• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
16 Januari 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home SUSTAINABILITY LINGKUNGAN

Kepala BNPB: Perubahan Iklim Meningkatkan Potensi Kejadian Bencana

by SDGS Admin
3 Juni 2023
Kepala BNPB: Perubahan Iklim Meningkatkan Potensi Kejadian Bencana
27
SHARES
171
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

JAKARTA, KabarSDGs – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto mengungkapkan, perubahan iklim secara nyata telah meningkatkan potensi kejadian bencana. Dalam pidatonya pada Rapat Koordinasi Nasional Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU), Suharyanto menjelaskan, perubahan iklim meningkatkan frekuensi dan intensitas bencana dengan drastis.

“Data menunjukkan bahwa peningkatan suhu rata-rata global sejalan dengan peningkatan frekuensi kejadian bencana secara global sejak tahun 1961. Hal yang sama terjadi di Indonesia, di mana jumlah kejadian bencana alam meningkat sebesar 82% dari tahun 2010 hingga 2022,” ujarnya dalam siaran tertulisnya.

BACA JUGA

Tunjangan Khusus Menjadi Penopang Guru Terdampak Bencana Tetap Mengajar

Tunjangan Khusus Menjadi Penopang Guru Terdampak Bencana Tetap Mengajar

5 Januari 2026
Salju Langka Selimuti Gurun Arab

Salju Langka Selimuti Gurun Arab

23 Desember 2025
Banjir Rendam Tiga Kabupaten di Riau

Banjir Rendam Tiga Kabupaten di Riau

23 Desember 2025

Suharyanto menerangkan, kenaikan suhu rata-rata global, baik secara nasional maupun global, berkontribusi pada peningkatan frekuensi kejadian bencana, terutama bencana hidrometeorologi.

Dalam lima bulan pertama tahun 2023, BNPB mencatat 1.675 kejadian bencana, yang sebagian besar adalah bencana hidrometeorologi. Lebih dari 99% kejadian tersebut terkait dengan bencana hidrometeorologi, dengan 92,5% adalah bencana hidrometeorologi basah dan 6,6% adalah bencana hidrometeorologi kering.

“Masalah utama yang menyebabkan bencana hidrometeorologi basah adalah urbanisasi yang menyebabkan kerusakan lingkungan dan alih fungsi lahan, yang mengurangi kapasitas daya serap air dan karbon dari hulu hingga hilir,” ungkap Suharyanto.

Ia menjelaskan, urbanisasi juga berkontribusi pada peningkatan emisi gas rumah kaca, seperti asap kendaraan dan pabrik, yang mengurangi kualitas udara. Menurutnya, alih fungsi lahan menyebabkan pengurangan vegetasi, yang mengurangi kemampuan alam dalam menyerap karbon dan meningkatkan risiko banjir dan longsor.

“Perubahan iklim juga berdampak pada peningkatan tinggi muka laut, yang menyebabkan peningkatan frekuensi banjir rob. BNPB mencatat peningkatan 46% dalam kejadian banjir rob dalam tiga tahun terakhir, dari 35 kejadian pada tahun 2020 menjadi 75 kejadian pada tahun 2022, yang diperparah oleh kerusakan ekosistem pesisir,” ungkap Suharyanto.

Ia melanjutkan, selain bencana hidrometeorologi basah, bencana hidrometeorologi kering juga mulai terjadi di beberapa wilayah di Indonesia.

“Kebakaran hutan meningkat dalam frekuensi, dan beberapa daerah telah menetapkan status siaga darurat,” ungkap Suharyanto.

Data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menunjukkan bahwa luas lahan yang terdampak kebakaran hutan, terutama lahan gambut, berhubungan langsung dengan emisi karbon yang dilepaskan. Contohnya, pada tahun 2019, 1,64 juta hektar lahan terbakar, melepaskan 624 juta ton emisi karbon ke udara.

Suharyanto juga mengimbau, seluruh masyarakat untuk bekerja sama dalam mengurangi dampak perubahan iklim. Ia mengajak semua elemen pentahelix untuk bertanggung jawab dalam memutus lingkaran proses ini dan mengurangi dampak perubahan iklim.

Dalam penutupannya, Suharyanto mengapresiasi keterlibatan berbagai elemen pentahelix dalam penanggulangan bencana. Dia menyatakan bahwa penanggulangan dampak perubahan iklim membutuhkan dukungan dari semua elemen bangsa, termasuk LPBI NU sebagai komunitas penanggulangan bencana.

“Nota kesepahaman antara BNPB dan LPBI NU juga ditandatangani untuk memperkuat kerjasama yang telah berjalan dengan baik,” pungkasnya.

Share11SendTweet7
Previous Post

Bangun Ekonomi Umat Lewat Entrepreneurship, Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta Didukung MenKopUKM

Next Post

Ini Tips dari Wamenkraf agar Desa Wisata Berkembang dan Maju

Next Post
Ini Tips dari Wamenkraf agar Desa Wisata Berkembang dan Maju

Ini Tips dari Wamenkraf agar Desa Wisata Berkembang dan Maju

Aldi Satya Mahendra Juara 1 Ajang R3 bLU cRU European Championship 2023 di Italia

Aldi Satya Mahendra Juara 1 Ajang R3 bLU cRU European Championship 2023 di Italia

Discussion about this post

NEWS UPDATE

Lima Investor Teken Tujuh Kerja Sama Pemanfaatan Lahan di IKN

Lima Investor Teken Tujuh Kerja Sama Pemanfaatan Lahan di IKN

16 Januari 2026
Pertamina Jajaki Kerja Sama Strategis Dukung Ekosistem Berkelanjutan IKN

Pertamina Jajaki Kerja Sama Strategis Dukung Ekosistem Berkelanjutan IKN

16 Januari 2026
Nusantara Dilirik Akademisi Dunia Sebagai Model Kota Berkelanjutan

Nusantara Dilirik Akademisi Dunia Sebagai Model Kota Berkelanjutan

16 Januari 2026
Pemuda Lingkungan Tanam Harapan Lewat Gerakan Satu Bibit Sejuta Manfaat

Pemuda Lingkungan Tanam Harapan Lewat Gerakan Satu Bibit Sejuta Manfaat

16 Januari 2026
Presiden Resmikan 166 Sekolah Rakyat Perkuat Akses Pendidikan Hingga Wilayah 3T

Presiden Resmikan 166 Sekolah Rakyat Perkuat Akses Pendidikan Hingga Wilayah 3T

15 Januari 2026

POPULAR

  • Pembangunan Superblok Pakuwon di IKN Segera Dimulai Maret 2026

    Pembangunan Superblok Pakuwon di IKN Segera Dimulai Maret 2026

    48 shares
    Share 19 Tweet 12
  • Jaringan Konektivitas Jalan Tol Trans Sumatera dan Kesiapan Tol Fungsional

    80 shares
    Share 32 Tweet 20
  • Kementerian PU Targetkan Pembangunan 1.606 Unit Huntara di Aceh dan Tapanuli Selatan Tuntas Sebelum Ramadhan

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
  • Akses Internet Desa Kalimantan Timur Capai 95 Persen

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
  • Banjir Rusak Ribuan Hektare Sawah di Kota Langsa

    17 shares
    Share 7 Tweet 4

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.