• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
17 Juni 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home SUSTAINABILITY PENDIDIKAN & IPTEK

Produksi Garam dapat Didongkrak dengan Mengoptimalkan Teknologi

by SDGS Admin
17 Desember 2022
Produksi Garam dapat Didongkrak dengan Mengoptimalkan Teknologi
40
SHARES
249
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

JAKARTA, KabarSDGs – Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kemenenterian Perindustrian hadir memberikan layanan dalam hal standardisasi industri, optimalisasi pemanfaatan teknologi industri dan pelayanan jasa industri di seluruh unit kerja Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri (BBSPJI) serta Balai Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri (BSPJI). Salah satu kelompok industri yang mendapat pembinaan adalah Industri Kecil Menengah (IKM) pengolahan garam yang berperan penting bagi pasokan garam lokal, khususnya untuk keperluan konsumsi.

“BSKJI Kemenperin berupaya mendukung pengembangan garam di Indonesia melalui pendampingan dan konsultansi bagi para pelaku industri serta penerapan teknologi yang dikembangkan bagi IKM Menengah melalui unit kerja yang dimiliki,” ujar Kepala BSKJI Kemenperin, Doddy Rahadi di Jakarta, Jumat (16/12).

BACA JUGA

Polibatam Kembangkan Teknologi Pakan Ikan Otomatis Berbasis IoT

Polibatam Kembangkan Teknologi Pakan Ikan Otomatis Berbasis IoT

4 Juni 2026
Asahan Gelar Seminar EduDay 2026 Dorong Pendidikan Digital

Asahan Gelar Seminar EduDay 2026 Dorong Pendidikan Digital

5 April 2026
Unila Gelar Riset Festival 2025

Unila Gelar Riset Festival 2025

17 September 2025

Doddy menerangkan, garam merupakan salah satu komoditas strategis yang penggunaannya sangat luas, mulai dari sektor konsumsi baik rumah tangga maupun komersial seperti hotel, restoran dan katering. Selain itujuga diperlukan oleh sektor industri meliputi industri aneka pangan, di antaranya untuk produksi mi instan, biskuit, bumbu-bumbuan, makanan ringan, dan produk aneka pangan lainnya.

“Garam juga berguna dalam industri farmasi (cairan infus, cairan hemodialisa, dan obat-obatan lainnya), industri tekstil dan penyamakan kulit, industri klor alkali (petrokimia dan pulp kertas), bahkan untuk water treatment di industri dan pengeboran minyak. Mengingat banyaknya penggunaan garam ini, tentu kebutuhannya juga akan sangat banyak,” imbuhnya.

Doddy menjelaskan, salah satu unit kerja di bawah BSKJI Kemenperin, yakni Balai Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri (BSPJI) Banda Aceh ikut berpartisipasi dalam pengembangan garam di Indonesia, khususnya di Provinsi Aceh. Salah satu teknologi yang dikembangkan sekaligus diaplikasikan di sektor IKM pengolahan garam adalah teknologi untuk mempercepat produksi garam menggunakan sistim semprot (sprayer).

“Teknologi yang di kembangkan ini telah di aplikasikan di dua IKM garam di Provinsi Aceh, yaitu di UD. Milhy Jaya Bireuen dan Koperasi Tunas Usaha Sejahtera Aceh Besar,” bebernya.

Prinsip kerja dari teknologi yang dikembangkan tersebut adalah dengan cara menaikkan air garam muda (± 10 0be) menggunakan pompa air yang digerakkan oleh tenaga listrik bersumber dari panel surya (solar cell) kebagian atas melalui pipa PVC dan di alirkan kembali ke bawah dalam bentuk pancuran seperti shower. Proses ini di ulang-ulang terus setiap hari sesuai dengan waktu yang telah di tentukan. Karena ukuran air yang di jatuhkan dalam bentuk butiran kecil, maka proses penguapan air akan lebih efisien. Selain itu, ketika butiran air yang di jatuhkan ke bagian atas geomembran, akan menimbulkan efek pengadukan air garam yang juga berpengaruh langsung terhadap percepatan laju penguapan air.

Ketua Tim pengembangan teknologi pengolahan garam sistem semprot tersebut, Mehlinda mengatakan, dalam kondisi cuaca normal dengan adanya teknologi sistem semprot ini tingkat kenaikan baume air garam rata-rata mencapai 2 obe/hari. Sedangkan jika tidak menggunakan teknologi semprot kadar baume hanya naik 1 obe/hari.

“Hal ini dapat memangkas waktu produksi garam sebanyak 50 persen apabila dibandingkan dengan teknologi konvensional tanpa menggunakan sistem semprot. Keuntungan lain dari pengggunaan teknologi semprot ini adalah ukuran partikel garam yang dihasilkan lebih halus,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala BSPJI Banda Aceh, Fathullah mengapresiasi adanya kegiatan pendampingan untuk optimalisasi teknologi yang tepat guna dan kedepannya berharap dapat terus mengaplikasikan teknologi tersebut guna meningkatkan daya saing IKM industri garam baik lokal maupun nasional.

“Kami berkomitmen untuk dapat memberikan kemudahan dan pelayanan terbaik kepada pelaku industri terutama sektor IKM,” sebutnya.

Share16SendTweet10
Previous Post

UU Perjanjian Ekstradisi Buronan antara Indonesia dengan Singapura Disahkan

Next Post

Sidomulyo Siap Menjadi Desa Tangguh Bencana, 10 Indikator Terpenuhi

Next Post
Sidomulyo Siap Menjadi Desa Tangguh Bencana, 10 Indikator Terpenuhi

Sidomulyo Siap Menjadi Desa Tangguh Bencana, 10 Indikator Terpenuhi

BMKG: Cuaca Ekstrem Harus Diwaspadai Selama Periode Nataru

BMKG: Cuaca Ekstrem Harus Diwaspadai Selama Periode Nataru

Discussion about this post

NEWS UPDATE

FPIK UB Kukuhkan Dua Guru Besar Bidang Kelautan

FPIK UB Kukuhkan Dua Guru Besar Bidang Kelautan

15 Juni 2026
D’Youth Fest 6.0 Jadi Wadah Kreativitas Generasi Muda Denpasar

D’Youth Fest 6.0 Jadi Wadah Kreativitas Generasi Muda Denpasar

15 Juni 2026
Road Show Travel Malaysia Perkuat Kerja Sama Pariwisata Lampung

Road Show Travel Malaysia Perkuat Kerja Sama Pariwisata Lampung

15 Juni 2026
Surabaya Temukan Lebih dari Empat Ribu Kasus TBC Hingga Mei 2026

Surabaya Temukan Lebih dari Empat Ribu Kasus TBC Hingga Mei 2026

14 Juni 2026
BBWS Mesuji Sekampung Percepat Perbaikan Irigasi Way Gemol

BBWS Mesuji Sekampung Percepat Perbaikan Irigasi Way Gemol

14 Juni 2026

POPULAR

  • Bank Muamalat Gelar Muamalah Executive Class Bahas Perjalanan Finansial dan Spiritual Menuju Baitullah

    Bank Muamalat Gelar Muamalah Executive Class Bahas Perjalanan Finansial dan Spiritual Menuju Baitullah

    387 shares
    Share 155 Tweet 97
  • Cargill Raih Gold Award ISDA Berkat Program Rumah Kompos 5R di Gresik

    423 shares
    Share 169 Tweet 106
  • PTBA Buka Pendaftaran Program BIDIKSIBA 2026

    390 shares
    Share 156 Tweet 98
  • Minamas Plantation Berbagi dengan Anak Yatim di Pekanbaru

    392 shares
    Share 157 Tweet 98
  • BPKH Salurkan Bingkisan Lebaran Untuk 100 Anak Yatim Di Malang

    386 shares
    Share 154 Tweet 97

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.