• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
14 September 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home SUSTAINABILITY EKONOMI

Presiden Jokowi Dorong Petani Padi Gunakan Pupuk Organik Lokal

by SDGS Admin
6 April 2023
Presiden Jokowi Dorong Petani Padi Gunakan Pupuk Organik Lokal
32
SHARES
203
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

TUBAN, KabarSDGs – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mendorong petani padi menggunakan pupuk organik lokal untuk mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia serta dapat menekan biaya.

“Ya, hari ini kita mulai menanam seperti di daerah-daerah yang lain. Setelah panen, tidak diberi jeda karena masih ada air banyak, segera ditanam dan yang saya senang di sini memakai pupuk organik yang dilakukan oleh Serikat Petani Indonesia,” kata Jokowi dalam dalam keterwngan resminya usai menanam padi bersama petani di Tuban, Jawa Timur, Kamis (06/04/2023).

BACA JUGA

Dengan Padi Tabela Pertanian Modern Diterapkan di Cianjur

Dengan Padi Tabela Pertanian Modern Diterapkan di Cianjur

10 September 2026
Aceh Mulai Tanam Padi Pascabencana di Aceh Tamiang

Aceh Mulai Tanam Padi Pascabencana di Aceh Tamiang

6 Juli 2026
PHC Tingkatkan Pertumbuhan Kopi di Lampung Barat

PHC Tingkatkan Pertumbuhan Kopi di Lampung Barat

2 Juli 2026

Presiden Jokowi menjelaskan, petani di Tuban sudah tiga tahun terakhir menanam dengan pupuk organik lokal di lahan 1.000 hektare, dan ternyata mampu menekan biaya produksi.

“Semuanya organik dan biaya untuk pupuknya yang biasanya per hektare bisa 5 juta sampai 6 juta per hektare. di sini hanya antara 100.000 dan 500.000 per hektare,” ungkapnya.

Menurut Jokowi, jika hal tersebut dikembangkan di daerah lain, layaknya dilakukan Serikat Petani Indonesia, maka akan banyak mengurangi biaya dan ketergantungan terhadap pupuk kimia.

“Ini akan banyak mengurangi cost (biaya) yang harus dikeluarkan petani dan tidak ketergantungan kepada pupuk-pupuk kimia, (tidak) tergantung pada industri pupuk kimia, (tidak) tergantung pada impor bahan baku dari pupuk-pupuk kimia yang sekarang ini terjadi. Jangan sampai ada keluhan ‘wah Pak pupuknya sulit’,” imbuhnya.

Jokowi juga mengapresiasi apa yang dimulai Serikat Petani Indonesia dengan menggunakan pupuk organik lokal, di tengah sulitnya memperoleh pupuk dunia.

“Saya kira bagus sekali dan hasilnya, hasilnya juga di awal memang agak turun sedikit, tetapi setelah itu meningkat malahan. Ini yang bagus,” terangnya.

Jokowi juga telah memerintahkan kepada Menteri Pertanian untuk mengembangkan penggunaan pupuk organik di provinsi lain.

Akan tetapi, lanjutnya, setiap petani harus memiliki setidaknya dua ekor sapi untuk bisa memproduksi sendiri pupuk organik dari kotoran sapi.

“Di sini sudah. Di daerah yang lain ini nanti tugasnya Kementerian Pertanian untuk mencukupi itu sehingga bisa dipakai untuk membikin pupuk organik. Yang saya senang juga harga gabah di petani dibanding tahun yang lalu jauh lebih baik pada hari ini. Petani mestinya senang,” pungkas Presiden Jokowi.

Share13SendTweet8
Previous Post

Ikatan Istri Karyawan Pegadaian Berbagi di Panti Asuhan Anak Nurul Jannah Jakarta

Next Post

Pentingnya Pencegahan dalam Mengatasi Permasalahan Polusi Udara untuk Kesehatan Masyarakat

Next Post
Pentingnya Pencegahan dalam Mengatasi Permasalahan Polusi Udara untuk Kesehatan Masyarakat

Pentingnya Pencegahan dalam Mengatasi Permasalahan Polusi Udara untuk Kesehatan Masyarakat

BRIN Lakukan Kerja Sama dengan Universitas Sangga Buana untuk Mewujudkan Kendaraan Otonom Level 4

BRIN Lakukan Kerja Sama dengan Universitas Sangga Buana untuk Mewujudkan Kendaraan Otonom Level 4

Discussion about this post

NEWS UPDATE

Menhub Dudy: Hari Kedua Pencarian, Penumpang Selamat KMP Virgo Transport 8 Berjumlah 108 Orang

Menhub Dudy: Hari Kedua Pencarian, Penumpang Selamat KMP Virgo Transport 8 Berjumlah 108 Orang

14 September 2026

Aceh Culinary Festival 2026 Perkuat Storytelling Kuliner Khas Aceh

14 September 2026
Dari Gampong Nusa hingga Museum Tsunami, Wamenpar Dorong Pariwisata Aceh yang Berkelanjutan

Dari Gampong Nusa hingga Museum Tsunami, Wamenpar Dorong Pariwisata Aceh yang Berkelanjutan

14 September 2026
Festival Nipah Dorong Ekonomi Budaya Suak Timah

Festival Nipah Dorong Ekonomi Budaya Suak Timah

13 September 2026
PIS Dorong Perlindungan Hiu Paus

PIS Dorong Perlindungan Hiu Paus

13 September 2026

POPULAR

  • Minamas Plantation Berbagi dengan Anak Yatim di Pekanbaru

    Minamas Plantation Berbagi dengan Anak Yatim di Pekanbaru

    2578 shares
    Share 1031 Tweet 645
  • Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    2896 shares
    Share 1158 Tweet 724
  • Kemenpar Perkuat Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Indonesia

    2568 shares
    Share 1027 Tweet 642
  • BPKH Salurkan Bingkisan Lebaran Untuk 100 Anak Yatim Di Malang

    2543 shares
    Share 1017 Tweet 636
  • Cargill Raih Gold Award ISDA Berkat Program Rumah Kompos 5R di Gresik

    2588 shares
    Share 1035 Tweet 647

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.