Karawang, Kabar SDGs – Sebanyak 105 santri dari jenjang pendidikan SMP hingga SMA di Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, mengikuti kegiatan Sertifikasi 100 Penghafal Al-Qur’an yang diselenggarakan di Masjid Besar Rengasdengklok pada Rabu (11/3/2026).
Kegiatan tersebut digelar oleh Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Besar Rengasdengklok bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Rengasdengklok dengan dukungan PT Intan Husada Rumah Sakit HASTIEN. Acara berlangsung khidmat dan penuh semangat sejak pukul 13.00 hingga menjelang waktu Maghrib.
Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Rengasdengklok, Adi Imron, secara resmi membuka kegiatan tersebut dan menyampaikan apresiasi atas antusiasme para santri yang mengikuti sertifikasi hafalan Al-Qur’an.
“Saya berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap Al-Qur’an,” ujarnya.
Turut hadir dalam kegiatan itu Ketua MUI Rengasdengklok, M Zainal Arifin, yang memberikan nasihat dan motivasi kepada para santri agar terus meningkatkan kualitas hafalan. Ia menekankan bahwa para penghafal Al-Qur’an tidak hanya dituntut untuk menghafal, tetapi juga memahami dan mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dalam kehidupan sehari-hari.
Ketua Panitia, Iwan Kurniawan, dalam laporannya menyampaikan bahwa peserta yang mengikuti kegiatan sertifikasi ini berjumlah 105 orang.
“Yang terdiri dari 41 peserta putra dan 64 peserta putri dari berbagai sekolah dan pondok pesantren di wilayah Rengasdengklok,” jelasnya.
Ketua DKM Masjid Besar Rengasdengklok sekaligus salah satu penguji hafalan, Iskandar Sulaeman, menyampaikan terima kasih kepada PT Intan Husada Rumah Sakit HASTIEN atas dukungan terhadap terselenggaranya kegiatan tersebut.
Dukungan tersebut diwujudkan melalui pembiayaan kegiatan, pemberian hadiah bagi peserta terbaik, penyaluran 100 mushaf Al-Qur’an hafalan, serta santunan kepada 100 santri peserta. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang turut membantu menyukseskan kegiatan ini.
Iskandar menjelaskan bahwa proses pengujian hafalan dipimpin langsung oleh Rahmatullah selaku penguji utama. Dalam kegiatan tersebut, Alfiyah, santri Pondok Pesantren Takwinul Ummah, berhasil meraih predikat terbaik pertama. Sementara peringkat kedua diraih oleh Zaskia Dewi dan peringkat ketiga oleh Indah Damayanti yang keduanya merupakan santri Pondok Pesantren Mandalla Khair sekaligus pelajar di MAN 4 Karawang.
Suasana kebersamaan juga terasa melalui partisipasi pelajar dari OSIS dan IRMA MAN 4 Karawang yang membagikan takjil kepada para peserta. Selain itu, Herlani Yasin turut memberikan hidangan berbuka serta uang tunai bagi peserta terbaik dan para santri lainnya.
Saat kepulangan, para peserta juga menerima nasi kotak yang dibagikan oleh Komunitas SEJUK sebagai bentuk dukungan terhadap para penghafal Al-Qur’an.
Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir generasi muda yang tidak hanya mampu menghafal Al-Qur’an, tetapi juga memahami serta mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya sehingga menjadi generasi Qur’ani yang membawa kebaikan bagi masyarakat.












Discussion about this post