Tanjungpinang, Kabar SDGs – Bunda PAUD Kota Tanjungpinang periode 2025–2030, Yuniarni Pustoko Weni, menyatakan tekadnya untuk memperluas keterlibatan anak-anak usia dini dalam program wajib pra-sekolah satu tahun. Komitmen ini disampaikan usai prosesi pengukuhannya yang berlangsung pada Senin (16/6/2025).
Sebagai langkah awal, Weni – yang juga merupakan istri Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah – berencana segera menggelar rapat kerja bersama pihak-pihak terkait di sektor pendidikan untuk menyusun strategi implementasi di lapangan.
“Setelah pengukuhan ini, kami akan langsung mengadakan pertemuan dengan seluruh pemangku kebijakan pendidikan agar langkah kami selaras dan efektif,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa program pra-sekolah satu tahun merupakan bagian dari strategi nasional dalam menekan angka anak usia dini yang belum mengikuti pendidikan dasar. Harapannya, program ini mampu mendongkrak angka partisipasi di tingkat lokal.
Namun, Weni menyoroti pentingnya pemutakhiran data sebagai fondasi kebijakan. Ia menilai ada kemungkinan ketidaksesuaian antara data yang tercatat dalam sistem Dapodik dengan situasi di lapangan.
“Dari hasil koordinasi dengan pihak provinsi, ada indikasi laporan di Dapodik belum sepenuhnya mencerminkan kondisi nyata. Misalnya, anak-anak yang belum punya akta kelahiran atau orang tuanya belum memiliki dokumen pernikahan,” jelasnya.
Oleh karena itu, Weni mendorong pelaksanaan pendataan ulang yang menyeluruh, termasuk verifikasi status perkawinan orang tua hingga kelengkapan dokumen administrasi anak, seperti akta kelahiran. Langkah ini dinilai krusial agar setiap anak dapat tercatat secara resmi dan memperoleh akses pendidikan yang layak.
“Dengan data yang akurat, program peningkatan partisipasi PAUD akan lebih tepat sasaran dan menjangkau anak-anak yang selama ini belum terlayani,” tambahnya.
Weni juga menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor demi menjamin keberlanjutan program PAUD di Tanjungpinang. Ia optimis, dengan perencanaan matang dan kerja sama yang solid, kualitas layanan PAUD di daerahnya akan terus meningkat.
“Harapan kami, semua anak usia dini di Tanjungpinang bisa mendapatkan akses pendidikan yang layak, merata, dan berkelanjutan,” pungkasnya.












Discussion about this post