Agam, Kabar SDGs – Penanganan darurat banjir bandang di Kecamatan Palembayan mendapat perhatian langsung dari Bupati Agam, Benni Warlis, yang meninjau sejumlah lokasi terdampak di Salareh Aia Timur pada Sabtu (29/11/2025). Kunjungan itu dilakukan untuk memastikan seluruh langkah penyelamatan dan layanan dasar bagi warga berjalan cepat dan sesuai kebutuhan di lapangan.
Bupati memulai tinjauan dari Masjid Nurul Hikmah, tempat proses identifikasi jenazah dilakukan. Tim Disdukcapil Agam mengurus pencatatan identitas para korban agar administrasi keluarga terdampak dapat segera diselesaikan. Sementara itu, korban luka berat diterbangkan menggunakan helikopter Basarnas menuju RSUD Lubuk Basung untuk mendapatkan penanganan intensif.
Tinjauan berlanjut ke Puskesmas Koto Alam dan Posko Pengungsian SDN 07 Koto Alam, yang menjadi pusat layanan kesehatan dan penyaluran bantuan bagi para penyintas. Pada kesempatan tersebut, Bupati menyerahkan bantuan logistik berupa bahan makanan, selimut, dan kebutuhan darurat lainnya kepada warga yang mengungsi.
Bupati Benni Warlis juga mengunjungi wilayah Subarang Aia, salah satu titik terparah yang dilanda banjir bandang. Tokoh masyarakat, Datuak Bandaro Batuah, menyampaikan informasi bahwa sekitar 200 KK masih terisolasi akibat jembatan utama yang terputus. Selain itu, sekitar 100 rumah mengalami kerusakan berat, sementara pendataan korban jiwa terus dilakukan.
Kunjungan lapangan itu diakhiri dengan rapat koordinasi di Polsek Palembayan untuk memastikan situasi keamanan tetap terkendali dan langkah percepatan penanganan bencana dapat berjalan terpadu. Bupati menegaskan bahwa keselamatan warga adalah prioritas pemkab dalam penanganan bencana ini. “Yang paling penting sekarang adalah menyelamatkan warga terlebih dahulu. Perbaikan infrastruktur akan kita lakukan menyusul. Untuk kebutuhan air bersih, kita will koordinasikan segera dengan PDAM Agam,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Bupati turut mengajak seluruh unsur masyarakat dan pemangku kepentingan untuk memperkuat gotong royong agar proses pemulihan berlangsung lebih cepat. “Kita harus saling membantu dan bekerja bersama. Alhamdulillah, kita juga mendapat tambahan lima dapur umum dari Kementerian Sosial untuk memenuhi kebutuhan makan para pengungsi,” katanya.












Discussion about this post