• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
20 Mei 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home TRAVEL & LIFESTYLE

Restorasi Besakih Kembalikan Harmoni Suci Bali

by SDGS Admin
5 Mei 2026
Restorasi Besakih Kembalikan Harmoni Suci Bali
17
SHARES
109
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

BACA JUGA

Libur Panjang Dongkrak Kunjungan Wisata di Ulun Danu Beratan

Libur Panjang Dongkrak Kunjungan Wisata di Ulun Danu Beratan

17 Mei 2026
Denpasar Perkuat Pengelolaan Sampah Pariwisata Sanur

Denpasar Perkuat Pengelolaan Sampah Pariwisata Sanur

2 April 2026
Menpar Tinjau Layanan Wisata Bali Pasca Lebaran

Menpar Tinjau Layanan Wisata Bali Pasca Lebaran

30 Maret 2026

Karangasem, Kabar SDGs – Gubernur Bali Wayan Koster memulai langkah strategis dalam penataan kawasan suci Pura Agung Besakih melalui program restorasi Parahyangan yang telah lama dirancang. Dimulainya tahapan ini ditandai dengan pelaksanaan upacara Ngeruak atau Mulang Dasar sekaligus peletakan batu pertama penataan area Parahyangan Tahap II di kawasan Pura Banua, Besakih, Kecamatan Rendang, Jumat (1/5), bertepatan dengan Rahina Purnama.

Di hadapan undangan yang hadir di Wantilan Kesari Warmadewa Besakih, Koster menekankan bahwa pekerjaan ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan upaya mengembalikan keaslian kawasan suci sesuai dengan pakem arsitektur Bali. “Ini bukan pembangunan baru, bukan juga rehab biasa. Ini restorasi, membangun kembali dengan tetap mempertahankan keaslian,” tegasnya.

Langkah ini berangkat dari kondisi kawasan yang selama bertahun-tahun dinilai tidak tertata secara seragam. Berbagai elemen seperti kori candi bentar, penyengker, hingga pelinggih menunjukkan perbedaan dari sisi bahan, warna, motif, hingga ukuran. Penggunaan material yang beragam, mulai dari batu padas hingga beton, serta kondisi bangunan yang sebagian rusak dan tidak terawat, dinilai mengurangi kesan sakral kawasan tersebut. “Secara keseluruhan tidak harmonis dan tidak mencerminkan keagungan kawasan suci dengan latar Gunung Agung,” ungkap Koster.

Ia menjelaskan bahwa kondisi tersebut terjadi karena sebelumnya tidak ada standar penataan yang baku, sehingga pembangunan dilakukan sesuai kemampuan masing-masing daerah maupun partisipasi umat. Melalui restorasi ini, sebanyak 30 titik suci akan ditata ulang dengan pendekatan yang mengedepankan keseragaman material, kesesuaian ornamen, serta pengembalian pada arsitektur asli Bali guna menciptakan keseimbangan antara aspek sekala dan niskala.

Program ini merupakan kelanjutan dari penataan tahap pertama yang telah difokuskan pada aspek palemahan, seperti pembangunan fasilitas parkir, sarana umat, dan kios pedagang. Total anggaran penataan kawasan Besakih mencapai lebih dari Rp1 triliun, dengan rincian tahap awal sekitar Rp911 miliar yang bersumber dari APBN dan APBD Provinsi Bali. Tahap kedua sendiri telah dimulai sejak 2025 dan ditargetkan rampung pada 2026 dengan dukungan anggaran bersama pemerintah daerah.

Koster menilai perubahan signifikan sudah mulai dirasakan, khususnya dalam pengelolaan akses dan parkir yang sebelumnya sering menjadi kendala utama bagi umat. “Dulu krodit sekali. Kendaraan menumpuk, umat tidak bisa masuk, bahkan ada yang sembahyang dari jalan lalu pulang,” kenangnya.

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa seluruh proses pengerjaan harus dilandasi kesadaran spiritual. “Ini linggih stana Ida Bhatara. Harus dikerjakan dengan rasa, dengan doa, tidak bisa asal bangun,” ujarnya. Ia juga mengingatkan para pelaksana proyek agar tidak semata mengejar keuntungan. “Jangan hanya mikir untung. Kalau kualitas dikurangi, hasilnya tidak baik. Ini tempat suci, bukan proyek biasa,” tegasnya.

Menurut Koster, keberadaan Besakih tidak hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga bagian dari sistem kosmologi Bali yang diwariskan leluhur. Ia menekankan pentingnya menjaga warisan tersebut agar tetap lestari dan semakin berkualitas di masa depan. “Bali ini bukan tanah biasa. Ini tanah yang disucikan oleh para leluhur. Kita hanya melanjutkan apa yang telah mereka rintis,” ujarnya. Ia menambahkan, “Bali harus tetap ada sepanjang zaman, dengan kualitas yang semakin baik.”

Pemerintah Provinsi Bali juga telah menyiapkan tahap lanjutan berupa pengembangan akses menuju Besakih dari berbagai arah, yang direncanakan mulai 2027 hingga 2029. Penataan ini diharapkan mampu menghadirkan perjalanan spiritual yang lebih tertata, aman, dan nyaman bagi umat sejak dari rumah hingga tiba di pura.

Menutup pernyataannya, Koster menegaskan bahwa proyek ini memiliki makna yang lebih luas. “Ini bukan hanya untuk Bali, tetapi untuk Indonesia dan dunia,” tegasnya. Dengan target penyelesaian tahap kedua pada November 2026, restorasi ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam mengembalikan kemuliaan Pura Agung Besakih sebagai pusat spiritual Bali.

 

Share7SendTweet4
Previous Post

Sidoarjo Percepat Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih

Next Post

Warga Lubuk Sidup Tempati Hunian Sementara Pascabanjir

Next Post
Warga Lubuk Sidup Tempati Hunian Sementara Pascabanjir

Warga Lubuk Sidup Tempati Hunian Sementara Pascabanjir

Aceh Percepat Pemulihan Lahan Sawah Pascabencana

Aceh Percepat Pemulihan Lahan Sawah Pascabencana

Discussion about this post

NEWS UPDATE

Koster Bahas Kerja Sama Strategis Bali dan Tiongkok

Koster Bahas Kerja Sama Strategis Bali dan Tiongkok

19 Mei 2026
Jatim Open Woodball Perdana Digelar di Sidoarjo

Jatim Open Woodball Perdana Digelar di Sidoarjo

19 Mei 2026
Kuah Beulangong Aceh Hadir di Jakarta Selatan

Kuah Beulangong Aceh Hadir di Jakarta Selatan

19 Mei 2026
Pembangunan Sekolah Rakyat di Pacitan Capai 50%, Kementerian PU Percepat Penyelesaian

Pembangunan Sekolah Rakyat di Pacitan Capai 50%, Kementerian PU Percepat Penyelesaian

19 Mei 2026
Boat Wisata Terbalik di Perairan Ujong Pancu

Boat Wisata Terbalik di Perairan Ujong Pancu

19 Mei 2026

POPULAR

  • Titik Longsor Jalan Lintas Curup-Lebong Mulai Diperbaiki Dengan Anggaran Rp 200 Miliar

    Titik Longsor Jalan Lintas Curup-Lebong Mulai Diperbaiki Dengan Anggaran Rp 200 Miliar

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • PTPN IV PalmCo Perkuat Transisi Energi Hijau Lewat Pembangunan 16 Pabrik CBG

    60 shares
    Share 24 Tweet 15
  • Kemnaker Buka Bantuan TKM Pemula 2026

    28 shares
    Share 11 Tweet 7
  • MJO Picu Hujan Tinggi di Riau

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
  • Aceh Buka Bantuan Pendidikan Korban Bencana

    18 shares
    Share 7 Tweet 5

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.