Nduga, Kabar SDGs – Kementerian Sosial (Kemensos) bergerak cepat menyalurkan bantuan bagi warga terdampak banjir dan longsor yang melanda Distrik Dal dan Distrik Mebarok, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan. Bantuan dikirim melalui Balai Besar Pendidikan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Jayapura sebagai langkah tanggap darurat terhadap bencana yang menelan korban jiwa.
Peristiwa longsor dan banjir terjadi pada Sabtu (1/11/2025) pukul 16.00 WIT akibat hujan ekstrem dengan intensitas sedang hingga lebat. Berdasarkan data sementara, 23 orang dilaporkan meninggal dunia—terdiri dari 15 korban di Distrik Dal dan 8 korban di Distrik Mebarok—serta 13 orang masih hilang.
“Kementerian Sosial mengirimkan bantuan logistik kedaruratan melalui Gudang BBPPKS Papua yang selanjutnya didistribusikan kepada warga yang terdampak,” kata Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dalam keterangan tertulis, Selasa (11/11/2025).
Bantuan logistik untuk warga Distrik Dal telah didistribusikan pada Minggu (9/11) dan Senin (10/11). Paket bantuan tersebut meliputi 500 paket makanan siap saji, 504 paket makanan anak, 200 lembar tenda gulung, 100 lembar selimut dan kasur, 100 paket family kit, 300 paket sandang dewasa, serta 200 paket sandang bayi.
Sementara itu, penyaluran bantuan untuk Distrik Mebarok dijadwalkan berlangsung pada 11–14 November 2025, dengan menyesuaikan kondisi cuaca dan medan. Jalur darat yang ditempuh terbilang berat; perjalanan dari Distrik Mbua ke Distrik Dal membutuhkan waktu 3–4 jam berjalan kaki, sedangkan dari Distrik Kuyawage ke Distrik Mebarok memakan waktu 2–3 hari. Selain medan ekstrem, distribusi juga terkendala cuaca tidak menentu dan minimnya jaringan komunikasi.
Selain logistik utama, Kemensos juga menyiapkan bantuan kedaruratan melalui belanja langsung di lokasi. Untuk Distrik Dal, bantuan tersebut terdiri dari beras 500 kg, 2.500 bungkus mi instan, 500 botol minyak goreng (1 liter), 50 kg gula, serta 50 bungkus kopi, garam, dan biskuit. Bantuan serupa juga dikirim ke Distrik Mebarok, ditambah 100 pasang sandang dewasa, 100 stel pakaian anak, dan 30 lembar tenda gulung.
Dari hasil asesmen sementara, 530 kepala keluarga (KK) terdampak akibat bencana ini—terdiri atas 350 KK di Distrik Dal dan 180 KK di Distrik Mebarok. Hingga kini, proses pendataan dan pencarian korban masih terus dilakukan di bawah koordinasi pemerintah daerah, tim SAR, dan relawan sosial setempat.
Kemensos memastikan pendampingan akan terus diberikan hingga seluruh korban mendapatkan bantuan yang dibutuhkan dan situasi di wilayah terdampak kembali pulih.












Discussion about this post