• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
17 Juni 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home SUSTAINABILITY LINGKUNGAN

Peneliti BRIN: Ancaman Sampah Mikroplastik Menghantui Kehidupan Manusia

by SDGS Admin
10 Juni 2023
Peneliti BRIN: Ancaman Sampah Mikroplastik Menghantui Kehidupan Manusia
57
SHARES
355
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

BANDUNG, KabarSDGs – Plastik merupakan salah satu material yang memiliki kekuatan dan fleksibilitas. Oleh karena itu, banyak perangkat yang digunakan saat ini terbuat dari plastik. Sayangnya, sampah plastik menjadi penyumbang terbesar dalam total 5.300 juta ton sampah yang dibuang di tempat pembuangan akhir atau di lingkungan alam di bumi.

Sampah plastik dari daratan seringkali berakhir di lautan, dengan jumlah limbah plastik sebesar 12 juta ton yang masuk ke laut setiap tahun. Jika tren ini berlanjut, diprediksi bahwa pada tahun 2050 akan ada lebih banyak plastik daripada ikan di lautan dunia.

BACA JUGA

Kemenhub dan BRIN Bangun Teknologi Smart Buoy Untuk Navigasi Pelayaran

Kemenhub dan BRIN Bangun Teknologi Smart Buoy Untuk Navigasi Pelayaran

15 Februari 2026
Otorita IKN dan BRIN Kolaborasi Kaji Penamaan Rupa Bumi di Nusantara

Otorita IKN dan BRIN Kolaborasi Kaji Penamaan Rupa Bumi di Nusantara

21 Oktober 2025
Aktivis Himbau Stop Buang Sampah di Sungai Balantieng yang Tercemar Mikroplastik

Aktivis Himbau Stop Buang Sampah di Sungai Balantieng yang Tercemar Mikroplastik

15 Juni 2025

Dalam acara Plastic Waste Education yang diadakan oleh PT Pertamina pada Rabu (7/6), Dwi Amanda Utami, peneliti Muda dari Pusat Riset Iklim dan Atmosfer pada Kelompok Riset Iklim dan Lingkungan Masa Lampau BRIN, menyampaikan hal tersebut.

“Sebagian besar limbah plastik yang mencemari lautan berupa mikroplastik,” ungkapnya.

Mikroplastik adalah partikel plastik dengan ukuran kurang dari 5 milimeter. Contohnya termasuk resin pelet dan microbeads. Menurut Dwi, mikrobeads primer biasanya ditemukan dalam produk perawatan pribadi, cat, dan bahan pembersih.

“Selain itu, ada juga mikroplastik sekunder yang terbentuk dari pecahan-pecahan limbah plastik yang lebih besar setelah mengalami fotodegradasi. Penggunaan plastik sekali pakai merupakan penyebab utama terbentuknya mikroplastik,” jelasnya.

Dwi meneruskan, mikroplastik ini membawa bahaya bagi biota laut. Ukurannya yang sangat kecil membuatnya tersebar di mana-mana, mulai dari perairan tropis hingga Arktik, dari pantai hingga laut dalam.

“Beberapa penelitian telah menemukan mikroplastik di Indonesia, baik di dalam perut ikan, perairan laut, sedimen sungai, estuari, maupun di lingkungan terumbu karang,” bebernya.

Menurut Dwi, mikroplastik dapat menjadi racun jika dikonsumsi oleh biota laut. Ia menekankan, mikroplastik telah ditemukan di dalam perut plankton dan bahkan ikan paus. Jika mamalia ini menelan mikroplastik, dapat merusak organ pencernaan, mengurangi cadangan energi, mengganggu sistem reproduksi, dan pada akhirnya menyebabkan kematian.

“Mikroplastik telah ditemukan pada makanan dan minuman. Beberapa penelitian di berbagai negara menemukan adanya mikroplastik dalam bir, madu, makanan kaleng, gula, dan garam. Mikroplastik memiliki potensi bahaya bagi kesehatan,” ungkapnya.

Menurut Dwi, penelitian menunjukkan bahwa mikroplastik mengandung zat tambahan yang berbahaya bagi kesehatan. Selain itu, plastik dapat menyerap bahan kimia berbahaya yang terlarut dalam air. Semakin kecil ukuran partikel plastik, semakin efisien mereka dalam mengakumulasi racun.

Dwi juga menerangkan, pemerintah telah melakukan berbagai langkah untuk mengatasi masalah peningkatan limbah plastik di Indonesia. Upaya tersebut meliputi mengubah perilaku dalam memilah sampah, mengurangi sampah di daratan dan pantai, meningkatkan regulasi, alokasi anggaran, serta melakukan riset dan pengembangan.

“Untuk mengurangi sampah plastik, kita dapat mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, mendaur ulang limbah plastik, dan menggunakan kembali plastik yang telah digunakan. Jika memungkinkan, menggantikan penggunaan plastik dengan bahan lain yang lebih ramah lingkungan juga merupakan langkah yang dapat diambil,” pungkas Dwi.

Share23SendTweet14
Previous Post

Jubir Penangan Covid-19: Saat Ini Waktu Tepat untuk Penyesuaian Kebijakan Protokol Kesehatan

Next Post

Genome Editing, Teknologi Terbaru untuk Meningkatkan Tanaman Unggul

Next Post
Genome Editing, Teknologi Terbaru untuk Meningkatkan Tanaman Unggul

Genome Editing, Teknologi Terbaru untuk Meningkatkan Tanaman Unggul

Kominfo Ajak Penyuluh Informasi Publik Mencegah Penyebaran Hoaks Jelang Pemilu 2024

Kominfo Ajak Penyuluh Informasi Publik Mencegah Penyebaran Hoaks Jelang Pemilu 2024

Discussion about this post

NEWS UPDATE

Bus TMP Gratis Meriahkan HUT Ke-242 Pekanbaru

Bus TMP Gratis Meriahkan HUT Ke-242 Pekanbaru

17 Juni 2026
Danantara Raup USD1,5 Miliar dari Obligasi Global Perdana

Danantara Raup USD1,5 Miliar dari Obligasi Global Perdana

17 Juni 2026
Lebih Dari Separuh Korban Pelecehan di Ruang Digital di Asia Pasifik Menghadapi Konsekuensi Nyata, Namun Sebagian Besar Tidak Pernah Mencari Bantuan

Lebih Dari Separuh Korban Pelecehan di Ruang Digital di Asia Pasifik Menghadapi Konsekuensi Nyata, Namun Sebagian Besar Tidak Pernah Mencari Bantuan

17 Juni 2026
BPJS Kesehatan Ingatkan Ketentuan Denda dan Layanan yang Tidak Dijamin

BPJS Kesehatan Ingatkan Ketentuan Denda dan Layanan yang Tidak Dijamin

17 Juni 2026
Astra Motor Kampung Timur Bagikan Sembako Gratis untuk Pelanggan

Astra Motor Kampung Timur Bagikan Sembako Gratis untuk Pelanggan

16 Juni 2026

POPULAR

  • Bank Muamalat Gelar Muamalah Executive Class Bahas Perjalanan Finansial dan Spiritual Menuju Baitullah

    Bank Muamalat Gelar Muamalah Executive Class Bahas Perjalanan Finansial dan Spiritual Menuju Baitullah

    393 shares
    Share 157 Tweet 98
  • Cargill Raih Gold Award ISDA Berkat Program Rumah Kompos 5R di Gresik

    428 shares
    Share 171 Tweet 107
  • Minamas Plantation Berbagi dengan Anak Yatim di Pekanbaru

    399 shares
    Share 160 Tweet 100
  • PTBA Buka Pendaftaran Program BIDIKSIBA 2026

    396 shares
    Share 158 Tweet 99
  • BPKH Salurkan Bingkisan Lebaran Untuk 100 Anak Yatim Di Malang

    392 shares
    Share 157 Tweet 98

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.