• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
23 Oktober 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home SUSTAINABILITY EKONOMI

Presiden Jokowi Dorong Petani Padi Gunakan Pupuk Organik Lokal

by SDGS Admin
6 April 2023
Presiden Jokowi Dorong Petani Padi Gunakan Pupuk Organik Lokal
33
SHARES
205
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

TUBAN, KabarSDGs – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mendorong petani padi menggunakan pupuk organik lokal untuk mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia serta dapat menekan biaya.

“Ya, hari ini kita mulai menanam seperti di daerah-daerah yang lain. Setelah panen, tidak diberi jeda karena masih ada air banyak, segera ditanam dan yang saya senang di sini memakai pupuk organik yang dilakukan oleh Serikat Petani Indonesia,” kata Jokowi dalam dalam keterwngan resminya usai menanam padi bersama petani di Tuban, Jawa Timur, Kamis (06/04/2023).

BACA JUGA

Dengan Padi Tabela Pertanian Modern Diterapkan di Cianjur

Dengan Padi Tabela Pertanian Modern Diterapkan di Cianjur

10 September 2026
Aceh Mulai Tanam Padi Pascabencana di Aceh Tamiang

Aceh Mulai Tanam Padi Pascabencana di Aceh Tamiang

6 Juli 2026
PHC Tingkatkan Pertumbuhan Kopi di Lampung Barat

PHC Tingkatkan Pertumbuhan Kopi di Lampung Barat

2 Juli 2026

Presiden Jokowi menjelaskan, petani di Tuban sudah tiga tahun terakhir menanam dengan pupuk organik lokal di lahan 1.000 hektare, dan ternyata mampu menekan biaya produksi.

“Semuanya organik dan biaya untuk pupuknya yang biasanya per hektare bisa 5 juta sampai 6 juta per hektare. di sini hanya antara 100.000 dan 500.000 per hektare,” ungkapnya.

Menurut Jokowi, jika hal tersebut dikembangkan di daerah lain, layaknya dilakukan Serikat Petani Indonesia, maka akan banyak mengurangi biaya dan ketergantungan terhadap pupuk kimia.

“Ini akan banyak mengurangi cost (biaya) yang harus dikeluarkan petani dan tidak ketergantungan kepada pupuk-pupuk kimia, (tidak) tergantung pada industri pupuk kimia, (tidak) tergantung pada impor bahan baku dari pupuk-pupuk kimia yang sekarang ini terjadi. Jangan sampai ada keluhan ‘wah Pak pupuknya sulit’,” imbuhnya.

Jokowi juga mengapresiasi apa yang dimulai Serikat Petani Indonesia dengan menggunakan pupuk organik lokal, di tengah sulitnya memperoleh pupuk dunia.

“Saya kira bagus sekali dan hasilnya, hasilnya juga di awal memang agak turun sedikit, tetapi setelah itu meningkat malahan. Ini yang bagus,” terangnya.

Jokowi juga telah memerintahkan kepada Menteri Pertanian untuk mengembangkan penggunaan pupuk organik di provinsi lain.

Akan tetapi, lanjutnya, setiap petani harus memiliki setidaknya dua ekor sapi untuk bisa memproduksi sendiri pupuk organik dari kotoran sapi.

“Di sini sudah. Di daerah yang lain ini nanti tugasnya Kementerian Pertanian untuk mencukupi itu sehingga bisa dipakai untuk membikin pupuk organik. Yang saya senang juga harga gabah di petani dibanding tahun yang lalu jauh lebih baik pada hari ini. Petani mestinya senang,” pungkas Presiden Jokowi.

Share13SendTweet8
Previous Post

Ikatan Istri Karyawan Pegadaian Berbagi di Panti Asuhan Anak Nurul Jannah Jakarta

Next Post

Pentingnya Pencegahan dalam Mengatasi Permasalahan Polusi Udara untuk Kesehatan Masyarakat

Next Post
Pentingnya Pencegahan dalam Mengatasi Permasalahan Polusi Udara untuk Kesehatan Masyarakat

Pentingnya Pencegahan dalam Mengatasi Permasalahan Polusi Udara untuk Kesehatan Masyarakat

BRIN Lakukan Kerja Sama dengan Universitas Sangga Buana untuk Mewujudkan Kendaraan Otonom Level 4

BRIN Lakukan Kerja Sama dengan Universitas Sangga Buana untuk Mewujudkan Kendaraan Otonom Level 4

Discussion about this post

NEWS UPDATE

Candi Muara Takus Didorong Jadi Destinasi Wisata Unggulan Riau

Candi Muara Takus Didorong Jadi Destinasi Wisata Unggulan Riau

23 Oktober 2026
Garden Fest Hadirkan Wisata Sawah dan Edukasi Pertanian di Surabaya

Garden Fest Hadirkan Wisata Sawah dan Edukasi Pertanian di Surabaya

23 Oktober 2026
BI Bali Raih Apresiasi Lewat Program Inovasi UMKM Hijau

BI Bali Raih Apresiasi Lewat Program Inovasi UMKM Hijau

22 Oktober 2026
Pemerintah Tambah Cadangan BBM Bali Menjadi 15 Hari

Pemerintah Tambah Cadangan BBM Bali Menjadi 15 Hari

22 Oktober 2026
Kemenhub Terus Melakukan Pengawasan Operasional Penerbangan di Tengah Dampak Karhutla

BMKG: Pemerintah Manfaatkan Dry Ice untuk Urai Kabut Asap Karhutla di Sumatra dan Kalimantan

22 Oktober 2026

POPULAR

  • BPKH Salurkan Bingkisan Lebaran Untuk 100 Anak Yatim Di Malang

    BPKH Salurkan Bingkisan Lebaran Untuk 100 Anak Yatim Di Malang

    3859 shares
    Share 1544 Tweet 965
  • Bank Muamalat Gelar Muamalah Executive Class Bahas Perjalanan Finansial dan Spiritual Menuju Baitullah

    3309 shares
    Share 1324 Tweet 827
  • Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    4247 shares
    Share 1699 Tweet 1062
  • PTBA Buka Pendaftaran Program BIDIKSIBA 2026

    3894 shares
    Share 1558 Tweet 974
  • Cargill Raih Gold Award ISDA Berkat Program Rumah Kompos 5R di Gresik

    3957 shares
    Share 1583 Tweet 989

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.