Sleman, Kabar SDGs – Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) terus memperluas jangkauan internet cepat ke pelosok negeri dalam rangka mendukung program pemerataan pendidikan. Salah satu inisiatif utamanya adalah penyediaan konektivitas digital untuk Sekolah Rakyat, sebagai bagian dari strategi mempercepat transformasi digital dan menciptakan keadilan sosial di sektor pendidikan.
Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Kementerian Komdigi, Wayan Toni Supriyanto, menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur internet bukan sekadar proyek teknologi, tetapi merupakan instrumen strategis untuk membuka akses belajar yang setara bagi semua anak bangsa.
“Kalau internetnya sudah sampai, anak-anak kita jangan khawatir. Mereka pasti bisa berkembang lewat digitalisasi, apalagi dengan adanya Sekolah Rakyat yang luar biasa ini,” ujar Toni saat mendampingi Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid dalam kunjungan ke Sekolah Rakyat di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Sleman, Yogyakarta, Sabtu (28/6).
Menurut Toni, kehadiran jaringan internet cepat di Sekolah Rakyat adalah simbol nyata dari komitmen pemerintah dalam memastikan bahwa transformasi digital tidak meninggalkan siapa pun, terutama mereka yang tinggal di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).
“Infrastruktur digital bukan hanya soal kabel dan jaringan, tapi soal keadilan sosial. Semua anak Indonesia harus punya peluang yang sama untuk belajar, berkembang, dan mengejar masa depan,” tegasnya.
Program konektivitas untuk Sekolah Rakyat juga disebut sebagai bagian dari visi besar menuju Indonesia Emas 2045. Pemerintah berharap dengan dukungan akses internet dan konten pembelajaran digital, sekolah-sekolah berbasis kerakyatan ini bisa menjadi motor penggerak lahirnya generasi unggul dari pinggiran.
“Inilah hasil kerja nyata dari kolaborasi kepemimpinan nasional di bawah Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran. Pemerataan pendidikan digital bukan lagi mimpi,” kata Toni.
Dengan akses digital yang merata, Komdigi menargetkan Sekolah Rakyat dapat menjadi ruang inklusif untuk pengembangan talenta digital masa depan. Program ini sekaligus menjadi bagian dari upaya pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs), khususnya tujuan ke-4 (pendidikan berkualitas) dan tujuan ke-9 (industri, inovasi dan infrastruktur).












Discussion about this post