Jember, Kabar SDGs – Pemerintah Kabupaten Jember kembali mencatat prestasi membanggakan setelah berhasil meraih dua penghargaan bergengsi sekaligus, yaitu INOTEK Award 2025 dan Anugerah Cita Negeri 2025. Kedua penghargaan ini menegaskan posisi Jember sebagai daerah yang adaptif dan inovatif dalam memperkuat layanan publik, riset, serta pembangunan berkelanjutan.
Penghargaan INOTEK Award 2025 diselenggarakan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Jawa Timur di Hotel Mercure Surabaya Grand Mirama. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Plt. Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, dan diterima Kepala Bappeda Jember, Arief Tyahyono. Berbagai inovasi unggulan daerah menjadi sorotan dalam ajang itu, mulai dari One Kolam One Keluarga Masyarakat Sejahtera (Okke Mase) di sektor perikanan, Mall Desa Sidomulyo sebagai model layanan publik digital, hingga briket limbah kopi karya siswa SDN Gelang 07 Sumberbaru. Festival Kaki Gunung Watu Pecah juga mendapat apresiasi karena memadukan pelestarian lingkungan, nilai budaya, dan ekonomi kreatif.
Tak berhenti di situ, pada 10 November 2025 Pemkab Jember kembali meraih Anugerah Cita Negeri 2025 yang digelar Kompas TV di Jakarta. Penghargaan ini diberikan sebagai pengakuan atas keberhasilan Jember memperkuat layanan kesehatan dasar, menurunkan angka stunting, dan membangun sistem kesehatan yang inklusif. Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, menyerahkan penghargaan tersebut kepada Plt. Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Jember, Regar Jeane, yang mewakili pemerintah daerah. “Alhamdulillah, penghargaan ini merupakan hasil kerja keras seluruh elemen di bawah kepemimpinan Gus Fawait. Ini bukan tujuan akhir, tetapi pemacu semangat untuk terus meningkatkan pelayanan publik bagi masyarakat,” katanya.
Bupati Jember Gus Fawait mengungkapkan rasa syukur atas capaian tersebut dan menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Ia menyebut penghargaan ini sebagai hasil kerja bersama perangkat daerah, tenaga kesehatan, pelaku inovasi, dan masyarakat. “Penghargaan ini milik kita bersama. Pemerintah Kabupaten Jember akan terus berinovasi dan memperkuat kolaborasi agar manfaat pembangunan dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat,” ujarnya. Ia menekankan bahwa inovasi dan pelayanan publik harus menjadi budaya kerja utama di lingkungan Pemkab Jember. “Kemajuan daerah tidak hanya ditentukan oleh kebijakan, tetapi juga oleh semangat gotong royong, kreativitas, dan keberanian untuk berinovasi,” tambahnya.
Dengan torehan dua penghargaan besar ini, Jember semakin menegaskan komitmennya menjalankan tata kelola pemerintahan yang transparan, kolaboratif, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat, sekaligus memperkuat kontribusinya terhadap pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan.












Discussion about this post