• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
20 April 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home TRAVEL & LIFESTYLE

Marching Band Punya Potensi Besar Dongkrak Ekonomi Kreatif Daerah

by Riski Yanti
30 Juli 2025
Marching Band Punya Potensi Besar Dongkrak Ekonomi Kreatif Daerah
23
SHARES
142
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

Mataram, KabarSDGs – Menteri Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, mendukung pertumbuhan ekosistem marching band sebagai subsektor seni pertunjukan dalam Festival Olahraga Masyarakat Nasional (FORNAS) VIII 2025 di Universitas Mataram, NTB, Sabtu, 26 Juli 2025.

Dukungan ini sejalan dengan strategi pengembangan 17 subsektor ekonomi kreatif.

BACA JUGA

Maestro Patung Yusman Sempurnakan Chattra Borobudur

Maestro Patung Yusman Sempurnakan Chattra Borobudur

15 April 2026
DOES University Model Ideal Cetak Talenta Kreatif Siap Kerja

DOES University Model Ideal Cetak Talenta Kreatif Siap Kerja

15 April 2026
Seken Living Berhasil Buat Limbah Kayu Jadi Produk Kelas Dunia

Seken Living Berhasil Buat Limbah Kayu Jadi Produk Kelas Dunia

15 April 2026

“Ekosistem marching band sangat lengkap dan potensial. Ada produsen alat musik, pelatih, koreografer, desainer kostum, hingga para talenta muda berbakat yang semua saling terhubung,” kata Menteri Ekraf yang menghadiri langsung pertandingan cabang olahraga rekreasi marching band dalam festival tersebut.

Menteri Ekraf menekankan pentingnya pembinaan marching band secara profesional di berbagai daerah.

Menteri Ekraf menyebutkan bahwa kebutuhan akan penampilan marching band tidak hanya terbatas pada kegiatan festival, tetapi juga merambah ke berbagai acara budaya dan momen kebanggaan daerah.

“Kegiatan ini menjadi sarana pembinaan generasi muda serta meningkatkan kualitas seni pertunjukan di tingkat lokal dan nasional,” ujar Menteri Ekraf.

Menteri Ekraf menyampaikan Kementerian Ekraf sudah berdiri sejak sembilan bulan dan fokus membawahi 17 subsektor, yang dikelompokkan ke dalam empat klaster besar: berbasis budaya, desain, teknologi digital, dan media.

Seni pertunjukan, termasuk marching band, berada dalam klaster berbasis budaya yang menjadi perhatian khusus kementerian. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara kementerian dan komunitas.

“Kementerian Ekonomi Kreatif siap menjadi mitra dalam memperkuat subsektor ini, meskipun dengan segala keterbatasan, kami tetap berkomitmen mendukung perkembangan ekosistem marching band di tanah air,” tambah Menteri Ekraf.

Kompetisi ini diikuti oleh pengurus Asosiasi Drum Corps Indonesia (IDCA) dari 10 provinsi, yakni Aceh, NTB, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Jakarta, Jawa Barat, Yogyakarta, Kepulauan Riau, Sulawesi Utara, dan Kalimantan Utara dengan 8 kategori lomba.

Cabor ini diselenggarakan oleh IDCA, anggota Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI).

Diharapkan, melalui momentum FORNAS VIII ini, marching band dapat tumbuh sebagai bagian penting dari ekonomi kreatif nasional serta memberikan dampak nyata bagi pelaku seni, UMKM, dan masyarakat luas.

Hadir dalam acara tersebut Ketua Umum IDCA pusat, Haridoyo dan Ketua Umum IDCA Jawa Barat, Abdul Hadi Wijaya.

Share9SendTweet6
Previous Post

Jamu Warisan Nusantara yang Mendunia

Next Post

Ribuan Peserta Meriahkan Samosir Run dalam Festival Tao Toba Joujou 2025

Next Post
Ribuan Peserta Meriahkan Samosir Run dalam Festival Tao Toba Joujou 2025

Ribuan Peserta Meriahkan Samosir Run dalam Festival Tao Toba Joujou 2025

Semangat Merah Putih Dikobarkan Lewat Jalan Sehat dan Gubernur Cup 2025

Semangat Merah Putih Dikobarkan Lewat Jalan Sehat dan Gubernur Cup 2025

Discussion about this post

NEWS UPDATE

Harga Minyakita Naik Tipis Lampaui HET

Harga Minyakita Naik Tipis Lampaui HET

19 April 2026
Madrasah Aceh Masuk Top 100 Sekolah Nasional

Madrasah Aceh Masuk Top 100 Sekolah Nasional

19 April 2026
Diskusi Buku Angkat Sejarah Kopi dan Ketimpangan Sosial

Diskusi Buku Angkat Sejarah Kopi dan Ketimpangan Sosial

19 April 2026
Harga Kedelai Impor Naik Bebani Perajin Tahu Tempe

Harga Kedelai Impor Naik Bebani Perajin Tahu Tempe

19 April 2026
Pasar Sawojajar Didorong Jadi Pasar Modern Digital

Pasar Sawojajar Didorong Jadi Pasar Modern Digital

18 April 2026

POPULAR

  • Perpanjangan Jalur KRL Menuju Karawang Segera Dibangun

    Perpanjangan Jalur KRL Menuju Karawang Segera Dibangun

    22 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Maestro Patung Yusman Sempurnakan Chattra Borobudur

    22 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Danantara Bentuk Anak Usaha Kelola Sampah Jadi Energi

    21 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Lampung Siapkan PLTSa Kapasitas Seribu Ton Per Hari

    24 shares
    Share 10 Tweet 6
  • BRI Alihkan Kepemilikan Anak Usaha Investasi Ke Danantara

    20 shares
    Share 8 Tweet 5

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.