Makassar, Kabar SDGs – Proses penyusunan Al-Qur’an Terjemah Bahasa Makassar kini memasuki tahap uji publik setelah melewati proses validasi yang panjang. Kegiatan uji publik tersebut berlangsung selama tiga hari, 3–5 November 2025, di Kota Makassar.
Tahapan uji publik ini menjadi langkah ketiga dalam rangkaian penerjemahan Al-Qur’an ke dalam bahasa daerah. Tujuannya adalah untuk menghimpun masukan, kritik, serta arahan dari berbagai pihak, termasuk ulama, narasumber, dan budayawan, guna memastikan keshahihan, ketepatan makna, serta kesesuaian budaya dalam hasil terjemahan.
Kegiatan ini dihadiri oleh tim dari Pusat Penilaian Buku Agama, Lektur, dan Literasi Keagamaan (PPBAL2K), perwakilan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Makassar, tim penerjemah, serta para ulama dan budayawan setempat.
Kepala Pusat PBAL2K, Sidik Sisdiyanto, menyampaikan apresiasi kepada tim validator yang telah menuntaskan validasi terjemahan Al-Qur’an Bahasa Makassar sebanyak 30 juz.
“Hasil uji publik ini nantinya menjadi bahan berharga bagi para validator dan penerjemah untuk menghadirkan hasil terjemahan berkualitas, yang kedepannya menjadi karya peradaban yang akan dinikmati oleh generasi saat ini dan yang akan datang. Inilah sebuah karya sejarah luar biasa yang bisa jadi usianya melebihi usia penerjemah dan tim validatornya. Semoga ini menjadi amaal jariyah yg pahalanya tak lekang oleh ruang dan waktu,” ujar Sidik di Makassar, Selasa (4/11/2025).
Setelah proses uji publik selesai, hasilnya akan ditashih oleh Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an untuk memastikan ketepatan dan kesahihannya. Tahap berikutnya adalah digitalisasi agar hasil terjemahan dapat diakses secara luas melalui aplikasi Quran Kemenag, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan karya tersebut dengan mudah.
Sidik juga berharap adanya kolaborasi antara tim validator dengan pemerintah daerah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, serta pemangku kepentingan lainnya untuk memperbanyak cetakan Al-Qur’an Terjemah Bahasa Makassar. Edisi cetak tersebut nantinya akan disebarluaskan ke masjid, madrasah, TPA, dan majelis taklim agar manfaatnya semakin luas.
“Dengan sinergi bersama, kita bisa memastikan agar Al-Qur’an Terjemah Bahasa Makassar ini tidak hanya menjadi sebuah karya intelektual, tetapi juga menjadi ladang manfaat dan inspirasi bagi umat, terlebih warga Makassar,” pungkasnya.












Discussion about this post