• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
30 September 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home SUSTAINABILITY KESRA

Ketahanan Bangunan Jadi PR Besar Negara Rawan Gempa

by Editor
1 Mei 2021
Gempa M 6,1 Berdekatan Pusat Gempa Merusak Jawa Timur Masa Lalu

Sejumlah warga beraktivitas di depan rumah yang mengalami kerusakan akibat dampak dari Gempabumi Selatan Malang M 6,1 di Kabupaten Malang, Sabtu (10/4). Foto: BPBD Kabupaten Malang.

21
SHARES
134
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

JAKARTA, KabarSDGs — Gempa yang terjadi di Provinsi Jawa Timur pada awal April 2021 lalu menimbulkan kerugian yang cukup besar baik korban jiwa maupun kerusakan bangunan. Salah satu daerah dengan kerusakan bangunan terparah berada di Kabupaten Malang.

Menanggapi hal tersebut, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Tim Intelijensi Penanggulangan Bencana (TIPB), menggelar Rapat Koordinasi TIPB yang membahas Gempa M6.1 di Kabupaten Malang dan sekitarnya pada Jumat (30/4). Rakor ini merupakan lanjutan dari hari sebelumnya yang membahas bencana banjir bandang dan tanah longsor di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

BACA JUGA

Kaltim Beri Gratis Biaya Administrasi Rumah Subsidi

Kaltim Beri Gratis Biaya Administrasi Rumah Subsidi

29 September 2026
Transportasi Laut Dioptimalkan untuk Distribusi Bantuan Kemanusiaan Gempa NTT

Transportasi Laut Dioptimalkan untuk Distribusi Bantuan Kemanusiaan Gempa NTT

23 Agustus 2026
Pelabuhan Sape Perkuat Akses Wisata dan Ekonomi Kawasan Timur Indonesia

ASDP Siap Operasikan Kembali Layanan Perintis di NTT

20 Juli 2026

“Ketahanan bangunan memang masih menjadi PR besar bagi Tanah Air. Tetapi di setiap bencana, akan selalu ada hal unik yang dapat dijadikan pelajaran,” ujar Abdul Muhari selaku Plt Direktur Pemetaan dan Evaluasi Risiko Bencana dalam pembukaannya pada Rakor TIPB hari ke-2.

Abdul juga mengatakan, BNPB membutuhkan infromasi dari stakeholder terkait kebencanaan untuk diintegrasikan dan dijadikan suatu kebijakan juga aksi nyata penanggulangan bencana.

Seperti halnya gempa di Sulawesi Barat Januari 2021 lalu, Gempa sebesar M6.1 ini juga menimbulkan kerusakan pada bangunan.

Menurut data yang didapat dan dikaji Prof. Iswandi Imran, guru besar Teknik Sipil dan Lingkungan Institut Teknologi Bandung, kebanyakan kerusakan terjadi pada bangunan pendek atau rumah tinggal.

Iswandi juga menyebutkan beberapa bentuk kerusakan bangunan yang tercatat akibat gempa tersebut.

Bentuk kerusakan pertama adalah atap rumah yang roboh. Kebanyakan atap yang roboh terbuat dari rangka atap baja ringan. Masalahnya terdapat pada elemen rangka baja ringan yang terbuat dari komponen sangat tipis.

“Ketebalannya bisa mencapai 0,4 mm. Padahal standar minimum ketebalan atap yang diizinkan adalah 0,7 mm. Apabila di bagian atap tidak ada pengkaku pada bangunan maka ketika ada goncangan, terjadi gerakan yang tidak sinkron antara dinding yang saling berhadapan,” jelas Iswandi.

Maka rangka atap ringan tidak akan mampu mengakomodasi gaya atau tekanan yang ada. Selanjutnya rangka baja ringan akan menekuk dan ‘fail’.

“Rangka jenis ini baiknya dikombinasikan dengan bahan yang kaku di bawahnya, seperti balok-balok, sebagai pengikat. Sehingga ketika ada getaran akan terjadi gerakan yang sinkron,” kata Iswandi.

Kerusakan lain yang kerap terjadi akibat gempa adalah kerusakan akibat benturan. Hal ini dikarenakan tidak adanya jarak atau ruang antar bangunan.

“Ruang itu dibutuhkan untuk mengakomodasi guncangan apabila terjadi gempa. Kalau tidak ada ruang atau jarak, maka sudah pasti bangunan akan berbenturan,” ungkap Iswandi.

Ada tidaknya ruang antar bangunan harus menjadi perhatian. Apabila tidak ada, maka akan menimbulkan masalah lebih lanjut jika terjadi gempa susulan dengan kekuatan lebih besar.

Kerusakan bangunan lainnya yang banyak dijumpai adalah dinding yang roboh. Salah satu pemicunya adalah sistem struktur dinding yang tidak dilengkapi dengan elemen pengikat.

“Elemen pengikat ini punya syarat, misalnya untuk area dinding 3×3 harus sudah diikat oleh elemen-elemen pengikat,”

Sayangnya bangunan yang banyak ditemukan rusak berat akibat gempa masih memiliki sistem struktur dinding tanpa elemen pengikat. Sistem seperti ini sangat rentan terhadap guncangan.

“Dinding tidak akan pernah kuat apabila tidak memiliki elemen pengikatnya. Hal ini perlu diinformasikan lebih lanjut kepada masyarakat,” ungkap Iswandi.

Strategi Mitigasi

Kedepannya, Iswandi berharap seluruh bangunan yang berada di wilayah Selatan Jawa harus dinilai dan dievaluasi untuk mengantisipasi kejadian gempa yang mungkin terjadi. SNI terkait penilaian bangunan tahan gempa ini sedang disusun dan diharapkan akhir tahun 2021 sudah bisa dimanfaatkan untuk kepentingan terkait.

Selain itu, perlu disusun peta kerentanan bangunan, khususnya bangunan hunian, di wilayah Selatan Jawa. Peta tersebut harus bisa terinformasikan kepada masyarakat sebagai bentuk kesiapsiagaan dalam mengantisipasi dan mengurangi dampak dari gempa yang mungkin terjadi.

Terakhir, perancangan bangunan yang sesuai dengan SNI Gempa dan SNI Detailing perlu dilakukan secara konsisten.

Share8SendTweet5
Previous Post

Tim Gabungan Lanjutkan Pencarian Korban Longsor di Tapsel

Next Post

BNPB: Januari-April Ribuan Bencana Hidrometeorologi Dominasi Indonesia

Next Post
BNPB Kerahkan Tiga Helikopter Tangani Banjir Bandang Flotim

BNPB: Januari-April Ribuan Bencana Hidrometeorologi Dominasi Indonesia

Longsor Tapanuli Selatan, Dua Korban Anggota Keluarga Ditemukan Lagi

Longsor Tapanuli Selatan, Dua Korban Anggota Keluarga Ditemukan Lagi

Discussion about this post

NEWS UPDATE

Gunung Marapi Kembali Erupsi Abu Vulkanik Guyur Sejumlah Wilayah

Gunung Marapi Kembali Erupsi Abu Vulkanik Guyur Sejumlah Wilayah

30 September 2026
BGN Siapkan Aplikasi Rating untuk Evaluasi Layanan MBG

BGN Siapkan Aplikasi Rating untuk Evaluasi Layanan MBG

29 September 2026
Kaltim Beri Gratis Biaya Administrasi Rumah Subsidi

Kaltim Beri Gratis Biaya Administrasi Rumah Subsidi

29 September 2026
Kementerian PU Operasikan Tiga Pompa untuk Tangani Kekeringan Sawah di Bekasi

Kementerian PU Operasikan Tiga Pompa untuk Tangani Kekeringan Sawah di Bekasi

29 September 2026
Wonderful Indonesia Gastronomy 2026 Resmi Dibuka di Solo

Wonderful Indonesia Gastronomy 2026 Resmi Dibuka di Solo

29 September 2026

POPULAR

  • Kemenpar Perkuat Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Indonesia

    Kemenpar Perkuat Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Indonesia

    3234 shares
    Share 1294 Tweet 809
  • Cargill Raih Gold Award ISDA Berkat Program Rumah Kompos 5R di Gresik

    3245 shares
    Share 1298 Tweet 811
  • Minamas Plantation Berbagi dengan Anak Yatim di Pekanbaru

    3228 shares
    Share 1291 Tweet 807
  • PTBA Buka Pendaftaran Program BIDIKSIBA 2026

    3196 shares
    Share 1278 Tweet 799
  • Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    3554 shares
    Share 1422 Tweet 889

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.