• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
9 Agustus 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home SUSTAINABILITY EKONOMI

Presiden Jokowi Dorong Petani Padi Gunakan Pupuk Organik Lokal

by SDGS Admin
6 April 2023
Presiden Jokowi Dorong Petani Padi Gunakan Pupuk Organik Lokal
32
SHARES
202
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

TUBAN, KabarSDGs – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mendorong petani padi menggunakan pupuk organik lokal untuk mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia serta dapat menekan biaya.

“Ya, hari ini kita mulai menanam seperti di daerah-daerah yang lain. Setelah panen, tidak diberi jeda karena masih ada air banyak, segera ditanam dan yang saya senang di sini memakai pupuk organik yang dilakukan oleh Serikat Petani Indonesia,” kata Jokowi dalam dalam keterwngan resminya usai menanam padi bersama petani di Tuban, Jawa Timur, Kamis (06/04/2023).

BACA JUGA

Aceh Mulai Tanam Padi Pascabencana di Aceh Tamiang

Aceh Mulai Tanam Padi Pascabencana di Aceh Tamiang

6 Juli 2026
PHC Tingkatkan Pertumbuhan Kopi di Lampung Barat

PHC Tingkatkan Pertumbuhan Kopi di Lampung Barat

2 Juli 2026
Banyuasin Optimistis Lampaui Satu Juta Ton Padi

Banyuasin Optimistis Lampaui Satu Juta Ton Padi

21 Mei 2026

Presiden Jokowi menjelaskan, petani di Tuban sudah tiga tahun terakhir menanam dengan pupuk organik lokal di lahan 1.000 hektare, dan ternyata mampu menekan biaya produksi.

“Semuanya organik dan biaya untuk pupuknya yang biasanya per hektare bisa 5 juta sampai 6 juta per hektare. di sini hanya antara 100.000 dan 500.000 per hektare,” ungkapnya.

Menurut Jokowi, jika hal tersebut dikembangkan di daerah lain, layaknya dilakukan Serikat Petani Indonesia, maka akan banyak mengurangi biaya dan ketergantungan terhadap pupuk kimia.

“Ini akan banyak mengurangi cost (biaya) yang harus dikeluarkan petani dan tidak ketergantungan kepada pupuk-pupuk kimia, (tidak) tergantung pada industri pupuk kimia, (tidak) tergantung pada impor bahan baku dari pupuk-pupuk kimia yang sekarang ini terjadi. Jangan sampai ada keluhan ‘wah Pak pupuknya sulit’,” imbuhnya.

Jokowi juga mengapresiasi apa yang dimulai Serikat Petani Indonesia dengan menggunakan pupuk organik lokal, di tengah sulitnya memperoleh pupuk dunia.

“Saya kira bagus sekali dan hasilnya, hasilnya juga di awal memang agak turun sedikit, tetapi setelah itu meningkat malahan. Ini yang bagus,” terangnya.

Jokowi juga telah memerintahkan kepada Menteri Pertanian untuk mengembangkan penggunaan pupuk organik di provinsi lain.

Akan tetapi, lanjutnya, setiap petani harus memiliki setidaknya dua ekor sapi untuk bisa memproduksi sendiri pupuk organik dari kotoran sapi.

“Di sini sudah. Di daerah yang lain ini nanti tugasnya Kementerian Pertanian untuk mencukupi itu sehingga bisa dipakai untuk membikin pupuk organik. Yang saya senang juga harga gabah di petani dibanding tahun yang lalu jauh lebih baik pada hari ini. Petani mestinya senang,” pungkas Presiden Jokowi.

Share13SendTweet8
Previous Post

Ikatan Istri Karyawan Pegadaian Berbagi di Panti Asuhan Anak Nurul Jannah Jakarta

Next Post

Pentingnya Pencegahan dalam Mengatasi Permasalahan Polusi Udara untuk Kesehatan Masyarakat

Next Post
Pentingnya Pencegahan dalam Mengatasi Permasalahan Polusi Udara untuk Kesehatan Masyarakat

Pentingnya Pencegahan dalam Mengatasi Permasalahan Polusi Udara untuk Kesehatan Masyarakat

BRIN Lakukan Kerja Sama dengan Universitas Sangga Buana untuk Mewujudkan Kendaraan Otonom Level 4

BRIN Lakukan Kerja Sama dengan Universitas Sangga Buana untuk Mewujudkan Kendaraan Otonom Level 4

Discussion about this post

NEWS UPDATE

547 Nelayan Kutai Timur Kantongi e-Pas Kecil

547 Nelayan Kutai Timur Kantongi e-Pas Kecil

9 Agustus 2026
PLN Beri Pengalaman Belajar untuk Anak

PLN Beri Pengalaman Belajar untuk Anak

9 Agustus 2026
Teh Ong Diolah jadi Minuman Kekinian Bali

Teh Ong Diolah jadi Minuman Kekinian Bali

9 Agustus 2026
Wamena Punya Potensi Besar jadi Destinasi Wisata Unggulan

Wamena Punya Potensi Besar jadi Destinasi Wisata Unggulan

9 Agustus 2026
2000 Pelari Ramaikan QRIS Summer Run Bali 2026

2000 Pelari Ramaikan QRIS Summer Run Bali 2026

9 Agustus 2026

POPULAR

  • Kemenpar Perkuat Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Indonesia

    Kemenpar Perkuat Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Indonesia

    1505 shares
    Share 602 Tweet 376
  • Minamas Plantation Berbagi dengan Anak Yatim di Pekanbaru

    1512 shares
    Share 605 Tweet 378
  • BPKH Salurkan Bingkisan Lebaran Untuk 100 Anak Yatim Di Malang

    1492 shares
    Share 597 Tweet 373
  • Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    1792 shares
    Share 717 Tweet 448
  • PTBA Buka Pendaftaran Program BIDIKSIBA 2026

    1511 shares
    Share 604 Tweet 378

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.