• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
17 Oktober 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home SUSTAINABILITY KESRA

Pertanian Organik Mojokerto Jadi Strategi Hadapi Perubahan Iklim

by SDGS Admin
27 Mei 2026
Pertanian Organik Mojokerto Jadi Strategi Hadapi Perubahan Iklim
19
SHARES
121
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

BACA JUGA

BMKG: El Nino Sangat Kuat sedang Terjadi, Musim Hujan 2026/2027 Diprediksi Datang Lebih Lambat

BMKG: El Nino Sangat Kuat sedang Terjadi, Musim Hujan 2026/2027 Diprediksi Datang Lebih Lambat

22 September 2026
Dengan Padi Tabela Pertanian Modern Diterapkan di Cianjur

Dengan Padi Tabela Pertanian Modern Diterapkan di Cianjur

10 September 2026
Badung Mulai Modernisasi Pertanian dengan PMAAS

Badung Mulai Modernisasi Pertanian dengan PMAAS

2 September 2026

Mojokerto, Kabar SDGs – Di tengah meningkatnya ancaman perubahan iklim serta cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi, sistem pertanian organik mulai dipandang sebagai salah satu solusi untuk menjaga ketahanan pangan sekaligus menghadapi dampak musim kemarau panjang dan fenomena El Nino. Konsep tersebut dikembangkan di Desa Penanggungan, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, oleh pegiat pertanian organik sekaligus Direktur Brenjonk, Slamet.

Pembahasan mengenai pengembangan pertanian organik itu disampaikan Slamet dalam kegiatan Capacity Building Wartawan Tahun 2026 yang diselenggarakan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan pada 21–22 Mei 2026.

Menurut Slamet, sistem pertanian organik memiliki keunggulan dalam menjaga struktur tanah agar tetap sehat dan mampu menyimpan cadangan air lebih baik dibandingkan metode pertanian konvensional.

“Tanah organik itu gembur, hidup, dan mampu menyimpan air lebih lama. Ketika hujan turun, air terserap maksimal sehingga cadangan air tanah tetap terjaga,” kata Slamet pada Jumat, 22 Mei 2026.

Ia menjelaskan, karakteristik tanah organik memiliki kemiripan dengan kawasan hutan yang tetap lembap serta kaya unsur hayati alami. Kondisi tersebut membuat lahan lebih tahan menghadapi cuaca panas dalam waktu panjang karena tidak mudah kehilangan kelembapan.

Slamet menilai pertanian organik tidak hanya berfokus pada hasil panen, tetapi juga memperbaiki kualitas tanah yang mengalami penurunan akibat penggunaan pupuk dan bahan kimia dalam jangka panjang.

Selama hampir 18 tahun mengembangkan sistem pertanian organik, ia menyebut titik balik keuntungan atau break even point umumnya mulai terlihat pada tahun ketiga pengelolaan.

“Setelah kondisi tanah kembali sehat, biaya produksi justru semakin rendah dibanding masa awal pengelolaan,” ucapnya.

Menurutnya, pendekatan tersebut membuat sistem pertanian organik lebih efisien dalam jangka panjang sekaligus memperkuat ketahanan pangan di tengah ancaman perubahan iklim global. Di kawasan Brenjonk, pengelolaan lahan juga menerapkan konsep zero waste atau tanpa limbah melalui pemanfaatan sumber daya lokal secara berkelanjutan.

Selain mengandalkan sistem alami, petani di kawasan tersebut juga mulai memanfaatkan teknologi modern untuk meningkatkan efisiensi kerja. Salah satunya melalui penggunaan drone pertanian yang digunakan untuk kegiatan penyemprotan.

Drone tersebut merupakan bantuan Bank Indonesia yang diterima pada 2022. Menurut Slamet, teknologi itu mampu menekan biaya operasional hingga 40 persen dibandingkan metode penyemprotan manual.

“Drone membantu pekerjaan berat petani, terutama yang sudah lanjut usia. Penyemprotan jadi lebih cepat dan efisien tanpa harus memanggul tangki,” ujarnya.

Meski belum menggunakan sistem digital terpadu untuk memantau produksi dan hasil panen, pemanfaatan drone dinilai menjadi langkah awal menuju penerapan konsep smart farming di kawasan tersebut.

Di lahan pertanian organik Brenjonk, berbagai komoditas dibudidayakan, mulai dari padi merah, padi hitam, padi putih, hingga pandan wangi. Selain itu, terdapat puluhan jenis sayuran lokal maupun impor seperti kailan dan rukola.

Hasil panen dari kawasan tersebut kini telah menjangkau pasar yang lebih luas, termasuk supermarket, hotel, hingga restoran organik di berbagai daerah.

“Beberapa jaringan ritel seperti Papaya, Ranch Market, Hokky, hingga restoran organik di Surabaya menjadi mitra distribusi hasil panen mereka,” sebutnya.

Perkembangan pasar pertanian organik itu juga mulai menarik minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian yang kini dinilai lebih modern dan memiliki peluang ekonomi besar.

“Anak-anak muda sekarang melihat pertanian bukan hanya mencangkul. Ada teknologi, ada produk turunan, ada peluang usaha,” tukasnya.

Share8SendTweet5
Previous Post

Khofifah Pimpin Tanam Tebu Perdana Dukung Swasembada Gula

Next Post

Hortikultura Kutim Jadi Harapan Baru Ekonomi Desa

Next Post
Hortikultura Kutim Jadi Harapan Baru Ekonomi Desa

Hortikultura Kutim Jadi Harapan Baru Ekonomi Desa

Kaltim Raih Penghargaan Pendidikan Nasional

Kaltim Raih Penghargaan Pendidikan Nasional

Discussion about this post

NEWS UPDATE

Rumah Sakit Terdampak Bencana Sumatra Kembali Beroperasi

Rumah Sakit Terdampak Bencana Sumatra Kembali Beroperasi

16 Oktober 2026
Pesta Adat Nondoi Dorong UMKM dan Ekonomi Kreatif PPU

Pesta Adat Nondoi Dorong UMKM dan Ekonomi Kreatif PPU

16 Oktober 2026
UMKM Binaan EMP Pamerkan Produk Unggulan di Helat Pelalawan 2026

UMKM Binaan EMP Pamerkan Produk Unggulan di Helat Pelalawan 2026

16 Oktober 2026
Mahasiswa UIN Suska Riau Pelajari Pemberdayaan Masyarakat Lewat Program CSR PHR

Mahasiswa UIN Suska Riau Pelajari Pemberdayaan Masyarakat Lewat Program CSR PHR

16 Oktober 2026
WCCE 2026 Perkuat Kepemimpinan Ekonomi Kreatif Indonesia di Tingkat Global

WCCE 2026 Perkuat Kepemimpinan Ekonomi Kreatif Indonesia di Tingkat Global

16 Oktober 2026

POPULAR

  • Cargill Raih Gold Award ISDA Berkat Program Rumah Kompos 5R di Gresik

    Cargill Raih Gold Award ISDA Berkat Program Rumah Kompos 5R di Gresik

    3815 shares
    Share 1526 Tweet 954
  • Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    4106 shares
    Share 1642 Tweet 1027
  • Kemenpar Perkuat Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Indonesia

    3807 shares
    Share 1523 Tweet 952
  • PTBA Buka Pendaftaran Program BIDIKSIBA 2026

    3752 shares
    Share 1501 Tweet 938
  • BPKH Salurkan Bingkisan Lebaran Untuk 100 Anak Yatim Di Malang

    3716 shares
    Share 1486 Tweet 929

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.