• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
12 Mei 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home SUSTAINABILITY KESEHATAN

Pemerintah Targetkan Indonesia 75 Persen Bebas Malaria pada 2024

by SDGS Admin
1 Juli 2023
Pemerintah Targetkan Indonesia 75 Persen Bebas Malaria pada 2024
52
SHARES
322
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

BOGOR, KabarSDGs – Program penanggulangan malaria telah mencapai keberhasilan di seluruh dunia dengan target eliminasi pada tahun 2030. Di Indonesia, Kabupaten Sorong Selatan di Provinsi Papua Barat menjadi kabupaten pertama yang berhasil bebas dari penularan malaria.

Pada bulan Mei lalu, sudah ada 5 provinsi dan 9 kabupaten/kota di Indonesia yang dinyatakan bebas malaria, sehingga total sementara eliminasi malaria hingga April 2023 mencapai 5 provinsi dan 381 kabupaten/kota, setara dengan 67% dari total 514 kabupaten/kota. Hal ini diungkapkan oleh Elisabeth Farah Novita Coutrier, Kepala Pusat Riset Biologi Molekuler (PRBM) Eijkman BRIN, dalam sebuah webinar yang diadakan oleh PRBM Eijkman BRIN pada tanggal 27 Juni secara daring.

BACA JUGA

Kemenhub dan BRIN Bangun Teknologi Smart Buoy Untuk Navigasi Pelayaran

Kemenhub dan BRIN Bangun Teknologi Smart Buoy Untuk Navigasi Pelayaran

15 Februari 2026
Otorita IKN dan BRIN Kolaborasi Kaji Penamaan Rupa Bumi di Nusantara

Otorita IKN dan BRIN Kolaborasi Kaji Penamaan Rupa Bumi di Nusantara

21 Oktober 2025
YKAN dan BRIN Kerja Sama terkait Program Restorasi Ekosistem Gambut di Kalimantan Barat

YKAN dan BRIN Kerja Sama terkait Program Restorasi Ekosistem Gambut di Kalimantan Barat

4 Agustus 2023

Menurut Elisabeth, Kementerian Kesehatan Indonesia menargetkan agar 75% wilayah di negara ini bebas dari malaria pada tahun 2024.

“Meskipun telah dilakukan upaya besar-besaran untuk memberantas malaria di seluruh negeri, masih terjadi penularan di beberapa daerah,” ujarnya dalam siaran tertulisnya.

Ia menerangkan, terdapat juga bukti meningkatnya resistensi obat antimalaria dan resistensi nyamuk vektor terhadap insektisida yang ada.

“Oleh karena itu, diperlukan penyesuaian substansial dan penguatan sistem yang ada guna mencapai tujuan eliminasi malaria di Indonesia,” ungkapnya.

Elisabeth juga menyampaikan, diperlukan inovasi baru dan penelitian mengenai nyamuk vektor, status insektisida, serta tantangan baru yang dihadapi di daerah yang telah dinyatakan bebas malaria.

“Selain itu, efektivitas obat antimalaria untuk pengobatan cepat setiap kasus juga perlu ditingkatkan dalam upaya mencapai tujuan eliminasi malaria di Indonesia,” terangnya.

Dalam kesempatan yang sama, Syafruddin, Visiting Researcher di PRBM Eijkman, juga menyampaikan gambaran tentang menuju eliminasi malaria pada tahun 2030. Menurutnya, sebelum tahun 2009, Indonesia masih fokus pada pengendalian malaria, yaitu mengurangi jumlah kasus infeksi agar tidak menjadi masalah kesehatan masyarakat. Pada tahun 2009, Indonesia mengadopsi program eliminasi malaria dengan tujuan mengurangi atau mencegah penularan, dengan harapan pada tahun 2030 tidak ada lagi penularan malaria di Indonesia.

“Bahkan pada tahun 2050, diharapkan dapat mencapai eradikasi malaria, di mana penularan dan kasusnya menjadi nol,” jelasnya.

Syafruddin menjelaskan, data mengenai kasus malaria selalu diperbarui setiap tahun oleh WHO. Pada tahun 2020, terdapat sekitar 247.000 kasus malaria di seluruh dunia, dengan jumlah terbanyak terjadi di Afrika, Asia Tenggara, dan Asia Selatan.

“Indonesia juga termasuk negara yang perlu diperhatikan, terutama Provinsi Papua, Papua Barat, dan Nusa Tenggara Timur, yang memiliki angka kejadian malaria yang mengkhawatirkan,” pungkasnya.

Share21SendTweet13
Previous Post

Pelaku UMKM Harus Jaga Data Digital untuk Menghindari Kejahatan Cyber

Next Post

Update Dampak Gempa DIY: 1 Meninggal dan 106 KK Terdampak

Next Post
Update Dampak Gempa DIY: 1 Meninggal dan 106 KK Terdampak

Update Dampak Gempa DIY: 1 Meninggal dan 106 KK Terdampak

Pertamina Salurkan 3478 Hewan Kurban dalam Perayaan Iduladha Tahun Ini

Pertamina Salurkan 3478 Hewan Kurban dalam Perayaan Iduladha Tahun Ini

Discussion about this post

NEWS UPDATE

Chaideer Mahyuddin Raih APFI 2026 Lewat Foto Lingkungan

Chaideer Mahyuddin Raih APFI 2026 Lewat Foto Lingkungan

12 Mei 2026
Festival Egrang Ledokombo Kembali Meriah

Festival Egrang Ledokombo Kembali Meriah

12 Mei 2026
Abrasi Ancam Jembatan Air Martan di Seluma

Abrasi Ancam Jembatan Air Martan di Seluma

12 Mei 2026
Gebyar TK Pekanbaru Meriahkan Hari Kartini

Gebyar TK Pekanbaru Meriahkan Hari Kartini

12 Mei 2026
BPDP Promosikan Produk UMKM Sawit di PALMEX 2026

BPDP Promosikan Produk UMKM Sawit di PALMEX 2026

11 Mei 2026

POPULAR

  • Titik Longsor Jalan Lintas Curup-Lebong Mulai Diperbaiki Dengan Anggaran Rp 200 Miliar

    Titik Longsor Jalan Lintas Curup-Lebong Mulai Diperbaiki Dengan Anggaran Rp 200 Miliar

    93 shares
    Share 37 Tweet 23
  • PTPN IV PalmCo Perkuat Transisi Energi Hijau Lewat Pembangunan 16 Pabrik CBG

    34 shares
    Share 14 Tweet 9
  • Izin Bus ALS Berpotensi Dicabut Kemenhub

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • BPDP Promosikan Produk UMKM Sawit di PALMEX 2026

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
  • Surabaya Perkuat Wisata Event Lewat HJKS 2026

    18 shares
    Share 7 Tweet 5

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.