• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
14 Februari 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home SUSTAINABILITY

Ini Tips dari Wamenkraf agar Desa Wisata Berkembang dan Maju

by SDGS Admin
4 Juni 2023
Ini Tips dari Wamenkraf agar Desa Wisata Berkembang dan Maju
30
SHARES
189
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

SURABAYA, KabarSDGs – Dalam acara “The 4th Kampoeng Kreasi 2023” yang diadakan di Royal Plaza Surabaya, Jawa Timur, pada Sabtu (3/6/2023), Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo mengungkapkan pandangannya mengenai pengembangan desa wisata.

Angela menyoroti tiga aspek penting yang harus diperhatikan dan dipersiapkan oleh pengelola desa wisata agar desa tersebut dapat berkembang dan maju, sehingga dapat meningkatkan tingkat kunjungan, pengeluaran wisatawan, serta kesejahteraan masyarakat setempat.

BACA JUGA

Surabaya Tekan Biaya Sampah Lewat Rumah Kompos Tantangan Timbulan Masih Tinggi

Surabaya Tekan Biaya Sampah Lewat Rumah Kompos Tantangan Timbulan Masih Tinggi

17 Januari 2026
Kemenpar-Kemenkop Kolaborasi Percepat Pendirian Kopdes Merah Putih di Desa Wisata

Kemenpar-Kemenkop Kolaborasi Percepat Pendirian Kopdes Merah Putih di Desa Wisata

15 Januari 2026
Libur Natal Dongkrak Kunjungan Wisata Surabaya

Libur Natal Dongkrak Kunjungan Wisata Surabaya

2 Januari 2026

Pertama, Angela menekankan pentingnya memposisikan desa wisata sebagai tujuan wisata yang menarik.

“Pengembangan desa tersebut harus memperhatikan fungsinya sebagai tempat yang dapat dikunjungi oleh wisatawan untuk tinggal atau menginap, sekaligus memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang adat istiadat masyarakat setempat,” ujarnya dalam siaran tertulisnya.

Sebagai contoh, Angela mengacu pada Desa Wisata Wae Rebo di Nusa Tenggara Timur. Meskipun akses ke desa Wae Rebo memerlukan perjalanan darat selama empat hingga enam jam dan pendakian selama dua jam, hal ini tidak mengurangi minat wisatawan untuk mengunjunginya dan menyaksikan langsung adat istiadat yang masih dijaga oleh masyarakat desa tersebut. Menurutnya, banyak wisatawan juga memilih untuk menginap di “Mbaru Niang,” yaitu rumah adat berbentuk kerucut di Desa Wae Rebo.

“Ini adalah contoh desa wisata yang berhasil menjadi destinasi. Tidak semua desa dapat mencapai keunikan semacam ini, oleh karena itu setiap desa harus memiliki daya tarik yang eksklusif dan tak tertandingi,” jelasnya.

Selanjutnya, Angela menyoroti pentingnya keberadaan berbagai aktivitas ekonomi kreatif di desa wisata. Sebagai contoh, Desa Giriloyo di Yogyakarta dikenal sebagai desa batik, di mana wisatawan dapat berpartisipasi dalam kegiatan membatik yang memberikan pengalaman baru.

“Ketika saya mengunjungi Desa Giriloyo di Yogyakarta, saya belajar membatik di sana. Meskipun saya hanya menghabiskan beberapa jam, karya saya masih jauh dari sempurna. Namun, jika kita menghabiskan beberapa hari di sana, kita akan bisa langsung mempraktikkan dan membawa pulang karya batik yang telah kita buat,” terangnya.

Terakhir, Angela menekankan peran desa wisata sebagai pemasok dalam rantai industri pariwisata. Desa wisata yang menekankan kegiatan agrowisata sebagai daya tarik utama dapat menjalin kerja sama dengan hotel dan restoran untuk memenuhi kebutuhan mereka, mulai dari pasokan telur, sayur-sayuran, buah-buahan, hingga produk-produk camilan dari Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

“Ini adalah peluang yang sangat baik. Desa wisata dapat menciptakan lapangan kerja dan memungkinkan generasi muda untuk tetap tinggal dan berkontribusi dalam membangun desa. Oleh karena itu, kita harus memberikan banyak peluang dan potensi baru kepada generasi muda agar mereka dapat berkreasi dan mengembangkan desa,” ungkapnya.

Akan tetapi, Angela juga mengingatkan bahwa tantangan bagi desa sebagai pemasok dalam rantai industri pariwisata adalah menjaga konsistensi, kualitas, dan kuantitas produk yang dihasilkan. Oleh karena itu, pengelola desa wisata harus memiliki kemampuan untuk mempertahankan kualitas yang telah dibangun dan mampu memenuhi kebutuhan dari pihak hotel dan restoran.

“Dalam hal kelembagaan, kita harus memastikan bahwa ada standar tertentu yang terjaga. Diperlukan adanya penyalur dan konsep yang dapat menjamin kualitas dan kuantitas produk yang dihasilkan,” pungkas Angela.

Share12SendTweet8
Previous Post

Kepala BNPB: Perubahan Iklim Meningkatkan Potensi Kejadian Bencana

Next Post

Aldi Satya Mahendra Juara 1 Ajang R3 bLU cRU European Championship 2023 di Italia

Next Post
Aldi Satya Mahendra Juara 1 Ajang R3 bLU cRU European Championship 2023 di Italia

Aldi Satya Mahendra Juara 1 Ajang R3 bLU cRU European Championship 2023 di Italia

Kajian Produk Tembakau Alternatif Perlu Kolaborasi Multidisiplin

Kajian Produk Tembakau Alternatif Perlu Kolaborasi Multidisiplin

Discussion about this post

NEWS UPDATE

Batam Perkuat Daya Tarik Investasi Maritim Jerman

Batam Perkuat Daya Tarik Investasi Maritim Jerman

14 Februari 2026
Badung Perkuat Kelola Sampah dari Rumah Tangga

Badung Perkuat Kelola Sampah dari Rumah Tangga

14 Februari 2026
Sepatu Aveka Tembus Empat Besar Shopee Jagoan UMKM

Sepatu Aveka Tembus Empat Besar Shopee Jagoan UMKM

13 Februari 2026
Taman Kampung Baru Jadi Ruang Hijau Warga

Taman Kampung Baru Jadi Ruang Hijau Warga

13 Februari 2026
Dosen UIN Ar Raniry Raih Juara Research Expo 2026

Dosen UIN Ar Raniry Raih Juara Research Expo 2026

13 Februari 2026

POPULAR

  • BRIN dan Royal Botanic Gardens Kew Inggris Berkolaborasi terkait Bank Benih

    BRIN dan Royal Botanic Gardens Kew Inggris Berkolaborasi terkait Bank Benih

    62 shares
    Share 25 Tweet 16
  • Indonesia Peringkat Kedua Negara Paling Rentan Penipuan Digital Dunia

    24 shares
    Share 10 Tweet 6
  • Imlek Nasional 2026 Angkat Harmoni Budaya Nusantara

    22 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Honda Perkenalkan New CR-V e HEV di IIMS 2026

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Honda Jazz 2026 Muncul Kembali di Tengah Tekanan Mobil Listrik

    36 shares
    Share 14 Tweet 9

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.