Jakarta, Kabar SDGs – PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan berkolaborasi dengan PT Elnusa Petrofin Area Kalimantan menggelar simulasi Organisasi Keadaan Darurat (OKD) sebagai upaya memperkuat kesiapsiagaan dan koordinasi lintas pemangku kepentingan dalam menghadapi potensi insiden di jalur distribusi energi. Simulasi tersebut dilaksanakan di Jalan Panorama Baru, kawasan PT Kilang Pertamina Internasional Unit Balikpapan.
Latihan ini mensimulasikan kondisi darurat berupa mobil tangki yang kehilangan kendali akibat komponen draglink terlepas hingga menabrak tiang. Skenario tersebut dirancang untuk menguji kecepatan respons, pengamanan lokasi kejadian, evakuasi korban, serta efektivitas koordinasi penanganan darurat secara terpadu.
Kegiatan simulasi melibatkan berbagai unsur, mulai dari tim Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, PT Elnusa Petrofin Area Kalimantan, Polsek Balikpapan Tengah, Rumah Sakit Siloam, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, hingga dukungan PT Kilang Pertamina Internasional Unit Balikpapan dan Integrated Terminal Balikpapan.
Analyst I Fire & Safety Project Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Ade Lutfi, mengatakan simulasi ini menjadi momentum penting dalam peningkatan kesiapan operasional, sekaligus bagian dari rangkaian peringatan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
“Ini merupakan simulasi pertama sejak kerja sama Pertamina Patra Niaga dengan Elnusa Petrofin dimulai pada 2007. Kegiatan ini krusial untuk melatih keterampilan teknis, kesiapsiagaan, serta komunikasi seluruh pihak dalam menghadapi kondisi darurat,” ujar Ade, Selasa (3/2/2026).
Menurut Ade, latihan tersebut bertujuan memastikan setiap unsur memahami peran, tanggung jawab, dan prosedur penanganan insiden, sehingga respons di lapangan dapat berjalan cepat, tepat, dan aman sesuai standar keselamatan.
Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, menegaskan bahwa kolaborasi lintas pemangku kepentingan menjadi kunci utama dalam menjaga keselamatan operasional dan kelancaran distribusi energi.
“Simulasi OKD ini merupakan wujud komitmen Pertamina dalam memperkuat budaya keselamatan, khususnya di jalur distribusi BBM. Dengan latihan bersama, koordinasi dan kecepatan respons seluruh pihak dapat terus ditingkatkan,” kata Edi.
Ke depan, Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan merencanakan pelaksanaan simulasi serupa secara berkelanjutan sepanjang 2026 di seluruh wilayah kerjanya. Beberapa lokasi yang telah direncanakan antara lain Integrated Terminal Pontianak, Banjarmasin, dan Samarinda, sebagai bagian dari upaya menjaga keandalan dan keselamatan distribusi energi di Kalimantan.












Discussion about this post