Medan, Kabar SDGs — Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menyatakan dukungan penuh terhadap rencana PT Danareksa (Persero) mengembangkan kawasan industri di wilayah ini untuk bertransformasi menjadi Kawasan Ekonomi Khusus. Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution menilai langkah tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar setiap provinsi memiliki KEK sebagai motor penggerak pertumbuhan investasi.
Bobby mengatakan, Sumut menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 7,6 persen pada 2029. Untuk mencapainya, investasi menjadi salah satu kunci, dan peran Danareksa diharapkan mampu menarik lebih banyak investor ke daerah ini. Ia menegaskan bahwa Pemprov siap memberikan stimulus serta kemudahan perizinan. Hingga pertengahan 2025, realisasi investasi di Sumut telah mencapai Rp28,4 triliun dari target Rp53,6 triliun.
Direktur Utama PT Danareksa Yadi Ruchandi menjelaskan bahwa pihaknya tengah menyinkronkan kebijakan investasi dengan Pemprov Sumut. Saat ini, Danareksa mengelola tujuh kawasan industri di berbagai daerah, termasuk Kawasan Industri Medan. Sejalan dengan arahan pemerintah pusat, kawasan industri yang pengembangannya terhambat akan dialihkan kepada Danareksa untuk dipercepat, dengan opsi peningkatan status menjadi KEK yang memperoleh fasilitas fiskal.
Indonesia saat ini memiliki 24 KEK dengan luas total 21 ribu hektare, termasuk KEK Sei Mangkei di Sumut. Pertemuan antara Pemprov dan Danareksa ini juga dihadiri sejumlah pejabat daerah, termasuk Asisten Perekonomian dan Pembangunan Effendy Pohan, Kepala DPMPTSP Sumut Faisal Arif Nasution, serta jajaran direksi Danareksa.











Discussion about this post