Pekanbaru, Kabar SDGs – Sebanyak 400 pelajar dari berbagai sekolah di Kota Pekanbaru mengikuti kegiatan uji coba atau tryout Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK SNBT) 2026 yang digelar di Aula Universitas Lancang Kuning. Kegiatan ini merupakan inisiatif dari platform edukasi digital Ilmupedia milik Telkomsel.
Acara tersebut secara resmi dibuka oleh Manager Mobile Consumer Branch Pekanbaru Telkomsel Andri Sulaeman, Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Riau Arden Simeru, serta Wakil Rektor II Universitas Lancang Kuning Jeni Wardi. Kegiatan ini menjadi bentuk kolaborasi antara sektor swasta, pemerintah daerah, dan dunia akademik dalam membantu siswa mempersiapkan diri menghadapi seleksi masuk perguruan tinggi.
Manager Mobile Consumer Branch Pekanbaru Telkomsel, Andri Sulaeman, menjelaskan bahwa kegiatan tryout tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman simulasi ujian sekaligus meningkatkan kesiapan peserta sebelum mengikuti ujian sebenarnya.
“Kami berharap simulasi ini membantu para siswa membangun kepercayaan diri sebelum menghadapi ujian yang sesungguhnya,” ujar Andri dalam keterangan resminya.
Melalui platform Ilmupedia, para peserta dapat merasakan suasana ujian yang dirancang menyerupai kondisi pelaksanaan UTBK sebenarnya. Sistem pada platform tersebut juga menyediakan analisis hasil secara langsung setelah ujian selesai, sehingga peserta dapat mengetahui kemampuan mereka serta materi yang masih perlu diperbaiki.
Sebagai bentuk apresiasi kepada peserta dengan capaian terbaik, Telkomsel juga menyerahkan bantuan dana pendidikan kepada tiga pelajar dengan nilai tertinggi. Peserta yang meraih peringkat pertama memperoleh dana pendidikan sebesar Rp1.000.000, sementara peringkat kedua menerima Rp750.000 dan peringkat ketiga mendapatkan Rp500.000.
Selain mengikuti simulasi ujian, para peserta juga memperoleh akses ke berbagai konten pembelajaran serta informasi mengenai perguruan tinggi melalui ekosistem digital Ilmupedia. Program tryout ini dilaksanakan secara serentak di delapan kota di Indonesia sebagai bagian dari upaya memperluas akses pembelajaran yang inklusif bagi para pelajar.












Discussion about this post