• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
19 Juni 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home SUSTAINABILITY EKONOMI

Masyarakat Dinilai Populix Lebih Selektif dalam Membeli

by SDGS Admin
1 Maret 2025
Masyarakat Dinilai Populix Lebih Selektif dalam Membeli
36
SHARES
225
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

Jakarta, Kabar SDGs – Populix mengungkapkan dibanding Ramadan tahun lalu, tahun ini masyarakat akan lebih selektif dalam berbelanja. Terlihat dari adanya penurunan minat beli secara signifikan pada berbagai produk sekunder, khususnya produk fesyen, perabot rumah tangga, dan barang elektronik. Selain itu, meskipun secara prioritas tidak terdampak signifikan, sebagian masyarakat akan mengurangi kualitas produk makanan dan minuman untuk mempertahankan kuantitasnya. Temuan ini diungkapkan dalam laporan terbaru Populix, “Perilaku Belanja di Bulan Ramadan 2025”, yang didapatkan melalui survei kepada 1.100 orang yang hampir 90%-nya beragama Islam.

Menurut hasil survei Populix, meskipun secara urutan prioritas masih sama, terjadi penurunan yang cukup signifikan pada minat beli kebutuhan sekunder. Misalnya, kendati tetap menjadi prioritas kedua, minat masyarakat untuk membeli produk pakaian dan barang-barang fesyen mengalami penurunan dari 78% menjadi 55% saja.

BACA JUGA

BRIN akan Melakukan Survei Siswa Berbasis Sekolah Global

BRIN akan Melakukan Survei Siswa Berbasis Sekolah Global

25 Juli 2023
Presiden Jokowi Resmikan Wajah Baru Pusat Perbelanjaan Sarinah yang Penuh Sejarah

Presiden Jokowi Resmikan Wajah Baru Pusat Perbelanjaan Sarinah yang Penuh Sejarah

15 Juli 2022
Tips Aman COVID-19 Saat Belanja di Pasar

Berbelanja Online Cara Aman Hindari Penularan Covid-19

5 Mei 2021

Tak hanya itu, penyusutan volume bahkan hingga kurang dari setengah terjadi di produk sekunder lain. Seperti perabot rumah tangga yang menyusut dari 28% ke 11%, dan barang elektronik dari 16% ke 7%. Meskipun prioritasnya paling kecil, publik juga ditengarai akan mengurangi pembelian properti berupa tanah dan bangunan secara signifikan.

Indah Tanip, Vice President of Research Populix, menjelaskan, “Di Ramadan tahun ini, mayoritas masyarakat tidak segan-segan untuk menunda pembelian barang non-esensial, khususnya barang elektronik atau produk mewah lainnya. Bahkan untuk makanan yang secara persentase prioritasnya sedikit berkurang, apabila diteliti ternyata juga turut terdampak dari segi kualitas.”

Saat ditanya Populix antara memilih makanan dan minuman dengan harga “lebih murah meski kualitas standar” atau “lebih mahal dengan kualitas lebih tinggi”, 42% responden menyatakan bahwa keputusan ini bergantung pada kebutuhan. Namun, 33% responden cenderung memilih harga yang lebih murah dengan kualitas standar. Responden laki-laki cenderung lebih memrioritaskan kuantitas, sedangkan responden perempuan cenderung menimbang kebutuhan sebelum membeli.

Penurunan juga ditemukan saat Populix bertanya tentang pengurangan pembelian makanan & minuman tidak esensial selama Ramadan. Meskipun, lebih dari separuh menyatakan akan sedikit mengurangi pembelian, sekitar 33% responden mengaku akan mengurangi secara signifikan.

“Populix melihat perilaku konsumsi yang lebih selektif ini disebabkan oleh meningkatnya kewaspadaan untuk menghindari overspending selama Ramadan. Padahal sebenarnya mayoritas masyarakat tidak akan terlalu mengutak-atik anggaran belanja mereka tahun ini. Hal ini perlu menjadi catatan bagi para pengusaha, khususnya produsen dan ritel, untuk menyesuaikan strategi pemasaran agar tetap bisa menarik pembeli di bulan Ramadan nanti,” akhir Indah.

Penelitian ini dilakukan melalui sebuah survei kepada lebih dari 1.100 responden. Mayoritas responden berasal dari status ekonomi sosial menengah ke atas, dengan persentase laki-laki dan perempuan yang hampir seimbang. Mayoritas responden adalah karyawan, dengan status pernikahan lajang atau menikah dengan anak.

Share14SendTweet9
Previous Post

Nestlé Indonesia Dukung Peternak Sapi Perah Rakyat Subsidi 1,4 Miliar Rupiah untuk Vaksinasi

Next Post

Dentons HPRP Nilai Pembangunan Data Center untuk Menarik Talenta Terbaik Indonesia Imbangi #KaburAjaDulu

Next Post
Dentons HPRP Nilai Pembangunan Data Center untuk Menarik Talenta Terbaik Indonesia Imbangi #KaburAjaDulu

Dentons HPRP Nilai Pembangunan Data Center untuk Menarik Talenta Terbaik Indonesia Imbangi #KaburAjaDulu

Pemkot Bengkulu Fokus Bersihkan Kota Dari Sampah Dalam Program 100 Hari Kerja

Pemkot Bengkulu Fokus Bersihkan Kota Dari Sampah Dalam Program 100 Hari Kerja

Discussion about this post

NEWS UPDATE

Enviwalk 2026 Kampanyekan Mobilitas Ramah Lingkungan di IKN

Enviwalk 2026 Kampanyekan Mobilitas Ramah Lingkungan di IKN

18 Juni 2026
ASDP Pastikan Konektivitas Penyeberangan Aceh Tetap Terjaga dengan Layanan Optimal

ASDP Pastikan Konektivitas Penyeberangan Aceh Tetap Terjaga dengan Layanan Optimal

18 Juni 2026
Pasar Murah Galungan dan Kuningan Dorong UMKM dan Literasi Keuangan

Pasar Murah Galungan dan Kuningan Dorong UMKM dan Literasi Keuangan

18 Juni 2026
InJourney Airports Hadirkan Ragam Aktivitas Seru Ramah Keluarga

InJourney Airports Hadirkan Ragam Aktivitas Seru Ramah Keluarga

18 Juni 2026
Wamenpar Optimistis PKB 2026 Tembus Target 1,6 Juta Pengunjung

Wamenpar Optimistis PKB 2026 Tembus Target 1,6 Juta Pengunjung

18 Juni 2026

POPULAR

  • Bank Muamalat Gelar Muamalah Executive Class Bahas Perjalanan Finansial dan Spiritual Menuju Baitullah

    Bank Muamalat Gelar Muamalah Executive Class Bahas Perjalanan Finansial dan Spiritual Menuju Baitullah

    408 shares
    Share 163 Tweet 102
  • Cargill Raih Gold Award ISDA Berkat Program Rumah Kompos 5R di Gresik

    443 shares
    Share 177 Tweet 111
  • PTBA Buka Pendaftaran Program BIDIKSIBA 2026

    409 shares
    Share 164 Tweet 102
  • Kemenpar Perkuat Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Indonesia

    406 shares
    Share 162 Tweet 102
  • Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    684 shares
    Share 274 Tweet 171

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.