Badung, Kabar SDGs – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Sekretaris Daerah Badung IB Surya Suamba kembali melakukan pengawasan dan penegakan hukum lingkungan terhadap sektor hotel, restoran, dan kafe (Horeka) di wilayah Kelurahan Legian, Jumat (15/5). Kegiatan tersebut dipusatkan di Skate Park Pantai Kuta sebagai bagian dari upaya memperkuat pengelolaan sampah berbasis sumber.
Kegiatan itu turut dihadiri anggota DPRD Badung I Made Sada dan Wayan Puspa Negara, jajaran organisasi perangkat daerah, Camat Kuta Dewa Ngurah Bayudhewa bersama unsur Tripika Kecamatan, Lurah Legian Putu Eka Martini, serta para kepala lingkungan di wilayah Kelurahan Legian.
Usai kegiatan, Bupati Adi Arnawa menjelaskan bahwa pengawasan dilakukan untuk memastikan pelaku usaha di sektor Horeka menjalankan pengelolaan sampah dari sumbernya. Menurutnya, persoalan sampah masih menjadi tantangan besar dalam menjaga keberlanjutan sektor pariwisata di Kabupaten Badung.
“Terutama kepada teman-teman pengusaha Horeka, yang berdasarkan data ada 40 persen lebih yang masih sumber sampah di Badung ini. Dan salah satu hotel tadi di legian, saya lihat sudah bagus, ini memang perlu dorong terus, termasuk kalau bisa hotel-hotel yang lain juga sama seperti itu. Kita ini benar-benar sangat serius sekali untuk penanganan sampah di Badung khususnya dan mungkin Bali ya pada umumnya ini,” jelasnya.
Selain melakukan pengawasan terhadap pengelolaan sampah di sektor Horeka yang rutin digelar setiap hari Jumat, Bupati bersama jajaran juga meninjau kondisi kawasan Pantai Legian.
Ia menyebut kegiatan turun langsung ke lapangan menjadi agenda rutin yang dilakukan untuk memantau berbagai persoalan, termasuk penanganan sampah dan rencana penataan kawasan pantai.
“Saya langsung memantau dan memang saya selalu melakukan setiap Jumat, walaupun ini di luar jam kerja, kita tetap melakukan kurve turun ke bawah. Ya temanya sekarang penanganan sampah, termasuk juga bagaimana nanti kita akan melakukan penataan pantai ini. Karena saya lihat pantai kita ini sangat bagus, sangat indah sekali. Tapi kalau tetap dengan kondisi Kumuh seperti ini dipertahankan, ini juga menjadi tantangan hambatan buat kita untuk menjadikan Wilayah Samigita ini menjadi daya tarik yang seperti dulu lagi itu,” ujarnya.
Adi Arnawa menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, desa adat, dan masyarakat dalam menata kawasan Seminyak, Legian, dan Kuta atau Samigita agar tetap menjadi destinasi wisata unggulan.
“Inilah yang kita sedang akan siapkan. Saya berharap dalam kesempatan ini, semua masyarakat, desa adat, ayolah kita sama-samalah menata pantai ini dengan baik. Tapi sekali lagi saya sampaikan bahwa tentu pemerintah sangat berharap dukungan dari semua pihak, termasuk desa adat, masyarakat nanti. Kita jangan berpikir instan lah. Ayo kita berpikir jangka panjang bagaimana kita menjaga Pantai Kita ini. Sekali lagi saya sangat serius selaku bupati untuk penataan pantai ini dan saya memang sangat serius sekali untuk membangun infrastruktur di Badung ini,” ucapnya.
Menurutnya, pemerintah juga akan menjalankan revitalisasi destinasi wisata secara bertahap guna memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah. Upaya tersebut diharapkan mampu membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta memperkuat daya beli warga.
“Saya kira kalau ini sudah kita sama-sama punya mindset memikir yang sama, saya kira tidak akan susah untuk mewujudkannya. Kalau itu sudah terjadi, satu sisi PAD Badung akan meningkat, PAD Badung akan meningkat, semakin banyak Pemkab. Badung bisa membuat program-program untuk mensejahterakan dan menjaga kesehatan masyarakat Badung,” jelasnya.










Discussion about this post