• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
31 Agustus 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home SUSTAINABILITY KESRA

Pertanian Organik Mojokerto Jadi Strategi Hadapi Perubahan Iklim

by SDGS Admin
27 Mei 2026
Pertanian Organik Mojokerto Jadi Strategi Hadapi Perubahan Iklim
19
SHARES
117
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

BACA JUGA

Irigasi dan Pasokan Air Diperkuat untuk Hadapi Ancaman El Nino

Irigasi dan Pasokan Air Diperkuat untuk Hadapi Ancaman El Nino

21 Juni 2026
Kutim Perluas Sawah demi Swasembada Pangan

Kutim Perluas Sawah demi Swasembada Pangan

30 Mei 2026
Hortikultura Kutim Jadi Harapan Baru Ekonomi Desa

Hortikultura Kutim Jadi Harapan Baru Ekonomi Desa

28 Mei 2026

Mojokerto, Kabar SDGs – Di tengah meningkatnya ancaman perubahan iklim serta cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi, sistem pertanian organik mulai dipandang sebagai salah satu solusi untuk menjaga ketahanan pangan sekaligus menghadapi dampak musim kemarau panjang dan fenomena El Nino. Konsep tersebut dikembangkan di Desa Penanggungan, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, oleh pegiat pertanian organik sekaligus Direktur Brenjonk, Slamet.

Pembahasan mengenai pengembangan pertanian organik itu disampaikan Slamet dalam kegiatan Capacity Building Wartawan Tahun 2026 yang diselenggarakan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan pada 21–22 Mei 2026.

Menurut Slamet, sistem pertanian organik memiliki keunggulan dalam menjaga struktur tanah agar tetap sehat dan mampu menyimpan cadangan air lebih baik dibandingkan metode pertanian konvensional.

“Tanah organik itu gembur, hidup, dan mampu menyimpan air lebih lama. Ketika hujan turun, air terserap maksimal sehingga cadangan air tanah tetap terjaga,” kata Slamet pada Jumat, 22 Mei 2026.

Ia menjelaskan, karakteristik tanah organik memiliki kemiripan dengan kawasan hutan yang tetap lembap serta kaya unsur hayati alami. Kondisi tersebut membuat lahan lebih tahan menghadapi cuaca panas dalam waktu panjang karena tidak mudah kehilangan kelembapan.

Slamet menilai pertanian organik tidak hanya berfokus pada hasil panen, tetapi juga memperbaiki kualitas tanah yang mengalami penurunan akibat penggunaan pupuk dan bahan kimia dalam jangka panjang.

Selama hampir 18 tahun mengembangkan sistem pertanian organik, ia menyebut titik balik keuntungan atau break even point umumnya mulai terlihat pada tahun ketiga pengelolaan.

“Setelah kondisi tanah kembali sehat, biaya produksi justru semakin rendah dibanding masa awal pengelolaan,” ucapnya.

Menurutnya, pendekatan tersebut membuat sistem pertanian organik lebih efisien dalam jangka panjang sekaligus memperkuat ketahanan pangan di tengah ancaman perubahan iklim global. Di kawasan Brenjonk, pengelolaan lahan juga menerapkan konsep zero waste atau tanpa limbah melalui pemanfaatan sumber daya lokal secara berkelanjutan.

Selain mengandalkan sistem alami, petani di kawasan tersebut juga mulai memanfaatkan teknologi modern untuk meningkatkan efisiensi kerja. Salah satunya melalui penggunaan drone pertanian yang digunakan untuk kegiatan penyemprotan.

Drone tersebut merupakan bantuan Bank Indonesia yang diterima pada 2022. Menurut Slamet, teknologi itu mampu menekan biaya operasional hingga 40 persen dibandingkan metode penyemprotan manual.

“Drone membantu pekerjaan berat petani, terutama yang sudah lanjut usia. Penyemprotan jadi lebih cepat dan efisien tanpa harus memanggul tangki,” ujarnya.

Meski belum menggunakan sistem digital terpadu untuk memantau produksi dan hasil panen, pemanfaatan drone dinilai menjadi langkah awal menuju penerapan konsep smart farming di kawasan tersebut.

Di lahan pertanian organik Brenjonk, berbagai komoditas dibudidayakan, mulai dari padi merah, padi hitam, padi putih, hingga pandan wangi. Selain itu, terdapat puluhan jenis sayuran lokal maupun impor seperti kailan dan rukola.

Hasil panen dari kawasan tersebut kini telah menjangkau pasar yang lebih luas, termasuk supermarket, hotel, hingga restoran organik di berbagai daerah.

“Beberapa jaringan ritel seperti Papaya, Ranch Market, Hokky, hingga restoran organik di Surabaya menjadi mitra distribusi hasil panen mereka,” sebutnya.

Perkembangan pasar pertanian organik itu juga mulai menarik minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian yang kini dinilai lebih modern dan memiliki peluang ekonomi besar.

“Anak-anak muda sekarang melihat pertanian bukan hanya mencangkul. Ada teknologi, ada produk turunan, ada peluang usaha,” tukasnya.

Share8SendTweet5
Previous Post

Khofifah Pimpin Tanam Tebu Perdana Dukung Swasembada Gula

Next Post

Hortikultura Kutim Jadi Harapan Baru Ekonomi Desa

Next Post
Hortikultura Kutim Jadi Harapan Baru Ekonomi Desa

Hortikultura Kutim Jadi Harapan Baru Ekonomi Desa

Kaltim Raih Penghargaan Pendidikan Nasional

Kaltim Raih Penghargaan Pendidikan Nasional

Discussion about this post

NEWS UPDATE

214 Ribu Liter Air Bersih Disalurkan ke Flores, Kementerian PU Perkuat Layanan Pengungsi

214 Ribu Liter Air Bersih Disalurkan ke Flores, Kementerian PU Perkuat Layanan Pengungsi

31 Agustus 2026
Pariwisata Labuan Bajo Diperkuat Pascagempa

Pariwisata Labuan Bajo Diperkuat Pascagempa

31 Agustus 2026
Menteri Dody Targetkan 3 Sekolah Rakyat di Kepri Rampung Juni 2027

Menteri Dody Targetkan 3 Sekolah Rakyat di Kepri Rampung Juni 2027

31 Agustus 2026
Bandung Legend Tembus 16 Besar di Jepang

Bandung Legend Tembus 16 Besar di Jepang

31 Agustus 2026
Selamatkan 18,6 Hektare Sawah di Sumbawa, Kementerian PU Salurkan 25 Ribu Liter Air Irigasi

Selamatkan 18,6 Hektare Sawah di Sumbawa, Kementerian PU Salurkan 25 Ribu Liter Air Irigasi

31 Agustus 2026

POPULAR

  • Bank Muamalat Gelar Muamalah Executive Class Bahas Perjalanan Finansial dan Spiritual Menuju Baitullah

    Bank Muamalat Gelar Muamalah Executive Class Bahas Perjalanan Finansial dan Spiritual Menuju Baitullah

    2160 shares
    Share 864 Tweet 540
  • PTBA Buka Pendaftaran Program BIDIKSIBA 2026

    2178 shares
    Share 871 Tweet 545
  • Cargill Raih Gold Award ISDA Berkat Program Rumah Kompos 5R di Gresik

    2214 shares
    Share 886 Tweet 554
  • Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    2472 shares
    Share 989 Tweet 618
  • BPKH Salurkan Bingkisan Lebaran Untuk 100 Anak Yatim Di Malang

    2160 shares
    Share 864 Tweet 540

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.