• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
11 Desember 2025
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home SUSTAINABILITY EKONOMI

Pupuk Indonesia Maksimalkan Produksi demi Dukung Swasembada Pangan

by SDGS Admin
25 Maret 2025
Pupuk Indonesia Maksimalkan Produksi demi Dukung Swasembada Pangan
19
SHARES
119
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

Bali, Kabar SDGs – PT Pupuk Indonesia (Persero) berkomitmen sepenuhnya untuk mendukung program utama pemerintah dan Kementerian BUMN dalam upaya mencapai ketahanan pangan. Salah satu langkah konkret yang diambil oleh Pupuk Indonesia adalah melalui proyek besar pengembangan Kawasan Industri Pupuk di Fakfak, Papua Barat.

“Pupuk Indonesia berencana menginvestasikan Rp 116 triliun untuk mengembangkan kapasitas produksinya. Sebagian dari investasi ini akan kami gunakan untuk membangun kawasan industri pupuk baru di Fakfak, Papua Barat yang, Insya Allah, akan meningkatkan kapasitas produksi kami,” ungkap Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, di Jakarta, yang dikutip pada Jumat, (21/3/2025).

BACA JUGA

Subsidi Pupuk Dipastikan akan Tersalur Langsung ke Petani Tanpa Perantara

Subsidi Pupuk Dipastikan akan Tersalur Langsung ke Petani Tanpa Perantara

30 September 2025
Bupati Dukung Investasi Industri Pupuk PT Fertilizer Inti Technologi

Bupati Dukung Investasi Industri Pupuk PT Fertilizer Inti Technologi

26 Juli 2025
Pupuk Indonesia Sabet 3 Penghargaan dan Rahmad Pribadi Dinobatkan sebagai CEO Visioner

Pupuk Indonesia Sabet 3 Penghargaan dan Rahmad Pribadi Dinobatkan sebagai CEO Visioner

22 Maret 2025

Rahmad menyatakan bahwa peningkatan kapasitas produksi ini adalah langkah krusial untuk menjamin ketersediaan pupuk yang sangat diperlukan untuk mencapai ketahanan pangan. Dia menekankan bahwa pencapaian ketahanan pangan di suatu negara berkaitan erat dengan kondisi industri pupuk di negara tersebut. Menurutnya, Indonesia adalah contoh nyata suatu negara yang telah mencapai ketahanan pangan berkat fokus pada pengembangan industri pupuk.

Rahmad menceritakan bahwa Indonesia berhasil meraih ketahanan beras untuk pertama kalinya pada tahun 1984. Pencapaian ini, sebutnya, tidak terlepas dari perkembangan industri pupuk yang dimulai pada tahun 1959 di PT Pupuk Sriwidjaja Palembang (Pusri), hingga dilanjutkan dengan pembangunan PT Pabrik Iskandar Muda (PIM) di Aceh pada tahun 1982.

“Pada tahun 1984, Indonesia mencapai ketahanan pangan beras yang dimulai dari inisiatif pengembangan industri pupuk sejak tahun 1959 di Pusri,” tutur Rahmad.

“Sejak 1982 hingga saat ini, tidak ada pembangunan kawasan baru, sementara pada tahun 2045, jumlah penduduk Indonesia diperkirakan akan mencapai 324 juta, yang berarti kebutuhan beras nasional harus naik menjadi 37 ton, bertambah 6 juta ton,” jelas Rahmad.

Rahmad menegaskan bahwa pupuk memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan produktivitas pertanian. Pupuk menyumbang sekitar 62% terhadap produktivitas sektor pertanian. Dengan demikian, mencapai ketahanan pangan akan sangat menantang tanpa adanya pasokan pupuk yang memadai.

“Jadi sangat signifikan. Oleh karena itu, salah satu kunci untuk meningkatkan produktivitas pertanian adalah memastikan ketersediaan dan harga pupuk yang terjangkau,” jelas Rahmad.

Di samping memastikan kapasitas produksi, Rahmad menambahkan bahwa Pupuk Indonesia juga berkomitmen untuk mendukung ketahanan pangan dengan menjamin aksesibilitas pupuk bagi petani. Aksesibilitas pupuk ini, kata dia, salah satunya dicapai dengan memastikan distribusi pupuk bersubsidi yang efisien dan transparan. Untuk mewujudkannya, Pupuk Indonesia telah melakukan digitalisasi kios melalui i-Pubers yang mempermudah penebusan menggunakan KTP, serta melakukan pengawasan secara langsung melalui pusat kendali untuk memastikan penyaluran yang tepat.

“Jadi kami telah menerapkan digitalisasi di lebih dari 27 ribu kios. Melalui digitalisasi ini, kami dapat melacak setiap ‘butir’ pupuk yang dimuat di kapal—semua data dan visualnya terlihat, pergerakan kapal dapat dilacak melalui GPS, dan saat tiba di gudang dilengkapi CCTV, juga pelacakan truknya hingga ke kios,” kata dia.

Share8SendTweet5
Previous Post

Putri Koster Berikan Sambutan Positif atas Buku ‘Semua Karena Nirankara’

Next Post

H-7 Lebaran, 47 Ribu orang Pemudik dan 8.000 unit Kendaraan telah Menyeberang ke Sumatera

Next Post
H-7 Lebaran, 47 Ribu orang Pemudik dan 8.000 unit Kendaraan telah Menyeberang ke Sumatera

H-7 Lebaran, 47 Ribu orang Pemudik dan 8.000 unit Kendaraan telah Menyeberang ke Sumatera

Mahasiswa Diajak Terlibat dalam Pembangunan Pusat Kebudayaan Bali

Mahasiswa Diajak Terlibat dalam Pembangunan Pusat Kebudayaan Bali

Discussion about this post

NEWS UPDATE

CISDI Dorong Label Peringatan pada Kemasan Produk Tinggi Gula, Garam, dan Lemak

CISDI Dorong Label Peringatan pada Kemasan Produk Tinggi Gula, Garam, dan Lemak

11 Desember 2025
Dharmasraya Serahkan Donasi Besar Untuk Pemulihan Bencana Sumatra

Dharmasraya Serahkan Donasi Besar Untuk Pemulihan Bencana Sumatra

11 Desember 2025
Forum Pariwisata Hijau Dorong UMKM Bertransformasi

Forum Pariwisata Hijau Dorong UMKM Bertransformasi

11 Desember 2025
BRK Syariah Perkuat Dukungan Untuk Disabilitas

BRK Syariah Perkuat Dukungan Untuk Disabilitas

11 Desember 2025
Peti Pendingin Jenazah Tiba Di Agam

Peti Pendingin Jenazah Tiba Di Agam

11 Desember 2025

POPULAR

  • Posko Bencana di Humbang Hasundutan Mulai Bergerak ke Pusat Bencana Sumut

    Posko Bencana di Humbang Hasundutan Mulai Bergerak ke Pusat Bencana Sumut

    22 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Pelabuhan Tanjung Balai Karimun akan Dikelola Penataan Parkirnya secara Digital

    24 shares
    Share 10 Tweet 6
  • DPMPTSP Bontang Perkuat Layanan Inklusif untuk Warga Berkebutuhan Khusus

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
  • Pembangunan Mini Teater Perpustakaan Bontang Dipastikan Berjalan dengan Pengawasan Ketat

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
  • Otorita IKN Perketat Pengawasan Aktivitas Ilegal di Tahura Bukit Soeharto

    18 shares
    Share 7 Tweet 5

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.