Penajam Paser Utara, Kabar SDGs – Pelayanan kesehatan kini semakin dekat dengan masyarakat di kawasan Ibu Kota Nusantara melalui pendekatan langsung dari rumah ke rumah. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Bukit Raya dan Desa Sukaraja, Kecamatan Sepaku, dengan melibatkan Otorita IKN bersama tenaga kesehatan dari fasilitas kesehatan setempat.
Program yang dijalankan bekerja sama dengan Puskesmas Sepaku 1 ini tidak hanya memberikan layanan kesehatan, tetapi juga membangun komunikasi yang lebih erat antara petugas dan warga. Berdasarkan data Humas Otorita IKN, sebanyak 47 warga di Desa Sukaraja dan 24 warga di Desa Bumi Harapan menjadi penerima manfaat, termasuk satu ibu hamil yang telah memasuki Hari Perkiraan Lahir (HPL).
Melalui kegiatan yang berlangsung pada Senin (13/4), masyarakat mendapatkan penyuluhan kesehatan sekaligus bantuan makanan tinggi protein secara langsung di rumah masing-masing. Pendekatan ini juga melibatkan kader Posyandu yang selama ini menjadi garda terdepan dalam pemantauan kesehatan masyarakat.
Dalam interaksi tersebut, warga tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga berdiskusi mengenai kondisi kesehatan keluarga mereka. Salah satu warga penerima manfaat, Sadiah, mengaku merasakan manfaat besar dari program tersebut.
“Hari ini, kita diberi tambahan protein sama gizi anak. Saya sangat-sangat berterima kasih juga. Saya juga dikasih bimbingan yang baik, dari Bu Kader, Puskesmas, dan Otorita IKN. Udah nyaranin yang baik, alhamdulillah semoga saya bisa jalaninnya semaksimal mungkin,” kata Sadiah.
Kegiatan pendampingan ini juga dimanfaatkan sebagai sarana edukasi bagi keluarga, terutama terkait pemenuhan gizi anak. Penyuluh dari Puskesmas Sepaku 1, Gumilang Wibisono, menekankan pentingnya peran orang tua dalam mengatur pola makan anak agar tumbuh kembangnya tetap optimal.
“Anak itu jangan sampai memilih makanan sendiri. Kalau kita mengikuti kemauan anak, itu malah akan mempengaruhi tumbuh kembangnya. Peran orang tua ini lebih besar, termasuk memastikan anak makan sebelum waktu tidur siang agar kebutuhan gizinya tetap terpenuhi,” jelas Gumilang saat memberikan konsultasi.
Direktur Pelayanan Dasar Otorita IKN, Suwito, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menegaskan bahwa kolaborasi lintas pihak menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, terutama dalam upaya pencegahan stunting.
“Saat ini kami hadir langsung ke rumah warga didampingi tenaga kesehatan Puskesmas, untuk memastikan kesehatan keluarga terutama anak-anak, memberikan pelayanan kesehatan berupa penyuluhan dan pemberian makanan tinggi protein,” kata Suwito.
“Di sini juga hadir kader Posyandu untuk membantu memantau grafik pertumbuhan anak. Karena periode anak ini rentan dari berbagai paparan penyebab penyakit, mesti dijaga gizi dan kesehatanya untuk dapat tumbuh kembang optimal. Harapannya anak-anak dapat sehat dan menjadi generasi handal penerus pembangunan IKN,” jelas dia.










Discussion about this post