• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
19 Juni 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home HOT NEWS

BNPB: Waspadai Potensi Cuaca Ekstrem Sepekan ke Depan

by Editor
22 November 2020
722 Unit Rumah Warga Kota Langsa Terendam

Petugas dari BPBD Kota Langsa mengevakuasi arga yang terdampak banjir meluapnya Sungai Krueng. Foto: Humas BNPB

23
SHARES
143
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

JAKARTA, KabarSDGs -– Masyarakat diimbau untuk waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bahaya hidrometeorologi dalam sepekan ke depan, 21 – 27 November 2020. Bahaya tersebut dapat berupa banjir, banjir bandang, tanah longsor maupun angin kencang.

“Menyikapi potensi bahaya ini, masyarakat dapat memanfaatkan informasi cuaca, salah satunya aplikasi teknologi berbasis telepon pintar Info BMKG untuk mengakses informasi cuaca hingga tingkat kecamatan. Melalui aplikasi yang disediakan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), warga dapat mempersiapkan diri dan keluarga dalam menghadapi cuaca,” kata Raditya Jati, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB dalam keterangan tertulis, d Jakarta, Minggu (22/11/2020).

BACA JUGA

MJO Picu Hujan Tinggi di Riau

MJO Picu Hujan Tinggi di Riau

14 Mei 2026
Mudik Lebaran 2026: 108 Ribu Orang dan 353 Ribu Kendaraan Menyeberang dari Sumatera – Jawa

Mudik Lebaran 2026: 108 Ribu Orang dan 353 Ribu Kendaraan Menyeberang dari Sumatera – Jawa

6 Maret 2026
BMKG Peringatkan Potensi Karhutla Awal Februari

BMKG Peringatkan Potensi Karhutla Awal Februari

1 Februari 2026

Sementara itu, BMKG telah merilis potensi cuaca ekstrem dalam sepekan ke depan di beberapa wilayah Indonesia. Berdasarkan analisis cuaca, BMKG memprakirakan dalam periode waktu tersebut potensi cuaca ekstrem dan curah hujan berintensitas lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang berpotensi terjadi di wilayah berikut:

Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Bengkulu, Kepulauan Bangka Belitung, Sumatra Selatan, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Gorontalo, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Maluku, Papua Barat, dan Papua.

Analisis Cuaca BMKG

Sebelumnya BMKG menginformasikan sirkulasi siklonik terpantau di Samudera Hindia barat Bengkulu dan di Laut Jawa selatan Kalimantan. Keadaan ini membentuk daerah pertemuan atau perlambatan kecepatan angin (konvergensi) yang memanjang di perairan utara Aceh, mulai dari Sumatera Utara hingga perairan barat Bengkulu, di Selat Karimata bagian utara, Papua bagian barat hingga Maluku bagian selatan, serta dari Kalimantan Tengah hingga Selat Karimata bagian selatan.

“Kondisi ini dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar wilayah sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah konvergensi tersebut,” ujar Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto, Sabtu (21/11/2020).

Guswanto menyampaikan, kondisi dinamika atmosfer yang tidak stabil dalam sepekan ke depan dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah Indonesia.

“Kondisi tersebut diperkuat oleh aktifnya fenomena Madden Julian Oscillation (MJO) dan gelombang Rossby Ekuatorial di wilayah Indonesia dalam periode sepekan ke depan,” tambahnya.

Perkembangan Banjir

Raditya menjelaskan, berdasarkan data pemutakhiran pada Jumat (20/11), pukul 18.00 WIB, enam kecamatan terdampak banjir yang meluas di Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah. Banjir terjadi pada Selasa lalu (17/11) sekitar pukul 02.30 WIB.

BPBD setempat mencatat enam kecamatan terdampak, yakni Kecamatan Kroya, Sampang, Sidereja, Bantarsari, Kedungreja dan Cipari. Sebanyak 2.187 KK (5.677 jiwa) mengungsi. BPBD menginformasikan warga meninggal dunia sebanyak 2 orang, sedangkan kerugian materiil mencakup sektor pemukiman, 4 unit rumah roboh, 12 rusak berat, 5 rusak sedang. dan 44 rusak ringan. Banjir juga menyebabkan 24 unit tanggul jebol.

“Banjir masih menggenangi beberapa wilayah dengan tinggi muka air hingga 60 cm. Saat ini, kebutuhan mendesak berupa logistik permakanan dan non-permakananan serta masker. Sedangkan banjir di Kabupaten Aceh Singkil, Provinis Aceh, menyebabkan ratusan keluarga terdampak.

Perkembangan per Sabtu (21/11), pukul 20.08 WIB, dua kecamatan, yakni Simpang Kanan dan Gunung Meriah terdampak dengan total jumlah desa mencapai 10 desa,” ujarnya.

Banjir ini dipicu hujan intensitas tinggi dan meluapnya Sungai Lae Cinendang pada Jumat lalu (20/11), pukul 22.00 WIB.

Berikut ini desa yang terdampak banjir di Kecamatan Simpang Kanan, Desa Ujung Limus, Silatong, Tanjung Mas, Lae Riman, Cibubukan dan Serasah, sedangkan di Kecamatan Gunung Meriah antara lain Desa Rimo, Cingkam, Penjahitan dan Tanah Merah.

Banjir masih mengenangi wilayah terdampak. BPBD masih terus melakukan pendataan untuk korban terdampak maupun kerusakan di dua kecamatan tadi.

Sementara itu, masih di kawasan Sumatera, banjir melanda Kabupaten Padang Pariaman, Provinsi Sumatera Barat. Bencana ini terjadi akibat hujan dengan intensitas pada Jumat lalu (20/11), sekitar pukul 22.30 WIB. Saat kejadian, tinggi muka air antara 100 – 150 cm.

Namun demikian, jelasnya, genangan telah surut dan warga yang mengungsi telah kembali ke rumah mereka masing-masing. Data per Sabtu (21/11), pukul 17.30 WIB, BPBD Kabupaten Padang Pariaman mencatat 25 hektar sawah dan 10 hektar ladang tergenang. Saat ini sudah tidak ada pengungsian.

Share9SendTweet6
Previous Post

817 Warga di KRB III Magelang Diungsikan

Next Post

Kemenkes Minta Peserta Keagamaan Tebet-Petamburan Tes Covid-19

Next Post
Kemenkes Minta Peserta Keagamaan Tebet-Petamburan Tes Covid-19

Kemenkes Minta Peserta Keagamaan Tebet-Petamburan Tes Covid-19

Aktivitas Kegempaan Gunung Merapi Makin Tinggi

Aktivitas Kegempaan Gunung Merapi Makin Tinggi

Discussion about this post

NEWS UPDATE

Bupati Kutim Kumpulkan Perusahaan Sawit Bahas Harga TBS

Bupati Kutim Kumpulkan Perusahaan Sawit Bahas Harga TBS

19 Juni 2026
AHRT Raih Tiga Podium di ARRC Motegi 2026

AHRT Raih Tiga Podium di ARRC Motegi 2026

19 Juni 2026
Satlantas Rohil Salurkan Bantuan ke Panti Asuhan pada Hari Bhayangkara

Satlantas Rohil Salurkan Bantuan ke Panti Asuhan pada Hari Bhayangkara

19 Juni 2026
Indonesia Perkuat Ekraf Jadi Mesin Baru Hadapi Persaingan Kekuatan Global

Indonesia Perkuat Ekraf Jadi Mesin Baru Hadapi Persaingan Kekuatan Global

19 Juni 2026
RAT KUD Sejahtera Tegaskan Peran Koperasi Dorong Hilirisasi Sawit

APKASINDO Luncurkan Platform Informasi Harga Sawit Nasional

19 Juni 2026

POPULAR

  • Cargill Raih Gold Award ISDA Berkat Program Rumah Kompos 5R di Gresik

    Cargill Raih Gold Award ISDA Berkat Program Rumah Kompos 5R di Gresik

    448 shares
    Share 179 Tweet 112
  • Bank Muamalat Gelar Muamalah Executive Class Bahas Perjalanan Finansial dan Spiritual Menuju Baitullah

    412 shares
    Share 165 Tweet 103
  • PTBA Buka Pendaftaran Program BIDIKSIBA 2026

    413 shares
    Share 165 Tweet 103
  • Kemenpar Perkuat Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Indonesia

    410 shares
    Share 164 Tweet 103
  • Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    689 shares
    Share 276 Tweet 172

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.