JAKARTA, KabarSDGs – Panitia Bisnis Indonesia Corporate Social Responsibility Awards (BISRA) 2023 memberikan kesempatan kepada perusahaan yang beroperasi di Indonesia untuk mendaftar sebagai peserta ajang penghargaan tersebut hingga Rabu (31/5/2023). Perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Indonesia diharapkan melaksanakan Program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (PTJSP) atau yang dikenal sebagai Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai bagian dari kegiatan operasional mereka.
Ketua Panitia BISRA 2023, Irsad menyatakan, minat perusahaan untuk berpartisipasi dalam BISRA 2023 sangat tinggi, dengan lebih dari 50 perusahaan dari berbagai sektor seperti manufaktur, pertambangan, utilitas, industri keuangan, perkebunan, kehutanan, dan teknologi telah mendaftar. Irsad mengungkapkan hal tersebut dalam siaran pers pada hari Senin (29/5/2023).
“Masa pendaftaran peserta telah diperpanjang setelah menerima masukan dari calon peserta mengenai jadwal pendaftaran BISRA 2023 yang dianggap terlalu singkat,” ujarnya dalam keteragan tertulisnya.
Irsad menjelaskan, pendaftaran telah diperpanjang hingga 31 Mei 2023, dan saat ini sudah terdapat 48 perusahaan yang mendaftar.
Untuk proses pendaftaran, peserta dapat mendaftar secara online melalui alamat https://bit.ly/FormulirPendaftaranBISRA2023 atau menghubungi Bisnis Indonesia Gagaskreasitama di nomor 0858117263888.
Direktur Bisnis Indonesia Gagaskreasitama yang bertanggung jawab atas BISRA 2023, Chamdan Purwoko menjelaskan, BISRA 2023 dapat menjadi momen bagi perusahaan untuk mengevaluasi program CSR yang telah dilaksanakan dan digunakan sebagai acuan untuk perbaikan di masa depan.
Staf Ahli Menteri PPN/Bappenas, Vivi Yulaswati menambahkan, perusahaan yang menerapkan prinsip tanggung jawab sosial atau corporate social responsibility memiliki potensi untuk meningkatkan citra positif perusahaan di mata publik dan memperluas akses pasar.
“Prinsip CSR tidak hanya berkaitan dengan kegiatan sosial secara kuantitatif, tetapi juga dapat mencakup berbagai kegiatan dengan dampak signifikan bagi perubahan,” ungkapnya.
Ia berharap, perusahaan dapat berperan aktif dalam menyelesaikan masalah sosial, ekonomi, dan lingkungan, bukan hanya melakukan CSR sebagai kewajiban semata.
Menurut Susanto Samsudin, National Director Humanity Indonesia, survei Global Reporting Initiative menunjukkan bahwa 93 persen perusahaan yang menerapkan prinsip Economic, Social, and Governance (ESG) mengalami peningkatan pendapatan.
“Survei yang dilakukan oleh Allianz dan Ipsos juga menemukan bahwa 79 persen investor lebih memilih untuk berinvestasi dalam perusahaan yang menerapkan prinsip ESG,” jelasnya.












Discussion about this post