• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
6 Desember 2025
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home SUSTAINABILITY LINGKUNGAN

Peneliti BRIN: Ancaman Sampah Mikroplastik Menghantui Kehidupan Manusia

by SDGS Admin
10 Juni 2023
Peneliti BRIN: Ancaman Sampah Mikroplastik Menghantui Kehidupan Manusia
53
SHARES
332
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

BANDUNG, KabarSDGs – Plastik merupakan salah satu material yang memiliki kekuatan dan fleksibilitas. Oleh karena itu, banyak perangkat yang digunakan saat ini terbuat dari plastik. Sayangnya, sampah plastik menjadi penyumbang terbesar dalam total 5.300 juta ton sampah yang dibuang di tempat pembuangan akhir atau di lingkungan alam di bumi.

Sampah plastik dari daratan seringkali berakhir di lautan, dengan jumlah limbah plastik sebesar 12 juta ton yang masuk ke laut setiap tahun. Jika tren ini berlanjut, diprediksi bahwa pada tahun 2050 akan ada lebih banyak plastik daripada ikan di lautan dunia.

BACA JUGA

Otorita IKN dan BRIN Kolaborasi Kaji Penamaan Rupa Bumi di Nusantara

Otorita IKN dan BRIN Kolaborasi Kaji Penamaan Rupa Bumi di Nusantara

21 Oktober 2025
Aktivis Himbau Stop Buang Sampah di Sungai Balantieng yang Tercemar Mikroplastik

Aktivis Himbau Stop Buang Sampah di Sungai Balantieng yang Tercemar Mikroplastik

15 Juni 2025
Bupati Kampar Ajak Warga Kurangi Sampah Plastik

Bupati Kampar Ajak Warga Kurangi Sampah Plastik

12 Juni 2025

Dalam acara Plastic Waste Education yang diadakan oleh PT Pertamina pada Rabu (7/6), Dwi Amanda Utami, peneliti Muda dari Pusat Riset Iklim dan Atmosfer pada Kelompok Riset Iklim dan Lingkungan Masa Lampau BRIN, menyampaikan hal tersebut.

“Sebagian besar limbah plastik yang mencemari lautan berupa mikroplastik,” ungkapnya.

Mikroplastik adalah partikel plastik dengan ukuran kurang dari 5 milimeter. Contohnya termasuk resin pelet dan microbeads. Menurut Dwi, mikrobeads primer biasanya ditemukan dalam produk perawatan pribadi, cat, dan bahan pembersih.

“Selain itu, ada juga mikroplastik sekunder yang terbentuk dari pecahan-pecahan limbah plastik yang lebih besar setelah mengalami fotodegradasi. Penggunaan plastik sekali pakai merupakan penyebab utama terbentuknya mikroplastik,” jelasnya.

Dwi meneruskan, mikroplastik ini membawa bahaya bagi biota laut. Ukurannya yang sangat kecil membuatnya tersebar di mana-mana, mulai dari perairan tropis hingga Arktik, dari pantai hingga laut dalam.

“Beberapa penelitian telah menemukan mikroplastik di Indonesia, baik di dalam perut ikan, perairan laut, sedimen sungai, estuari, maupun di lingkungan terumbu karang,” bebernya.

Menurut Dwi, mikroplastik dapat menjadi racun jika dikonsumsi oleh biota laut. Ia menekankan, mikroplastik telah ditemukan di dalam perut plankton dan bahkan ikan paus. Jika mamalia ini menelan mikroplastik, dapat merusak organ pencernaan, mengurangi cadangan energi, mengganggu sistem reproduksi, dan pada akhirnya menyebabkan kematian.

“Mikroplastik telah ditemukan pada makanan dan minuman. Beberapa penelitian di berbagai negara menemukan adanya mikroplastik dalam bir, madu, makanan kaleng, gula, dan garam. Mikroplastik memiliki potensi bahaya bagi kesehatan,” ungkapnya.

Menurut Dwi, penelitian menunjukkan bahwa mikroplastik mengandung zat tambahan yang berbahaya bagi kesehatan. Selain itu, plastik dapat menyerap bahan kimia berbahaya yang terlarut dalam air. Semakin kecil ukuran partikel plastik, semakin efisien mereka dalam mengakumulasi racun.

Dwi juga menerangkan, pemerintah telah melakukan berbagai langkah untuk mengatasi masalah peningkatan limbah plastik di Indonesia. Upaya tersebut meliputi mengubah perilaku dalam memilah sampah, mengurangi sampah di daratan dan pantai, meningkatkan regulasi, alokasi anggaran, serta melakukan riset dan pengembangan.

“Untuk mengurangi sampah plastik, kita dapat mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, mendaur ulang limbah plastik, dan menggunakan kembali plastik yang telah digunakan. Jika memungkinkan, menggantikan penggunaan plastik dengan bahan lain yang lebih ramah lingkungan juga merupakan langkah yang dapat diambil,” pungkas Dwi.

Share21SendTweet13
Previous Post

Jubir Penangan Covid-19: Saat Ini Waktu Tepat untuk Penyesuaian Kebijakan Protokol Kesehatan

Next Post

Genome Editing, Teknologi Terbaru untuk Meningkatkan Tanaman Unggul

Next Post
Genome Editing, Teknologi Terbaru untuk Meningkatkan Tanaman Unggul

Genome Editing, Teknologi Terbaru untuk Meningkatkan Tanaman Unggul

Kominfo Ajak Penyuluh Informasi Publik Mencegah Penyebaran Hoaks Jelang Pemilu 2024

Kominfo Ajak Penyuluh Informasi Publik Mencegah Penyebaran Hoaks Jelang Pemilu 2024

Discussion about this post

NEWS UPDATE

Workshop Tari Nusantara Hadirkan Kolaborasi Gerak sebagai Identitas Budaya IKN

Workshop Tari Nusantara Hadirkan Kolaborasi Gerak sebagai Identitas Budaya IKN

5 Desember 2025
Pembangunan Mini Teater Perpustakaan Bontang Dipastikan Berjalan dengan Pengawasan Ketat

Pembangunan Mini Teater Perpustakaan Bontang Dipastikan Berjalan dengan Pengawasan Ketat

5 Desember 2025
DPMPTSP Bontang Perkuat Layanan Inklusif untuk Warga Berkebutuhan Khusus

DPMPTSP Bontang Perkuat Layanan Inklusif untuk Warga Berkebutuhan Khusus

5 Desember 2025
PMI Kirim 100 Ribu Telur Asin untuk Penyintas Banjir Sumatera dan Aceh

PMI Kirim 100 Ribu Telur Asin untuk Penyintas Banjir Sumatera dan Aceh

5 Desember 2025
Program MBG, Kementerian PU Siapkan Pembangunan SPPG di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat

Program MBG, Kementerian PU Siapkan Pembangunan SPPG di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat

5 Desember 2025

POPULAR

  • Muara Enim Hadirkan Program Perlindungan dan Beasiswa S2 bagi Guru

    Muara Enim Hadirkan Program Perlindungan dan Beasiswa S2 bagi Guru

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Longsor Putus Akses Jalan Nasional Sipirok

    28 shares
    Share 11 Tweet 7
  • Aceh Tengah Mulai Merasakan Dukungan Bantuan dan Berharap Infrastruktur Kembali Pulih

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • WEGE Paparkan Tantangan Industri Dan Sesuaikan Dana IPO Untuk Jaga Likuiditas

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
  • Kementerian PU Tindak Lanjuti Usulan Jembatan Gantung di Nias Selatan

    20 shares
    Share 8 Tweet 5

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.