• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
7 November 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home SUSTAINABILITY KESRA

Membangun Desa di Perbatasan Kawasan ASEAN untuk Mencapai Tujuan SDGs

by SDGS Admin
14 Januari 2023
Membangun Desa di Perbatasan Kawasan ASEAN untuk Mencapai Tujuan SDGs
33
SHARES
205
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

JAKARTA, KabarSDGs – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar menginisiasi forum kolaborasi antar negara-negara di ASEAN untuk memaksimalkan pembangunan desa di perbatasan.

Halim menerangkan, membangun jaringan lintas negara antar desa di kawasan perbatasan akan mempercepat kebangkitan daerah pinggiran terutama dalam pencapaian tujuan SDGs di masing-masing negara.

BACA JUGA

AS Hormati Negosiasi CoC ASEAN dengan Tiongkok

AS Hormati Negosiasi CoC ASEAN dengan Tiongkok

26 Juli 2026
PGN Raih Penghargaan ASEAN CGCA 2025 Masuk Daftar 5 Emiten Terbaik Indonesia

PGN Raih Penghargaan ASEAN CGCA 2025 Masuk Daftar 5 Emiten Terbaik Indonesia

4 Agustus 2025
Presiden Prabowo dan PM Anwar Sepakati Penguatan Peran ASEAN dan Dialog Kawasan

Presiden Prabowo dan PM Anwar Sepakati Penguatan Peran ASEAN dan Dialog Kawasan

1 Agustus 2025

“Forum ini dapat menjadi media bagi kita, sekaligus menjadi langkah awal, khususnya bagi desa-desa di kawasan perbatasan dalam membangun jejaring, menjalin kolaborasi, dalam rangka percepatan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) dari desa, berbasis data desa, berdasar potensi desa,” ujarnya saat memberikan keynote speech dalam International Conference on Sustainable Rural Development in Border Areas pada Jumat (13/1/2022) dalam keterangan tertulisnya.

Halim menerangkan, dari forum tersebut, secara bersama-sama dapat memulai sebuah inisiasi pelembagaan bagi kerja sama antardesa di Kawasan regional Asia Tenggara, baik yang secara langsung merupakan wilayah lintas batas, maupun dengan desa-desa lain di Kawasan regional kita.

Ia melanjutkan, kolaborasi tersebut sangat penting, karena berdasarkan batas wilayah Indonesia di darat, Indonesia berbatasan langsung dengan tiga negara, Malaysia, Papua Nugini dan Timor Leste. Sementara di laut, perairan Indonesia berbatasan dengan sepuluh negara tetangga, India, Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam, Filipina, Palau, Australia, Timor Leste, dan Papua Nugini.

“Dalam lingkup ASEAN, Indonesia memiliki lima titik hubung dengan lima negara anggota ASEAN lainnya. Ini harus bermakna bagi kolaborasi pembangunan desa-desa lintas negara, konektivitas ekonomi, hingga asimilasi budaya, dengan tetap berpijak kedaulatan negara masing-masing,” jelas Halim.

Ia menambahkan, pada lima titik hubung tersebut, beranda Indonesia setidaknya ada 1.899 desa. Titik tersebut sekaligus menjadi jalan kolaborasi pembangunan 74.961 desa seluruh Indonesia dengan 74 ribu lebih desa di Thailand, 11 ribu lebih desa di Vietnam, ratusan desa di Malaysia, serta desa-desa lain di Kawasan regional Indonesia.

Selain itu, kata Halim, untuk mencapai Sustainable Development Goals (SDGs) pada tahun 2030 dibutuhkan kolaborasi dan jejaring yang melibatkan banyak pihak, termasuk konesivitas ekonomi, berbagi praktik cerdas, mempromosikan keunggulan, mencari solusi dan, bahkan menginisiasi dan mengimplementasikan project bersama, berdasar data mikro desa, berbasis potensi desa-desa.

Ia melanjutkan, sebagai jalan untuk mempermudah itu semua, dirinya tak segan menawarkan SDGs Desa sebagai langkah taktis dan sistematis agar pembangunan tepat sasaran.

“SDGs Desa memberi jalan untuk semua itu. Dengan berbasis pada SDGs Desa, desa-desa di Indonesia dapat berkontribusi 84 persen bagi pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan di Indonesia. SDGs Desa memastikan keselarasan langkah pencapaian tujuan pembangunan nasional, sekaligus selaras dengan Sustainable Development Goals,” terang Halim.

Diketahui, saat ini, sebanyak 931.846 warga pendata, 77.723 admin pengelola di desa, berhasil mengumpulkan data, hingga menghasilkan 62.395 rekomendasi kegiatan pembangunan level desa.

“Capaian indeks SDGs Desa, mencerminkan capaian indeks komposit IDM, dengan capaian tertinggi, adalah SDGs Desa tujuan ke 7; Desa Berenergi Bersih dan Terbarukan, SDGs Desa tujuan ke 16; Desa Damai dan Sejahtera, serta SDGs Desa tujuan ke-1; Desa Tanpa Kemiskinan,” ujar Halim.

Ia juga menegaskan, penggunaan data mikro berbasis individu, keluarga, rukun tetangga, dan lingkungan desa, memastikan rekomendasi kegiatan pembangunan desa, tidak melewatkan seorang pun lepas dari aktivitas pembangunan.

“Perencanaan pembangunan berbasis rekomendasi data SDGs Desa, memastikan dampak dan manfaat pembangunan, dirasakan oleh setiap warga desa atau No One Left Behind,” pungkas Halim.

Share13SendTweet8
Previous Post

Konservasi Berbasis Masyarakat di Tangkahan Mendapat Pengakuan Internasional

Next Post

Penawaran Menarik Tiket Kereta Api, KAI Terapkan Tiga Tarif Berbeda

Next Post
Penawaran Menarik Tiket Kereta Api, KAI Terapkan Tiga Tarif Berbeda

Penawaran Menarik Tiket Kereta Api, KAI Terapkan Tiga Tarif Berbeda

AP II dan Maskapai Mulai Realisasikan Bandara Kualanamu Sebagai Hub Penerbangan Internasional

Catat Tanggalnya! Batik Air akan Terbang Yogyakarta-Singapura

Discussion about this post

NEWS UPDATE

Kemenhub dan Kemenlu Perkuat Diplomasi Dukungan Pencalonan Indonesia sebagai Anggota Dewan ICAO

Kemenhub dan Kemenlu Perkuat Diplomasi Dukungan Pencalonan Indonesia sebagai Anggota Dewan ICAO

6 November 2026
Nataru 2027, Pegawai Diusulkan WFH untuk Kelancar Arus Lalu Lintas

Nataru 2027, Pegawai Diusulkan WFH untuk Kelancar Arus Lalu Lintas

6 November 2026
Paviliun Wonderful Indonesia Raih “Best Stand Design in Asia” dk bursa pariwisata dunia WTM London 2026

Paviliun Wonderful Indonesia Raih “Best Stand Design in Asia” dk bursa pariwisata dunia WTM London 2026

6 November 2026
Jogja Cultural Wellness Festival 2026 Perkuat Daya Tarik Wisata Berbasis Budaya

Jogja Cultural Wellness Festival 2026 Perkuat Daya Tarik Wisata Berbasis Budaya

6 November 2026
Gubernur Bali Siapkan Bonus dan Beasiswa untuk Tiga Atlet Disabilitas Berprestasi

Gubernur Bali Siapkan Bonus dan Beasiswa untuk Tiga Atlet Disabilitas Berprestasi

6 November 2026

POPULAR

  • Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    4588 shares
    Share 1835 Tweet 1147
  • PTBA Buka Pendaftaran Program BIDIKSIBA 2026

    4235 shares
    Share 1694 Tweet 1059
  • Kemenpar Perkuat Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Indonesia

    4288 shares
    Share 1715 Tweet 1072
  • Minamas Plantation Berbagi dengan Anak Yatim di Pekanbaru

    4261 shares
    Share 1704 Tweet 1065
  • Bank Muamalat Gelar Muamalah Executive Class Bahas Perjalanan Finansial dan Spiritual Menuju Baitullah

    3650 shares
    Share 1460 Tweet 913

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.