Samarinda, Kabar SDGs – Sinar Mas Land resmi memperluas pengembangan kota mandiri di Kalimantan Timur melalui pembangunan Grand City Samarinda, township pertama yang dikembangkan perusahaan di Kota Samarinda. Kawasan seluas lebih dari 70 hektare ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan hunian modern sekaligus menangkap peluang investasi seiring pesatnya perkembangan kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).
Langkah ekspansi tersebut didukung pertumbuhan ekonomi Kota Samarinda yang terus menunjukkan tren positif. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), perekonomian Samarinda pada 2025 tumbuh sebesar 6,22 persen, melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi Provinsi Kalimantan Timur maupun nasional. Kondisi tersebut menjadikan Samarinda sebagai salah satu wilayah potensial untuk pengembangan kawasan terpadu yang menggabungkan fungsi hunian, komersial, rekreasi, dan investasi.
Mengusung konsep “Harmony of Nature and Luxury Living”, Grand City Samarinda dirancang memadukan kenyamanan hunian modern dengan kelestarian lingkungan. Salah satu keunggulan kawasan ini adalah keberadaan tiga danau alami yang difungsikan sebagai area resapan air, ruang terbuka hijau, sekaligus sarana rekreasi bagi penghuni.
Sebagai tahap awal pembangunan, Sinar Mas Land meluncurkan Klaster Seine yang menawarkan hunian dua lantai dengan desain bergaya classic modern. Rumah-rumah di klaster ini tersedia dengan luas tanah mulai 72 meter persegi hingga 180 meter persegi dan luas bangunan antara 51 meter persegi hingga 138 meter persegi.
Pilihan hunian terdiri atas tipe dua kamar tidur hingga empat kamar tidur utama yang dilengkapi satu kamar asisten rumah tangga (ART). Desain bangunan juga mengedepankan penggunaan jendela berukuran besar untuk memaksimalkan pencahayaan alami, memperlancar sirkulasi udara, dan menciptakan ruang yang terasa lebih lega.
CEO East Indonesia Sinar Mas Land, Franky Najoan, mengatakan Samarinda memiliki prospek yang sangat menjanjikan seiring meningkatnya aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat sebagai dampak pembangunan IKN. Menurutnya, kebutuhan akan hunian berkualitas terus bertambah, sementara ketersediaan township berskala besar masih terbatas.
“Melalui Grand City Samarinda, kami ingin menghadirkan kawasan hunian terpadu di pusat ekonomi Kalimantan Timur yang tidak hanya nyaman, tetapi juga menciptakan nilai investasi jangka panjang,” ujar Franky.
Ia menjelaskan, pada tahap pertama Klaster Seine akan dibangun lebih dari 300 unit rumah dengan harga mulai Rp900 jutaan hingga Rp3 miliaran. Pengalaman Sinar Mas Land dalam mengembangkan berbagai township di Indonesia diharapkan mampu menghadirkan kawasan hunian yang berkualitas sekaligus mendukung pertumbuhan Kota Samarinda sebagai salah satu pusat ekonomi baru di Kalimantan Timur.
Grand City Samarinda juga dilengkapi berbagai fasilitas penunjang, di antaranya central lake dengan jogging track, gazebo, mini amphitheater, clubhouse, kolam renang, pusat kebugaran, lapangan tenis, serta sistem keamanan selama 24 jam.
Dari sisi aksesibilitas, kawasan ini berada di lokasi strategis yang menghubungkan Jalan Bung Tomo dan Jalan KH Harun Nafsi. Akses menuju kawasan didukung boulevard utama selebar 23 meter dengan enam lajur yang dirancang untuk memperlancar mobilitas penghuni maupun aktivitas ekonomi.
Selain itu, Grand City Samarinda berada dekat dengan berbagai fasilitas penting, seperti RS Mulya Medika, Bigmall Samarinda, Politeknik Negeri Samarinda, akses jalan tol, pusat pendidikan, serta kawasan bisnis yang berkembang di Kota Samarinda.










Discussion about this post