Surabaya, Kabar SDGs – Arus peti kemas internasional di PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) mencatat kenaikan signifikan hingga 8,5 persen pada Oktober 2025. Throughput yang bulan sebelumnya berada di angka 127 ribu TEUs melonjak menjadi 138 ribu TEUs, sekaligus menjadi capaian tertinggi sepanjang sepuluh bulan terakhir.
Sekretaris Perusahaan TPS, Erika Asih Palupi menilai lonjakan tersebut sebagai sinyal kuat meningkatnya kepercayaan pelaku usaha terhadap layanan dan efisiensi operasional TPS. “Kenaikan ini mencerminkan kepercayaan pengguna jasa terhadap kualitas layanan dan efisiensi operasional yang kami berikan,” ujarnya pada Senin, 17 November 2025.
Data TPS menunjukkan arus peti kemas internasional sepanjang Januari hingga Oktober 2025 mencapai 1,25 juta TEUs atau naik 0,68 persen dibanding periode yang sama tahun lalu yang tercatat 1,24 juta TEUs. Meski demikian, total arus peti kemas domestik dan internasional secara keseluruhan mengalami koreksi tipis 0,24 persen dari 1,31 juta TEUs menjadi 1,30 juta TEUs. Koreksi tersebut dipicu ketidakseimbangan antara volume dan ship’s call kapal domestik. Kinerja ekspor meningkat 0,88 persen menjadi 620 ribu TEUs, sementara impor naik 0,48 persen menjadi 633 ribu TEUs.
Wakil Ketua Umum Bidang Kepelabuhanan dan Kepabeanan ALFI Jawa Timur, Husni, menilai peningkatan layanan di TPS berdampak langsung pada kelancaran aktivitas logistik. “Kami berharap TPS terus meningkatkan layanan terutama percepatan proses receiving dan delivery,” katanya.
Di tengah permintaan layanan logistik yang semakin besar, TPS terus memperkuat kapasitas dan efisiensi operasional. SVP Komersial dan Pengembangan Bisnis TPS, Bayu Setyadi mengungkapkan bahwa TPS sedang melakukan elektrifikasi terhadap 22 unit RTG, serta menambah tiga unit Reach Stacker dan 14 unit e-RTG baru secara bertahap.
Selain peningkatan infrastruktur, produktivitas operasi juga terjaga. TPS mencatat rata-rata kinerja bongkar muat 52 box per ship per hour, melampaui standar minimum yang ditetapkan Kementerian Perhubungan. Dengan kinerja tersebut, TPS mempertahankan pangsa pasar 83 persen di Pelabuhan Tanjung Perak sebagai operator terminal peti kemas terbesar di kawasan tersebut.












Discussion about this post