Asahan, Kabar SDGs – Meningkatnya penjualan hewan trenggiling yang dilindungi oleh pemerintah telah menjadi isu yang serius. Menanggapi situasi ini, Ketua Umum DPP Perhimpunan Mahasiswa Asahan Seluruh Indonesia (Permasi), Muhammad Seto Lubis, mengajak Bupati dan Wakil Bupati Asahan untuk aktif berperan dalam melestarikan hewan trenggiling yang semakin berada di ambang kepunahan.
Dalam pernyataan resminya kepada media, Seto menekankan pentingnya peran pemerintah daerah dalam menjamin perlindungan terhadap hewan bersisik keras tersebut.
“Perdagangan trenggiling yang marak di Kabupaten Asahan sangat merugikan upaya kita dalam menjaga ekosistem. Pelestarian trenggiling merupakan tanggung jawab kita bersama,” jelasnya.
Seto juga mengajak masyarakat Asahan untuk berperan serta dalam melindungi spesies langka ini dengan lebih bijaksana dalam penggunaan sumber daya alam dan berkomitmen menjaga habitat trenggiling agar tidak mengalami kepunahan.
“Saya mengundang seluruh masyarakat Asahan untuk terus mengawasi dan melestarikan trenggiling,” tegas Seto.
Di samping itu, Seto juga menyampaikan ucapan selamat kepada Taufik Zainal Abidin Siregar yang baru saja terpilih sebagai Bupati Asahan dan Ryanto sebagai Wakil Bupati Asahan.
“Selamat dan sukses kepada Bupati dan Wakil Bupati Asahan yang baru terpilih. Semoga dapat menjalankan amanah masyarakat dengan baik dan memperhatikan pelestarian satwa-satwa yang dilindungi,” tambahnya.
Perhimpunan Mahasiswa Asahan Seluruh Indonesia (Permasi) berharap bahwa Pemerintah Kabupaten Asahan akan segera mengambil langkah-langkah konkret untuk menghentikan perdagangan trenggiling ilegal, serta meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya memelihara keanekaragaman hayati demi masa depan yang lebih baik.












Discussion about this post