• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
15 Juni 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home SUSTAINABILITY KESRA

Program Desaku Maju Dorong Kemandirian Petani Lampung

by SDGS Admin
23 April 2026
Program Desaku Maju Dorong Kemandirian Petani Lampung
19
SHARES
121
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

Lampung, Kabar SDGs – Langkah Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal melalui program “Desaku Maju” dinilai memberi dampak nyata bagi sektor pertanian, terutama dalam mendorong kemandirian petani melalui inovasi pupuk hayati cair.

Program ini tidak berhenti pada konsep, tetapi telah diterapkan langsung di lapangan melalui penggunaan Pupuk Hayati Cair (PHC). Pupuk tersebut dibuat dari bahan sederhana seperti limbah rumah tangga, termasuk air cucian beras dan air kelapa, yang diolah menjadi nutrisi tanaman untuk meningkatkan kesuburan tanah.

BACA JUGA

Kutim Perluas Sawah demi Swasembada Pangan

Kutim Perluas Sawah demi Swasembada Pangan

30 Mei 2026
Hortikultura Kutim Jadi Harapan Baru Ekonomi Desa

Hortikultura Kutim Jadi Harapan Baru Ekonomi Desa

28 Mei 2026
Pertanian Organik Mojokerto Jadi Strategi Hadapi Perubahan Iklim

Pertanian Organik Mojokerto Jadi Strategi Hadapi Perubahan Iklim

27 Mei 2026

Di tengah tingginya ketergantungan terhadap pupuk kimia yang mahal dan kerap sulit diperoleh, PHC menjadi alternatif yang lebih terjangkau dan berkelanjutan. Sejak diluncurkan pada 2025, program ini telah diterapkan di 500 titik yang tersebar di 15 kabupaten dan kota di Lampung.

Data hingga April 2026 menunjukkan sebanyak 31.327 petani telah memanfaatkan PHC di lahan seluas 25.697 hektare, terutama untuk komoditas padi. Berdasarkan catatan Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Lampung, penggunaan pupuk ini mampu meningkatkan produktivitas padi hingga 24,95 persen dan jagung 21,72 persen.

Dampak tersebut juga dirasakan langsung oleh petani. Gapoktan Barokah di Desa Bumiwijaya, Lampung Utara, melaporkan peningkatan hasil panen padi dari 6 ton menjadi 7,5 ton setelah menggunakan PHC. Sementara petani melon di Tanggamus menyebut kualitas hasil panen menjadi lebih baik dibandingkan saat menggunakan pupuk konvensional.

Selain meningkatkan hasil produksi, penggunaan PHC juga berpengaruh terhadap kesehatan tanaman, seperti daun yang lebih hijau, batang lebih kuat, serta berkurangnya serangan hama. Kondisi ini memperkuat anggapan bahwa pertanian berbasis organik menjadi kebutuhan jangka panjang.

Program ini juga menjadi bagian dari upaya besar membangun kemandirian desa. Pemerintah Provinsi Lampung menargetkan sebanyak 2.651 desa mampu memproduksi dan menggunakan pupuk organik cair secara mandiri pada 2027. Target tersebut disusun bertahap, mulai dari 500 desa pada 2025, meningkat menjadi 1.500 desa pada 2026, hingga menjangkau seluruh desa pada 2027.

Jika terealisasi, program ini tidak hanya meningkatkan produksi pertanian, tetapi juga menekan biaya operasional serta menjaga stabilitas harga. Petani tidak lagi sepenuhnya bergantung pada pasokan pupuk dari luar daerah, sementara desa memiliki cadangan sendiri.

Dari sisi ekonomi, PHC juga membuka peluang baru dengan menjadikan petani tidak hanya sebagai pengguna, tetapi juga produsen input pertanian. Perputaran ekonomi di tingkat desa pun semakin kuat, sehingga berkontribusi pada ketahanan ekonomi lokal.

Meski demikian, tantangan masih dihadapi, terutama dalam hal pendampingan teknis, konsistensi penggunaan, serta perubahan pola pikir petani. Peralihan dari pupuk kimia ke organik membutuhkan proses bertahap yang harus didukung edukasi berkelanjutan.

Penghargaan KWP Award 2026 yang diterima Gubernur Lampung menjadi salah satu pengakuan atas arah kebijakan tersebut. Namun, keberhasilan program ini pada akhirnya akan ditentukan oleh sejauh mana penerapannya dapat bertahan dan berkembang di tingkat petani.

Program “Desaku Maju” pun dinilai bukan sekadar kebijakan pemerintah, melainkan langkah strategis untuk masa depan pertanian Lampung yang lebih mandiri dan berkelanjutan.

Share8SendTweet5
Previous Post

Embung Kejawar dan Kedunggede Banyumas Dituntaskan, Dukung Irigasi Pertanian dan Pemanfaatan Ruang Publik

Next Post

Rehabilitasi Jaringan Irigasi Perkuat Produksi Pangan di Bali

Next Post
Rehabilitasi Jaringan Irigasi Perkuat Produksi Pangan di Bali

Rehabilitasi Jaringan Irigasi Perkuat Produksi Pangan di Bali

Gubernur Lampung Dukung UMKM Lewat Pelatihan Akbar

Gubernur Lampung Dukung UMKM Lewat Pelatihan Akbar

Discussion about this post

NEWS UPDATE

FPIK UB Kukuhkan Dua Guru Besar Bidang Kelautan

FPIK UB Kukuhkan Dua Guru Besar Bidang Kelautan

15 Juni 2026
D’Youth Fest 6.0 Jadi Wadah Kreativitas Generasi Muda Denpasar

D’Youth Fest 6.0 Jadi Wadah Kreativitas Generasi Muda Denpasar

15 Juni 2026
Road Show Travel Malaysia Perkuat Kerja Sama Pariwisata Lampung

Road Show Travel Malaysia Perkuat Kerja Sama Pariwisata Lampung

15 Juni 2026
Surabaya Temukan Lebih dari Empat Ribu Kasus TBC Hingga Mei 2026

Surabaya Temukan Lebih dari Empat Ribu Kasus TBC Hingga Mei 2026

14 Juni 2026
BBWS Mesuji Sekampung Percepat Perbaikan Irigasi Way Gemol

BBWS Mesuji Sekampung Percepat Perbaikan Irigasi Way Gemol

14 Juni 2026

POPULAR

  • Bank Muamalat Gelar Muamalah Executive Class Bahas Perjalanan Finansial dan Spiritual Menuju Baitullah

    Bank Muamalat Gelar Muamalah Executive Class Bahas Perjalanan Finansial dan Spiritual Menuju Baitullah

    363 shares
    Share 145 Tweet 91
  • Cargill Raih Gold Award ISDA Berkat Program Rumah Kompos 5R di Gresik

    399 shares
    Share 160 Tweet 100
  • Minamas Plantation Berbagi dengan Anak Yatim di Pekanbaru

    370 shares
    Share 148 Tweet 93
  • Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    644 shares
    Share 258 Tweet 161
  • BPKH Salurkan Bingkisan Lebaran Untuk 100 Anak Yatim Di Malang

    365 shares
    Share 146 Tweet 91

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.