• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
22 Juni 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home SUSTAINABILITY KESEHATAN

Pentingnya Pencegahan dalam Mengatasi Permasalahan Polusi Udara untuk Kesehatan Masyarakat

by SDGS Admin
6 April 2023
Pentingnya Pencegahan dalam Mengatasi Permasalahan Polusi Udara untuk Kesehatan Masyarakat
34
SHARES
212
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

JAKARTA, KabarSDGs – Polusi udara menjadi masalah lingkungan yang berdampak pada kesehatan manusia. Pasalnya, ada sejumlah penyakit respirasi yang diakibatkan polusi udara dengan prevalensi tinggi.

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan, pemerintah terus mendorong upaya promotif preventif untuk mencegah masyarakat mengalami dampak dari polusi udara. Menurutnya, ada empat faktor risiko penyakit paru yang pertama adalah polusi udara, riwayat merokok, infeksi berulang dan genetik, dimana polusi udara menyumbang 15-30 persen.

BACA JUGA

Aksi Peringatan Hari Kesehatan Nasional: Hentikan Kompromi dengan Korporasi Rokok

Aksi Peringatan Hari Kesehatan Nasional: Hentikan Kompromi dengan Korporasi Rokok

12 November 2025
Gapokin Gelar Pemeriksaan Mata Gratis Bagi Pelajar dan Guru di Tanjungpinang

Gapokin Gelar Pemeriksaan Mata Gratis Bagi Pelajar dan Guru di Tanjungpinang

23 September 2025
Kaos kesehatan Relive mulai dipasarkan di Indonesia

Kaos kesehatan Relive mulai dipasarkan di Indonesia

20 Agustus 2025

”Upaya-upaya dilakukan dengan melibatkan lintas sektor. Karena ini permasalahan lingkungan dan kita ada di dalamnya dan ini harus diatasi bersama-sama. Kita berharap anak anak kita generasi masa depan tetap dapat menghirup udara segar dan sehat serta anak anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal,” ujar Menkes Budi dalam siaran tertulisnya.

Sementara itu, Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia sekaligus Guru Besar Bidang Pulmonologi dan Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Prof. dr. Agus Dwi Susanto menekankan, pentingnya pencegahan dalam upaya mengatasi permasalahan polusi udara.

”Polusi udara terbukti menimbulkan masalah respirasi dan pernapasan. Upaya pencegahan dengan menurunkan polusi udara harus dilakukan semua pihak sehingga kasus respirasi dapat dikurangi,” terangnya.

Agus menjelaskan, pemerintah dan masyarakat harus memahami terkait kualitas udara yang baik untuk kesehatan paru yang lebih baik.

Co-Founder Bicara Udara Novita Natalia mengatakan, permasalahan polusi udara tidak bisa ditangani oleh satu atau dua pihak saja, melainkan butuh kerja sama dari semua elemen, termasuk masyarakat.

”Kami melihat kondisi ini sebagai panggilan bagi semua pihak untuk terus meningkatkan kesadaran tentang pentingnya udara bersih. Dalam menghadapi tantangan ini, sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak terkait menjadi kunci utama dalam menciptakan udara bersih dan kehidupan yang lebih sehat bagi seluruh warga Indonesia,” terang Novita.

Ia menambahkan, dalam upaya menciptakan perubahan nyata, Bicara Udara terus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menyuarakan hak atas udara bersih dan mempengaruhi kebijakan serta penegakan udara bersih di Indonesia.

Saat ini, kajian terus dilaksanakan dan pemerintah bersama komunitas dan lintas sektor terkait akan menyusun upaya pencegahan krisis polusi udara perkotaan di Indonesia.

Diketahui, berdasarkan data Global Burden Diseases 2019 Diseases and Injuries Collaborators terdapat 5 penyakit respirasi penyebab kematian tertinggi di dunia, yakni penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), pneumonia, kanker paru, tuberkulosis, dan asma.

Dari data tersebut menunjukkan PPOK memiliki jumlah 209 kejadian dengan 3,2 juta kematian, Pneumonia 6.300 kejadian dengan 2,6 juta kematian, kanker paru 29 kejadian dengan 1,8 juta kematian, tuberkulosis 109 kejadian dengan 1,2 juta kematian, dan asma 477 kejadian dengan 455 ribu kematian.

Sementara di Indonesia, dari 10 penyakit dengan kasus terbanyak 4 di antaranya merupakan penyakit respirasi, antara lain PPOK 145 kejadian dengan 78,3 ribu kematian, kanker paru 18 kejadian dengan 28,6 ribu kematian, pneumonia 5.900 kejadian dengan 52,5 ribu kematian, dan asma 504 kejadian dengan 27,6 ribu kematian.

Tak hanya berdampak pada kesehatan masyarakat, penyakit respirasi juga memberikan tekanan pada anggaran BPJS untuk menanggung biaya pengobatan penyakit akibat polusi udara. Faktor risiko polusi udara terhadap penyakit respirasi ini pun cukup tinggi. PPOK memiliki risiko 36,6%, pneumonia 32%, asma 27,95%, kanker paru 12,5%, dan tuberkulosis 12,2%.

Menurut data BPJS Kesehatan, selama periode 2018-2022, anggaran yang ditanggung untuk penyakit respirasi juga mencapai angka yang signifikan dan memiliki kecenderungan peningkatan tiap tahunnya. Pneumonia menelan biaya sebesar Rp. 8,7 triliun, tuberkulosis Rp. 5,2 triliun, PPOK Rp. 1,8 triliun, asma Rp 1,4 triliun, dan kanker paru Rp. 766 miliar.

Share14SendTweet9
Previous Post

Presiden Jokowi Dorong Petani Padi Gunakan Pupuk Organik Lokal

Next Post

BRIN Lakukan Kerja Sama dengan Universitas Sangga Buana untuk Mewujudkan Kendaraan Otonom Level 4

Next Post
BRIN Lakukan Kerja Sama dengan Universitas Sangga Buana untuk Mewujudkan Kendaraan Otonom Level 4

BRIN Lakukan Kerja Sama dengan Universitas Sangga Buana untuk Mewujudkan Kendaraan Otonom Level 4

Sinar Mas Land Implementasikan Prinsip ESG di Setiap Proses Bisnis

Sinar Mas Land Implementasikan Prinsip ESG di Setiap Proses Bisnis

Discussion about this post

NEWS UPDATE

Gelar RUPS Tahunan, PT Jasamarga Jogja Solo Laporkan Pencapaian Kinerja Positif Tahun 2025

Gelar RUPS Tahunan, PT Jasamarga Jogja Solo Laporkan Pencapaian Kinerja Positif Tahun 2025

22 Juni 2026
Duta Denpasar Tampil Memikat di PKB 2026

Duta Denpasar Tampil Memikat di PKB 2026

22 Juni 2026
Jasa Marga Ajak Pengguna Jalan Agar Mangkat Mulih Seneng Selamat

Jasa Marga Ajak Pengguna Jalan Agar Mangkat Mulih Seneng Selamat

22 Juni 2026
ASDP dan UNIMED Perkuat Kapasitas Perempuan Pesisir Dukung Ekonomi Daerah

ASDP dan UNIMED Perkuat Kapasitas Perempuan Pesisir Dukung Ekonomi Daerah

22 Juni 2026
RUPS Tetapkan Susunan Direksi Baru PLN

RUPS Tetapkan Susunan Direksi Baru PLN

22 Juni 2026

POPULAR

  • Cargill Raih Gold Award ISDA Berkat Program Rumah Kompos 5R di Gresik

    Cargill Raih Gold Award ISDA Berkat Program Rumah Kompos 5R di Gresik

    488 shares
    Share 195 Tweet 122
  • Minamas Plantation Berbagi dengan Anak Yatim di Pekanbaru

    458 shares
    Share 183 Tweet 115
  • Bank Muamalat Gelar Muamalah Executive Class Bahas Perjalanan Finansial dan Spiritual Menuju Baitullah

    450 shares
    Share 180 Tweet 113
  • PTBA Buka Pendaftaran Program BIDIKSIBA 2026

    454 shares
    Share 182 Tweet 114
  • Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    728 shares
    Share 291 Tweet 182

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.