• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
6 September 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home SUSTAINABILITY KESRA

DPRD Jatim Desak Pemerintah Hentikan Penyusutan Lahan Pertanian

by SDGS Admin
23 Juli 2025
DPRD Jatim Desak Pemerintah Hentikan Penyusutan Lahan Pertanian
24
SHARES
152
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

BACA JUGA

Badung Mulai Modernisasi Pertanian dengan PMAAS

Badung Mulai Modernisasi Pertanian dengan PMAAS

2 September 2026
Kutim Perluas Sawah demi Swasembada Pangan

Kutim Perluas Sawah demi Swasembada Pangan

30 Mei 2026
Hortikultura Kutim Jadi Harapan Baru Ekonomi Desa

Hortikultura Kutim Jadi Harapan Baru Ekonomi Desa

28 Mei 2026

Surabaya, Kabar SDGs – DPRD Jawa Timur menyoroti penyusutan lahan pertanian produktif yang terus terjadi di wilayah provinsi ini, dengan rata-rata kehilangan mencapai 5.212 hektare per tahun. Kondisi ini dinilai sebagai ancaman serius terhadap ketahanan pangan dan kesejahteraan petani, yang masih menjadi tumpuan hidup bagi sekitar 35 persen penduduk Jawa Timur.

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim, Wara Sundary Renny Paramana, meminta pemerintah daerah mengambil langkah tegas untuk menghentikan konversi lahan pertanian. Ia menilai bahwa selama ini tata ruang wilayah belum ditegakkan secara konsisten, sehingga lahan pertanian mudah beralih fungsi menjadi kawasan perumahan, industri, dan infrastruktur jalan tol.

“Lahan pertanian yang hilang mayoritas berubah fungsi, sementara program pertanian diintensifkan. Ini tidak akan berdampak signifikan kalau lahannya terus menyusut,” ujar Renny, Senin (21/7).

Menurutnya, penyelamatan lahan pertanian tidak cukup dengan intensifikasi semata. Pemerintah perlu memperkuat perlindungan kawasan melalui pengembangan Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan (KP2B), membangun lumbung pangan desa, serta mendorong hilirisasi hasil tani rakyat. Ia juga menegaskan bahwa tata ruang harus dirancang dan ditegakkan untuk menopang ketahanan pangan, yang menjadi tanggung jawab pemerintah kabupaten dan kota di seluruh Jawa Timur.

Senada dengan Renny, anggota Komisi B DPRD Jatim dari Fraksi PDI Perjuangan, Ony Setiawan, mengungkapkan bahwa berbagai upaya teknis telah dilakukan untuk mengatasi keterbatasan lahan. Program intensifikasi pertanian, sistem tumpangsari, pemanfaatan pekarangan, dan kerja sama dengan Perhutani untuk pemanfaatan lahan sekitar hutan telah dijalankan. Namun, menurutnya, semua upaya itu akan sia-sia jika konversi lahan tidak dihentikan.

“Kalau lahannya terus dikonversi, masalahnya tetap tidak selesai, walaupun pola tanam ditingkatkan,” katanya.

Pada 2024, Pemprov Jawa Timur sempat mengoptimalkan sekitar 80.000 hektare sawah dengan pola tanam IP400 di wilayah-wilayah lumbung pangan seperti Lamongan, Bojonegoro, Jember, Banyuwangi, dan Madiun. Namun, menurut Ony, optimalisasi ini tidak akan efektif jika Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) di tingkat daerah tidak berpihak pada kelestarian lahan pertanian.

Lebih jauh, Ony juga menyoroti pentingnya diversifikasi usaha tani sebagai langkah menjaga kesejahteraan petani. Salah satunya melalui pengembangan peternakan rakyat, terutama di wilayah yang tidak cocok untuk pertanian sawah. Namun ia mengakui bahwa akses terhadap bantuan ternak masih menjadi kendala besar di lapangan.

“Banyak lahan tidak cocok untuk sawah, tapi mengakses bantuan ternak pun sangat sulit. Ini perlu perhatian serius,” pungkasnya.

Share10SendTweet6
Previous Post

Tiga Siswa MTs Darun Najah Banyuwangi Wakili Kemenag di Rembuk Anak 2025

Next Post

Kopdes Merah Putih, Wujudkan Kemerdekaan Sejati Melalui Pemerataan Ekonomi

Next Post
Kopdes Merah Putih, Wujudkan Kemerdekaan Sejati Melalui Pemerataan Ekonomi

Kopdes Merah Putih, Wujudkan Kemerdekaan Sejati Melalui Pemerataan Ekonomi

Kementerian PU Siapkan 63 Jembatan Gantung Tahun 2026 dan Tuntaskan 50 di 2025

Kementerian PU Siapkan 63 Jembatan Gantung Tahun 2026 dan Tuntaskan 50 di 2025

Discussion about this post

NEWS UPDATE

Taman Dayu Rayakan Anniversary Lewat Turnamen Golf

Taman Dayu Rayakan Anniversary Lewat Turnamen Golf

6 September 2026
ASDP Maksimalkan 23 Kapal Tangani Kepadatan Kendaraan di Ketapang

ASDP Maksimalkan 23 Kapal Tangani Kepadatan Kendaraan di Ketapang

6 September 2026
Kemenhub Tegaskan Penyesuaian Fuel Surcharge Bukan Kenaikan Tarif Dasar Tiket Pesawat

Imbas Sebaran Abu Vulkanik, Bandara Soetta Tutup Hingga 9.30 WIB

6 September 2026
VKTR Berpotensi Dapat Pendanaan Rp2 Triliun

VKTR Berpotensi Dapat Pendanaan Rp2 Triliun

5 September 2026
Tangke Bawa Musik Aceh ke Danau Toba

Tangke Bawa Musik Aceh ke Danau Toba

5 September 2026

POPULAR

  • Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    2634 shares
    Share 1054 Tweet 659
  • Cargill Raih Gold Award ISDA Berkat Program Rumah Kompos 5R di Gresik

    2372 shares
    Share 949 Tweet 593
  • Kemenpar Perkuat Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Indonesia

    2328 shares
    Share 931 Tweet 582
  • Minamas Plantation Berbagi dengan Anak Yatim di Pekanbaru

    2318 shares
    Share 927 Tweet 580
  • BPKH Salurkan Bingkisan Lebaran Untuk 100 Anak Yatim Di Malang

    2311 shares
    Share 924 Tweet 578

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.