Seluma, Kabar SDGs – Jembatan Air Martan yang dikenal masyarakat sebagai “jembatan Inggris” masih menjadi penghubung utama aktivitas warga di Kabupaten Seluma. Jembatan bersejarah yang telah berdiri sejak ratusan tahun itu kini menghadapi ancaman abrasi akibat perubahan arus sungai dan cuaca ekstrem.
Kondisi tersebut mendorong Komisi III DPRD Provinsi Bengkulu melakukan peninjauan langsung ke lokasi pada Rabu (6/5/2026). Peninjauan dipimpin Anggota Komisi III DPRD Provinsi Bengkulu Darmawansyah bersama Direktur Utama PT Rotek Purwanto, tenaga ahli Fakultas Teknik Universitas Bengkulu Gustav Kurniawan, serta BPBD Provinsi Bengkulu.
Tim meninjau langsung area sekitar jembatan untuk melihat dampak abrasi yang mulai mengikis kawasan di sepanjang aliran sungai. Bagi masyarakat setempat, Jembatan Air Martan memiliki peran penting karena menjadi akses utama menuju Pasar Talo, Pasar Ngalam, hingga Desa Rawa Endah.
Aktivitas ekonomi warga sehari-hari juga sangat bergantung pada keberadaan jembatan tersebut sehingga upaya penanganan dinilai mendesak untuk segera dilakukan.
“Komisi III mendorong BPBD melalui gubernur agar segera bersurat ke BWSS VII Bengkulu untuk pembangunan breakwater sebagai pelindung jembatan dari hantaman abrasi,” tegas Darmawansyah.
Menurutnya, pembangunan breakwater diperlukan untuk mengurangi dampak pengikisan tanah akibat arus sungai dan gelombang yang terus menghantam kawasan sekitar jembatan.
Sementara itu, Gustav Kurniawan menyampaikan hasil kajian awal menunjukkan struktur utama Jembatan Air Martan masih dalam kondisi aman. Meski demikian, ia menilai bagian bawah dan struktur penunjang tetap memerlukan perhatian serius mengingat karakter arus sungai yang berubah-ubah.
“Arus di muara sungai cukup dinamis. Saat cuaca ekstrem, perubahan arus bisa terjadi sewaktu-waktu sehingga analisis lanjutan tetap diperlukan,” jelasnya.
Pihak PT Rotek juga menyatakan kesiapan untuk menjalankan berbagai rekomendasi teknis yang nantinya disepakati bersama pemerintah daerah dan tim ahli.
Peninjauan tersebut menjadi bentuk keseriusan berbagai pihak dalam menjaga keberlangsungan salah satu infrastruktur bersejarah di Bengkulu. Abrasi yang terus terjadi dikhawatirkan dapat mengancam kekuatan jembatan yang selama ini menjadi jalur vital masyarakat Seluma.
Masyarakat kini berharap langkah penanganan dapat segera direalisasikan agar Jembatan Air Martan tetap kokoh sebagai penghubung wilayah sekaligus warisan sejarah Bengkulu bagi generasi mendatang.












Discussion about this post