• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
25 Oktober 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home SUSTAINABILITY EKONOMI

Pertamina Perkuat Bioenergi Berbasis Sawit

by SDGS Admin
25 Juli 2026
Pertamina Perkuat Bioenergi Berbasis Sawit
19
SHARES
120
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

Jakarta, Kabar SDGs – PT Pertamina (Persero) menegaskan komitmennya untuk mendukung target pemerintah dalam mengurangi impor bahan bakar minyak (BBM) melalui pengembangan bioenergi berbasis kelapa sawit. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya dalam negeri.

Komitmen tersebut disampaikan Wakil Direktur Utama Pertamina, Oki Muraza, saat menghadiri Pekan Riset Sawit Indonesia 2026, Senin (20/7/2026). Menurutnya, pemanfaatan bioenergi dari sawit merupakan solusi yang dapat menjawab kebutuhan energi nasional yang hingga kini masih bergantung pada impor minyak mentah dan produk BBM.

BACA JUGA

Pertamina Latih 107 UMKM Kalimantan Kelola Arus Kas Usaha

Pertamina Latih 107 UMKM Kalimantan Kelola Arus Kas Usaha

23 Oktober 2026
Pertamina Dampingi Nelayan Bali Lestarikan Penyu Lekang di Pantai Biaung

Pertamina Dampingi Nelayan Bali Lestarikan Penyu Lekang di Pantai Biaung

21 Oktober 2026
Pertamina Tingkatkan Layanan BBM Untuk Percepat Pemulihan Di Bali

Pertamina Tingkatkan Layanan BBM Untuk Percepat Pemulihan Di Bali

17 Oktober 2026

“Jawabannya ada di depan mata kita. Dengan sumber daya CPO (Crude Palm Oil) dan Tandan Kosong Sawit, kita harus mampu mengubahnya menjadi energi,” ujar Oki.

Dalam paparannya, Oki menjelaskan terdapat tiga potensi utama bioenergi dalam mendukung ketahanan energi nasional. Pertama, Indonesia memiliki ketersediaan biomassa yang melimpah. Kedua, bioenergi berperan penting dalam mendukung ketahanan energi sekaligus mempercepat upaya dekarbonisasi, khususnya di sektor transportasi. Ketiga, pengembangan bioenergi mampu mendorong terciptanya ekonomi sirkular yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Menurutnya, keberhasilan transisi energi tidak dapat dilakukan oleh Pertamina sendiri, melainkan membutuhkan penguatan seluruh ekosistem biofuel mulai dari penyediaan bahan baku, pengembangan teknologi di kilang, hingga distribusi kepada masyarakat.

Sebagai langkah nyata, Pertamina telah menjalankan program biodiesel B50 yang menjadikan Indonesia sebagai negara dengan penggunaan biodiesel terbesar di dunia. Saat ini, distribusi biodiesel tersebut telah menjangkau 86 dari 121 Terminal BBM milik Pertamina di berbagai wilayah Indonesia.

Selain biodiesel, Pertamina juga mengembangkan fasilitas produksi bioetanol di Glenmore dengan kapasitas 30 ribu kiloliter per tahun. Proyek tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung target pencampuran bahan bakar E10 sesuai peta jalan yang telah ditetapkan pemerintah.

Di samping pemanfaatan Crude Palm Oil (CPO), Pertamina mulai mengembangkan potensi Tandan Kosong Sawit (TKS) yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Dengan potensi mencapai sekitar 25 juta ton per tahun, limbah sawit tersebut dinilai memiliki peluang besar untuk diolah menjadi bioetanol.

“Tantangan kita sekarang ada di hilirisasi. Bagaimana TKS ini bisa kita pecah menjadi glukosa lalu menjadi bioetanol. Kalau inisiatif ini berhasil, maka tidak ada lagi limbah yang sia-sia,” jelas Oki.

Untuk mendukung pengembangan energi hijau, Pertamina juga terus meningkatkan kapasitas infrastruktur kilangnya. Saat ini perusahaan mendukung pembangunan Dedicated Green Refinery di Cilacap. Sebelumnya, teknologi coprocessing telah diterapkan secara komersial di Kilang Cilacap dan kini sedang memasuki tahap uji coba di Kilang Balongan serta Dumai.

Di akhir pemaparannya, Oki menegaskan bahwa keberhasilan mewujudkan kemandirian energi nasional membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah, dunia usaha, lembaga keuangan, akademisi, hingga masyarakat.

“Ini semua membutuhkan kerja sama. Tidak bisa hanya mengandalkan industri, namun harus ada sinergi antara Pemerintah, perbankan, akademisi, dan masyarakat. Tujuannya satu, mewujudkan kemandirian energi dan mengurangi beban devisa negara,” tutupnya.

Share8SendTweet5
Previous Post

IDCloudHost Perkuat Layanan Keamanan Siber

Next Post

DBS Indonesia Tanamkan Cinta Sejarah, Ajak Anak Komunitas Pekerja Sampah ke Kota Tua

Next Post
Exploration Day

DBS Indonesia Tanamkan Cinta Sejarah, Ajak Anak Komunitas Pekerja Sampah ke Kota Tua

Kementerian PU Pastikan Konektivitas Masyarakat di Aceh Segera Pulih

Kementerian PU Pastikan Konektivitas Masyarakat di Aceh Segera Pulih

Discussion about this post

NEWS UPDATE

Festival Musik Tradisi Indonesia 2026 Perkuat Pelestarian Gamelan di Wonosobo

Festival Musik Tradisi Indonesia 2026 Perkuat Pelestarian Gamelan di Wonosobo

23 Oktober 2026
Pertamina Latih 107 UMKM Kalimantan Kelola Arus Kas Usaha

Pertamina Latih 107 UMKM Kalimantan Kelola Arus Kas Usaha

23 Oktober 2026
Candi Muara Takus Didorong Jadi Destinasi Wisata Unggulan Riau

Candi Muara Takus Didorong Jadi Destinasi Wisata Unggulan Riau

23 Oktober 2026
Garden Fest Hadirkan Wisata Sawah dan Edukasi Pertanian di Surabaya

Garden Fest Hadirkan Wisata Sawah dan Edukasi Pertanian di Surabaya

23 Oktober 2026
BI Bali Raih Apresiasi Lewat Program Inovasi UMKM Hijau

BI Bali Raih Apresiasi Lewat Program Inovasi UMKM Hijau

22 Oktober 2026

POPULAR

  • BPKH Salurkan Bingkisan Lebaran Untuk 100 Anak Yatim Di Malang

    BPKH Salurkan Bingkisan Lebaran Untuk 100 Anak Yatim Di Malang

    3910 shares
    Share 1564 Tweet 978
  • PTBA Buka Pendaftaran Program BIDIKSIBA 2026

    3946 shares
    Share 1578 Tweet 987
  • Cargill Raih Gold Award ISDA Berkat Program Rumah Kompos 5R di Gresik

    4008 shares
    Share 1603 Tweet 1002
  • Minamas Plantation Berbagi dengan Anak Yatim di Pekanbaru

    3971 shares
    Share 1588 Tweet 993
  • Bank Muamalat Gelar Muamalah Executive Class Bahas Perjalanan Finansial dan Spiritual Menuju Baitullah

    3360 shares
    Share 1344 Tweet 840

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.