• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
17 Juni 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home SUSTAINABILITY LINGKUNGAN

Alpukat Diva Berpotensi Jadi Ikon Pertanian Pekalongan

by SDGS Admin
14 Mei 2025
Alpukat Diva Berpotensi Jadi Ikon Pertanian Pekalongan
33
SHARES
205
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

Pekalongan, Kabar SDGs – Antusiasme masyarakat yang tinggi terhadap buah alpukat mendorong para praktisi dan konsultan pertanian untuk mengembangkan budi daya alpukat secara lebih luas di Kabupaten Pekalongan.

Salah satu varietas lokal yang tengah dikembangkan dan dinilai berpotensi menjadi ikon pertanian Kabupaten Pekalongan adalah Alpukat Diva. Hal tersebut disampaikan oleh Handono Warih, konsultan pertanian swadaya dari Deruci Agrikultur.

BACA JUGA

Kutim Perluas Sawah demi Swasembada Pangan

Kutim Perluas Sawah demi Swasembada Pangan

30 Mei 2026
Hortikultura Kutim Jadi Harapan Baru Ekonomi Desa

Hortikultura Kutim Jadi Harapan Baru Ekonomi Desa

28 Mei 2026
Pertanian Organik Mojokerto Jadi Strategi Hadapi Perubahan Iklim

Pertanian Organik Mojokerto Jadi Strategi Hadapi Perubahan Iklim

27 Mei 2026

“Melihat besarnya minat masyarakat sebagai konsumen alpukat dan prospek bisnisnya yang menjanjikan, kami berharap budi daya alpukat dapat diperluas di Pekalongan,” kata Handono saat ditemui dalam kunjungan pertanian di Desa Legok Kalong, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan, Sabtu (10/5/2025).

“Kami akan terus mengampanyekan manfaat alpukat, baik dari segi kesehatan maupun ekonomi,” sambungnya.

Menurutnya, alpukat merupakan buah yang tidak mengenal musim, dapat langsung dikonsumsi, dan memiliki rendemen yang tinggi. Ia menyebut Alpukat Diva sebagai varietas yang ideal untuk wilayah Pekalongan karena kemampuannya tumbuh di berbagai ketinggian, mulai dari dataran rendah hingga lebih dari 1.000 meter di atas permukaan laut.

“Varietas Diva ini merupakan hasil pengembangan putra daerah, Mas Hartanto. Kami berharap Diva dapat menjadi primadona dan maskot pertanian Pekalongan, bahkan berpotensi menarik wisatawan untuk agrowisata dan edukasi dari luar daerah,” jelasnya.

Sementara itu, Hartanto, petani alpukat dari Desa Legok Kalong, mengatakan dirinya telah menggeluti budi daya alpukat sejak tahun 2018. Ia fokus pada pengembangan varietas lokal, terutama Alpukat Diva, meskipun juga menanam varietas unggulan lainnya seperti Yellow Vietnam.

“Saya sudah delapan tahun menanam alpukat. Menurut saya, alpukat sangat menguntungkan secara ekonomi dan memiliki manfaat kesehatan yang besar,” tuturnya.

Menurut Hartono, budi daya alpukat relatif mudah asalkan petani memahami karakteristik pohon dan teknik penanamannya. Ia pun mengajak masyarakat untuk memanfaatkan lahan tidur atau lahan dengan kendala irigasi.

“Varietas sekarang lebih tahan terhadap hama seperti ulat, dan kita dapat mengatasinya dengan teknik budi daya yang tepat. Hasilnya sangat membantu, baik untuk meningkatkan gizi maupun perekonomian,” terangnya.

Hartanto menekankan pentingnya pemahaman menyeluruh, mulai dari perawatan hingga pascapanen.

“Jangan sampai kebingungan setelah panen. Harus direncanakan apakah akan dijual atau diolah. Saya pribadi siap menampung hasil panen dari petani binaan saya, mengingat kebutuhan alpukat di wilayah kita sendiri masih sangat tinggi,” pungkasnya.

Share13SendTweet8
Previous Post

Eceng Gondok di Pekalongan Jadi Kompos untuk ‘Urban Farming’

Next Post

Pegiat Ekonomi Kreatif Yogyakarta Berpeluang Besar Ciptakan Lapangan Kerja Baru

Next Post
Pegiat Ekonomi Kreatif Yogyakarta Berpeluang Besar Ciptakan Lapangan Kerja Baru

Pegiat Ekonomi Kreatif Yogyakarta Berpeluang Besar Ciptakan Lapangan Kerja Baru

Regional Nusantara Layani 800.000 Lebih Kendaraan Selama Libur Panjang Waisak

Regional Nusantara Layani 800.000 Lebih Kendaraan Selama Libur Panjang Waisak

Discussion about this post

NEWS UPDATE

FPIK UB Kukuhkan Dua Guru Besar Bidang Kelautan

FPIK UB Kukuhkan Dua Guru Besar Bidang Kelautan

15 Juni 2026
D’Youth Fest 6.0 Jadi Wadah Kreativitas Generasi Muda Denpasar

D’Youth Fest 6.0 Jadi Wadah Kreativitas Generasi Muda Denpasar

15 Juni 2026
Road Show Travel Malaysia Perkuat Kerja Sama Pariwisata Lampung

Road Show Travel Malaysia Perkuat Kerja Sama Pariwisata Lampung

15 Juni 2026
Surabaya Temukan Lebih dari Empat Ribu Kasus TBC Hingga Mei 2026

Surabaya Temukan Lebih dari Empat Ribu Kasus TBC Hingga Mei 2026

14 Juni 2026
BBWS Mesuji Sekampung Percepat Perbaikan Irigasi Way Gemol

BBWS Mesuji Sekampung Percepat Perbaikan Irigasi Way Gemol

14 Juni 2026

POPULAR

  • Bank Muamalat Gelar Muamalah Executive Class Bahas Perjalanan Finansial dan Spiritual Menuju Baitullah

    Bank Muamalat Gelar Muamalah Executive Class Bahas Perjalanan Finansial dan Spiritual Menuju Baitullah

    387 shares
    Share 155 Tweet 97
  • Cargill Raih Gold Award ISDA Berkat Program Rumah Kompos 5R di Gresik

    423 shares
    Share 169 Tweet 106
  • PTBA Buka Pendaftaran Program BIDIKSIBA 2026

    390 shares
    Share 156 Tweet 98
  • Minamas Plantation Berbagi dengan Anak Yatim di Pekanbaru

    392 shares
    Share 157 Tweet 98
  • BPKH Salurkan Bingkisan Lebaran Untuk 100 Anak Yatim Di Malang

    386 shares
    Share 154 Tweet 97

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.