengisi pembangunan dengan kegiatan yang positif, sekaligus memperkuat pelestarian budaya lokal,” ujar Eva di tengah-tengah kemeriahan acara. Ia menambahkan, Tari Ngigel merupakan salah satu warisan budaya yang sarat nilai-nilai etika, keanggunan, dan kekompakan yang perlu ditanamkan kepada generasi muda.
Menurut Eva, upaya pelestarian budaya daerah tak cukup hanya dengan dokumentasi, tetapi harus melalui praktik langsung yang melibatkan masyarakat secara aktif. Karena itu, Festival Ngigel dan Karnaval Budaya ini diharapkan menjadi agenda rutin yang mempertemukan tradisi dengan masyarakat urban masa kini.
“Melalui kegiatan ini, kita ingin mendorong generasi muda dan masyarakat luas agar lebih mencintai dan menghargai budaya Lampung. Ini juga bagian dari promosi budaya daerah kepada wisatawan, baik domestik maupun mancanegara,” lanjut Eva.
Festival ini tak hanya menjadi panggung budaya, tetapi juga refleksi dari semangat kolaboratif antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku seni dalam menjaga identitas lokal. Di penghujung acara, Eva menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah mendukung suksesnya kegiatan ini dan berharap semangat kebudayaan terus tumbuh dalam ruang-ruang pembangunan Kota Bandar Lampung.
“Budaya harus terus dirawat, dikenalkan, dan dilestarikan sebagai identitas daerah dan kekayaan bangsa,” pungkasnya.












Discussion about this post