JAKARTA, KabarSDGs – Wakil Menteri Kesehatan Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono meminta anggota Saka Bakti Husada berkontribusi dalam mendukung perubahan sistem kesehatan, terutama di bidang pelayanan primer.
Pada perayaan Hari Saka Bakti Husada yang ke-38 di gedung Kementerian Kesehatan, Jakarta, pada Senin (17/07/2023), Prof. Dante menyampaikan pesannya., yakni pihaknya ingin memberikan dua pesan kepada Saka Bakti Husada sejalan dengan transformasi kesehatan.
“Pesan pertama adalah tentang pentingnya pelayanan primer. Saka Bakti Husada dapat berperan nyata dalam mencegah dan memberikan edukasi kepada teman sebaya agar berhenti merokok,” ujarnya dalam siaran tertulisnya.
Ia menjelaskan, dari empat orang perokok, tiga di antaranya mulai merokok sebelum usia 20 tahun. Saat ini, jumlah perokok anak mencapai 10%, artinya 1 dari 10 anak sudah merokok.
Prof Dante menerangkan, jika tidak ada tindakan pencegahan atau pengurangan, diperkirakan jumlah perokok anak akan mencapai 16 persen pada tahun 2030. Ia melanjutkan, selain masalah merokok, Saka Bakti Husada juga dapat membantu program-program lain seperti deteksi dan pemberian protein hewani bagi penderita stunting, edukasi imunisasi, serta pencegahan obesitas pada teman sebaya.
“Pesan kedua adalah mengenai ketahanan kesehatan. Saka Bakti Husada dilatih untuk menjadi tenaga kesehatan cadangan yang siap membantu saat terjadi bencana,” tambah Prof. Dante.
Diketahui, pada tanggal 17 Agustus 2022, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin telah meluncurkan program tenaga cadangan kesehatan di Jambore Nasional. Program ini melibatkan 3 ribu anggota Saka Bakti Husada Penegak dan 25 ribu anggota Saka Bakti Husada Pandega.
“Para anggota Saka Bakti Husada harus dilatih agar siap memberikan bantuan saat terjadi bencana. Keterlibatan seluruh jajaran kesehatan dalam pengembangan Saka Bakti Husada sangat penting dan perlu dilakukan oleh semua pihak, termasuk Dinas Kesehatan, unit pelaksana teknis bidang kesehatan, dan masyarakat secara luas,” tegas Prof Dante.
Berbagai kecakapan khusus yang terhimpun dalam Saka Bakti Husada perlu terus diperbarui agar sesuai dengan perubahan zaman dan perkembangan program kesehatan yang sedang berlangsung.
Dengan memegang teguh 6 dari 32 kecakapan khusus, diharapkan Saka Bakti Husada dapat terus berkontribusi dalam meningkatkan kesehatan masyarakat dan berperan penting sebagai agen perubahan, penyambung informasi, edukator, dan pendamping masyarakat dalam pencegahan penyakit serta mengedepankan perilaku hidup sehat.
Sejak tahun 1985, peran Saka Bakti Husada dalam pembangunan kesehatan telah bertransformasi menjadi kader kesehatan bangsa. Pramuka Saka Bhakti Husada telah berkontribusi dalam upaya menyehatkan bangsa, dimulai dengan menjadi kader kesehatan di lingkungan keluarga.
Saka Bakti Husada hadir sebagai kader penggerak pembangunan kesehatan melalui kegiatan kreatif dan inovatif yang mendorong peningkatan kesehatan masyarakat.
Tema peringatan Hari Saka Bakti Husada ke-38 adalah ‘Saka Bakti Husada Tumbuh dan Tangguh Membangun Kesehatan Bangsa’.
“Diharapkan tema ini tidak hanya menjadi slogan, tetapi juga menjadi motivasi untuk aktif berperan dalam mewujudkan Indonesia yang sehat,” pungkas Prof. Dante.












Discussion about this post