Toba, Kabar SDGs – Toba menandai babak baru dalam transformasi layanan kesehatan daerah dengan dimulainya pembangunan Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) Tingkat Dua yang berlokasi di Desa Lumban Pea, Kecamatan Balige. Peletakan batu pertama dilakukan Bupati Toba Effendi Sintong P. Napitupulu bersama tokoh agama dan jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kamis (24/7) lalu.
Pembangunan Labkesmas ini digadang menjadi langkah strategis dalam mendukung pelayanan kesehatan di 19 Puskesmas yang tersebar di Kabupaten Toba. Bupati Effendi menyebut kehadiran laboratorium ini akan mempercepat proses pemeriksaan kesehatan yang selama ini harus dikirim ke Medan. “Ini adalah salah satu upaya transformasi kesehatan di Kabupaten Toba. Dengan kehadiran Labkesmas ini, hasil pemeriksaan akan lebih cepat diketahui tanpa harus dikirim ke Medan,” ujar Bupati.
Tak hanya berhenti pada pembangunan Labkesmas, Pemkab Toba juga mencanangkan revitalisasi besar terhadap RSUD Porsea yang dinilai sudah tidak lagi representatif secara bangunan, meski dari sisi sumber daya dan fasilitas dinilai mumpuni. Rencana ini disebut Bupati sebagai bagian dari strategi peningkatan layanan kesehatan primer dan rujukan secara menyeluruh.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Toba, dr. Freddi Seventry Sibarani, dalam laporannya menjelaskan bahwa Labkesmas ini akan berfungsi melakukan pemeriksaan spesimen klinis seperti darah, uji sampel lingkungan dan vektor, penguatan sistem surveilans penyakit, serta pengelolaan data dan informasi kesehatan masyarakat.
Dukungan terhadap pembangunan Labkesmas datang dari Ketua DPRD Toba Franshendrik Tambunan yang hadir mewakili Forkopimda. Ia menyatakan optimisme bahwa Labkesmas akan memberikan dampak jangka panjang yang positif bagi masyarakat, khususnya dalam mendorong deteksi dini penyakit dan respons kesehatan masyarakat yang lebih baik.
Proyek pembangunan ini menghabiskan anggaran sebesar Rp14.023.478.341 dan ditargetkan rampung pada 13 Desember 2025. Dengan langkah ini, Kabupaten Toba menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan layanan kesehatan yang inklusif dan berkualitas, selaras dengan upaya pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) di sektor kesehatan.












Discussion about this post