Bandar Lampung, Kabar SDGs – Pimpinan DPRD Kota Bandar Lampung menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bakung yang kian memprihatinkan. Pernyataan ini disampaikan usai Ketua DPRD Bernas Yuniarta bersama para wakil ketua, yakni Afrizal, Sidik Efendi, dan Wiyadi, meninjau langsung lokasi TPA di Kelurahan Bakung pada Rabu (16/07) lalu.
Dalam kunjungan tersebut, Bernas Yuniarta menegaskan pentingnya tindakan cepat dan konkret dari Pemerintah Kota untuk mengatasi persoalan pengelolaan sampah. Menurutnya, situasi saat ini sudah tidak bisa ditoleransi dan berdampak langsung terhadap kesehatan masyarakat dan kelestarian lingkungan.
Wiyadi, salah satu Wakil Ketua DPRD, menyebut bahwa dengan volume sampah mencapai 400 hingga 500 ton per hari, sistem pembuangan terbuka yang masih digunakan di TPA Bakung tidak lagi layak. Ia menyatakan bahwa jika kondisi ini terus dibiarkan, maka akan menimbulkan ancaman serius bagi warga sekitar. Bahkan ia menyebut situasi di kota ini telah memasuki fase darurat sampah. Ia menambahkan bahwa penanganan sampah yang terstruktur dan modern dapat menjadi peluang untuk meningkatkan pendapatan daerah, bukan sekadar menjadi beban pengeluaran.
Afrizal, Wakil Ketua lainnya, menyoroti buruknya fasilitas penunjang yang tersedia di lokasi. Dari tiga unit alat berat yang seharusnya berfungsi untuk mengelola tumpukan sampah, hanya satu yang masih dapat digunakan, sementara dua lainnya mengalami kerusakan. Ia mendorong Pemkot segera menambah peralatan agar pengelolaan bisa dilakukan secara maksimal.
Sidik Efendi turut mendorong agar pemerintah kota mencari terobosan baru dalam mengelola sampah secara modern. Menurutnya, dengan pendekatan teknologi dan inovasi, sampah dapat diolah menjadi sumber energi atau kompos yang bernilai jual, sehingga membuka peluang ekonomi sekaligus menyelesaikan persoalan lingkungan secara berkelanjutan.
Menanggapi hal tersebut, Kepala UPT TPA Bakung, Trinov, menyampaikan bahwa saat ini TPA menampung sampah di atas lahan seluas 13,6 hektar. Namun dengan volume harian yang terus meningkat dan fasilitas yang minim, daya tampung dan efektivitas pengelolaan kian menurun.
DPRD menyatakan akan terus memantau perkembangan penanganan TPA Bakung dan berkomitmen mendorong isu ini menjadi prioritas dalam pembahasan LPJ, RPJMD, maupun APBD perubahan. Mereka juga merencanakan kunjungan lanjutan dalam waktu dekat guna memastikan adanya langkah perbaikan yang konkret.












Discussion about this post