Kutai Timur, Kabar SDGs – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur mulai memperkuat pengembangan sektor hortikultura sebagai salah satu penyangga ekonomi masyarakat desa di tengah meluasnya perkebunan kelapa sawit di berbagai wilayah pedesaan.
Komitmen tersebut terlihat saat Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman menghadiri panen semangka milik Kelompok Tani Sinar Mentari di Desa Persiapan Bukit Pandan Jaya, Kecamatan Teluk Pandan, Selasa (26/5/2026).
Keberhasilan budidaya semangka di kawasan yang didominasi perkebunan sawit itu dinilai menjadi bukti bahwa sektor pertanian pangan dan hortikultura masih memiliki peluang ekonomi yang besar bagi masyarakat desa.
Ardiansyah menyebut komoditas hortikultura seperti semangka dan melon memiliki masa tanam yang relatif cepat serta permintaan pasar yang stabil sehingga mampu memberikan keuntungan lebih cepat bagi petani.
“Pemerintah daerah akan terus mendukung pengembangan pertanian, khususnya hortikultura, melalui berbagai program dan bantuan agar kesejahteraan petani semakin meningkat,” ujar Ardiansyah.
Ia mengatakan Kutai Timur masih memiliki potensi lahan yang luas untuk pengembangan sektor pangan dan hortikultura. Karena itu, diperlukan kerja sama antara pemerintah daerah, penyuluh pertanian, kelompok tani, hingga seluruh pemangku kepentingan agar sektor pertanian mampu berkembang menjadi bidang ekonomi yang kompetitif.
Dalam kesempatan itu, Ardiansyah juga memberikan apresiasi kepada Kelompok Tani Sinar Mentari yang dinilai berhasil memanfaatkan lahan pertanian secara optimal melalui budidaya semangka di kawasan Bukit Pandan Jaya.
Menurutnya, keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa pertanian hortikultura tetap memiliki peluang besar untuk berkembang apabila didukung pengelolaan budidaya yang baik, infrastruktur pertanian memadai, serta akses pasar yang terbuka.
Selain panen semangka, kegiatan tersebut juga dirangkai dengan penanaman 6.000 bibit melon sebagai bagian dari pengembangan komoditas hortikultura di Kecamatan Teluk Pandan.
Ardiansyah menegaskan penguatan sektor pangan menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional. Ia menyebut program swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah pusat harus dijalankan hingga tingkat daerah.
“Program pangan Presiden harus kita jalankan. Swasembada beras dan jagung serta pengembangan sektor pertanian menjadi agenda penting demi meningkatkan kesejahteraan rakyat,” tegasnya.
Ia menambahkan sektor hortikultura kini mulai diminati generasi muda karena dianggap lebih produktif dan mampu memberikan hasil ekonomi dalam waktu yang lebih cepat. Pengembangan hortikultura diyakini dapat membuka peluang kerja baru di desa sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah dalam jangka panjang.
Sementara itu, Camat Teluk Pandan Anwar mengatakan perkembangan pertanian hortikultura di wilayahnya terus menunjukkan peningkatan dalam beberapa tahun terakhir.
Menurutnya, dukungan pemerintah daerah sangat penting untuk menjaga semangat para petani dalam meningkatkan produksi. Meski demikian, akses jalan menuju lahan pertanian masih menjadi kendala, terutama saat musim hujan karena jalur distribusi berubah berlumpur dan sulit dilalui kendaraan.
Kendati menghadapi hambatan tersebut, kelompok tani tetap bergotong royong memperbaiki akses menuju kawasan pertanian secara mandiri.
“Kami berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti pada penanaman saja, tetapi berlanjut sampai pemasaran dan penguatan kelompok tani,” kata Anwar.
Ketua Gapoktan Sawit Mandiri Sejahtera Sunyoto menambahkan pengembangan tanaman melon menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan produktivitas lahan sekaligus memperluas sumber pendapatan petani desa.
Ia menilai sektor hortikultura memiliki prospek menjanjikan karena masa panen yang lebih cepat serta peluang pasar yang terus terbuka.









Discussion about this post