Jakarta, Kabar SDGs – Ikatan Doktor Ilmu Manajemen (IKADIM) resmi melantik jajaran pengurus baru periode 2025–2030 dalam sebuah seremoni nasional yang diselenggarakan di Jakarta, Sabtu (2/8) lalu. Momentum tersebut sekaligus menjadi pembuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IKADIM yang menghasilkan serangkaian agenda strategis untuk mendukung pembangunan sumber daya manusia (SDM) Indonesia dalam menghadapi era transformasi digital.
Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua Umum IKADIM, Jazuli Juwaini. Dalam pidatonya, Jazuli menegaskan komitmen organisasi dalam mewujudkan visi besar “Mendorong Transformasi SDM Unggul untuk Indonesia Emas 2045”. Dengan kekuatan lebih dari 3.000 doktor ilmu manajemen, IKADIM siap menjadi garda terdepan dalam mendampingi pemerintah dan dunia usaha dalam pengembangan dan pemberdayaan SDM nasional.
“IKADIM siap menjadi mitra strategis pemerintah dan dunia usaha dalam mengakselerasi peningkatan kualitas SDM nasional, khususnya di era digitalisasi. Hanya dengan kolaborasi lintas sektor dan multipihak, kita bisa memanfaatkan bonus demografi ini secara optimal,” tegas Jazuli, yang juga merupakan anggota DPR RI.
Jazuli menekankan bahwa bonus demografi merupakan peluang langka yang harus dijawab dengan strategi cerdas, bukan sekadar wacana. Menurutnya, kehadiran IKADIM sebagai sumber keahlian nasional akan memastikan potensi demografi menjadi kekuatan produktif yang siap bersaing di panggung global.
Sebagai tindak lanjut pelantikan, Rakernas IKADIM menghasilkan enam program unggulan yang dirancang untuk memperkuat kontribusi organisasi terhadap pembangunan SDM berkualitas. Di antaranya adalah IKADIM Academy, sebuah sistem pembelajaran digital untuk meningkatkan kompetensi digital secara luas.
Program kedua adalah Youth Leadership and Innovation Camp yang akan menyasar generasi muda dalam pembinaan kepemimpinan dan inovasi. IKADIM juga akan menginisiasi Standar Kompetensi, Training, dan Sertifikasi SDM bagi sektor publik dan swasta guna memperkuat daya saing tenaga kerja Indonesia.
Program keempat adalah IKADIM-BUMN Leadership Forum, forum kolaboratif yang mempertemukan akademisi, praktisi, dan korporasi untuk memperkuat kepemimpinan nasional dalam lanskap transformasi digital. Sementara IKADIM Award akan diberikan kepada pemimpin sektor publik dan swasta yang terbukti berhasil mendorong transformasi SDM secara progresif.
Tak kalah penting, IKADIM juga akan mengembangkan riset, inovasi, dan publikasi ilmiah mengenai manajemen SDM di era digital sebagai dukungan terhadap dunia pendidikan dan profesional.
Melalui berbagai program strategis tersebut, IKADIM menegaskan posisi tidak hanya sebagai organisasi akademik, tetapi juga sebagai katalisator perubahan di tengah tantangan globalisasi dan digitalisasi. Rakernas ini menjadi tonggak awal kolaborasi nasional dalam menggerakkan kualitas SDM sebagai fondasi Indonesia Emas 2045.












Discussion about this post