• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
26 Oktober 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home SUSTAINABILITY KESRA

Program Desaku Maju Dorong Kemandirian Petani Lampung

by SDGS Admin
23 April 2026
Program Desaku Maju Dorong Kemandirian Petani Lampung
29
SHARES
180
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

Lampung, Kabar SDGs – Langkah Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal melalui program “Desaku Maju” dinilai memberi dampak nyata bagi sektor pertanian, terutama dalam mendorong kemandirian petani melalui inovasi pupuk hayati cair.

Program ini tidak berhenti pada konsep, tetapi telah diterapkan langsung di lapangan melalui penggunaan Pupuk Hayati Cair (PHC). Pupuk tersebut dibuat dari bahan sederhana seperti limbah rumah tangga, termasuk air cucian beras dan air kelapa, yang diolah menjadi nutrisi tanaman untuk meningkatkan kesuburan tanah.

BACA JUGA

Dengan Padi Tabela Pertanian Modern Diterapkan di Cianjur

Dengan Padi Tabela Pertanian Modern Diterapkan di Cianjur

10 September 2026
Badung Mulai Modernisasi Pertanian dengan PMAAS

Badung Mulai Modernisasi Pertanian dengan PMAAS

2 September 2026
Kutim Perluas Sawah demi Swasembada Pangan

Kutim Perluas Sawah demi Swasembada Pangan

30 Mei 2026

Di tengah tingginya ketergantungan terhadap pupuk kimia yang mahal dan kerap sulit diperoleh, PHC menjadi alternatif yang lebih terjangkau dan berkelanjutan. Sejak diluncurkan pada 2025, program ini telah diterapkan di 500 titik yang tersebar di 15 kabupaten dan kota di Lampung.

Data hingga April 2026 menunjukkan sebanyak 31.327 petani telah memanfaatkan PHC di lahan seluas 25.697 hektare, terutama untuk komoditas padi. Berdasarkan catatan Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Lampung, penggunaan pupuk ini mampu meningkatkan produktivitas padi hingga 24,95 persen dan jagung 21,72 persen.

Dampak tersebut juga dirasakan langsung oleh petani. Gapoktan Barokah di Desa Bumiwijaya, Lampung Utara, melaporkan peningkatan hasil panen padi dari 6 ton menjadi 7,5 ton setelah menggunakan PHC. Sementara petani melon di Tanggamus menyebut kualitas hasil panen menjadi lebih baik dibandingkan saat menggunakan pupuk konvensional.

Selain meningkatkan hasil produksi, penggunaan PHC juga berpengaruh terhadap kesehatan tanaman, seperti daun yang lebih hijau, batang lebih kuat, serta berkurangnya serangan hama. Kondisi ini memperkuat anggapan bahwa pertanian berbasis organik menjadi kebutuhan jangka panjang.

Program ini juga menjadi bagian dari upaya besar membangun kemandirian desa. Pemerintah Provinsi Lampung menargetkan sebanyak 2.651 desa mampu memproduksi dan menggunakan pupuk organik cair secara mandiri pada 2027. Target tersebut disusun bertahap, mulai dari 500 desa pada 2025, meningkat menjadi 1.500 desa pada 2026, hingga menjangkau seluruh desa pada 2027.

Jika terealisasi, program ini tidak hanya meningkatkan produksi pertanian, tetapi juga menekan biaya operasional serta menjaga stabilitas harga. Petani tidak lagi sepenuhnya bergantung pada pasokan pupuk dari luar daerah, sementara desa memiliki cadangan sendiri.

Dari sisi ekonomi, PHC juga membuka peluang baru dengan menjadikan petani tidak hanya sebagai pengguna, tetapi juga produsen input pertanian. Perputaran ekonomi di tingkat desa pun semakin kuat, sehingga berkontribusi pada ketahanan ekonomi lokal.

Meski demikian, tantangan masih dihadapi, terutama dalam hal pendampingan teknis, konsistensi penggunaan, serta perubahan pola pikir petani. Peralihan dari pupuk kimia ke organik membutuhkan proses bertahap yang harus didukung edukasi berkelanjutan.

Penghargaan KWP Award 2026 yang diterima Gubernur Lampung menjadi salah satu pengakuan atas arah kebijakan tersebut. Namun, keberhasilan program ini pada akhirnya akan ditentukan oleh sejauh mana penerapannya dapat bertahan dan berkembang di tingkat petani.

Program “Desaku Maju” pun dinilai bukan sekadar kebijakan pemerintah, melainkan langkah strategis untuk masa depan pertanian Lampung yang lebih mandiri dan berkelanjutan.

Share12SendTweet7
Previous Post

Embung Kejawar dan Kedunggede Banyumas Dituntaskan, Dukung Irigasi Pertanian dan Pemanfaatan Ruang Publik

Next Post

Rehabilitasi Jaringan Irigasi Perkuat Produksi Pangan di Bali

Next Post
Rehabilitasi Jaringan Irigasi Perkuat Produksi Pangan di Bali

Rehabilitasi Jaringan Irigasi Perkuat Produksi Pangan di Bali

Gubernur Lampung Dukung UMKM Lewat Pelatihan Akbar

Gubernur Lampung Dukung UMKM Lewat Pelatihan Akbar

Discussion about this post

NEWS UPDATE

KemenEkraf & UN DESA Petakan Tantangan Pengembangan Ekosistem Ekonomi Kreatif yang Inklusif

KemenEkraf & UN DESA Petakan Tantangan Pengembangan Ekosistem Ekonomi Kreatif yang Inklusif

26 Oktober 2026
Camino de Flores Etape Tengah Resmi Dimulai

Camino de Flores Etape Tengah Resmi Dimulai

26 Oktober 2026
Camino de Flores Etape Tengah Hari Kedua, Perkuat Wisata Religi dan Solidaritas untuk Pemulihan Flores

Camino de Flores Etape Tengah Hari Kedua, Perkuat Wisata Religi dan Solidaritas untuk Pemulihan Flores

26 Oktober 2026
Pembangunan Tol Semarang – Demak, Ditargetkan Selesai Tahun 2027

Pembangunan Tol Semarang – Demak, Ditargetkan Selesai Tahun 2027

25 Oktober 2026
HEKRAFNAS 2026 Gaungkan Rekacipta Nusantara, Karya Lokal Siap Mendunia

HEKRAFNAS 2026 Gaungkan Rekacipta Nusantara, Karya Lokal Siap Mendunia

25 Oktober 2026

POPULAR

  • PTBA Buka Pendaftaran Program BIDIKSIBA 2026

    PTBA Buka Pendaftaran Program BIDIKSIBA 2026

    3961 shares
    Share 1584 Tweet 990
  • BPKH Salurkan Bingkisan Lebaran Untuk 100 Anak Yatim Di Malang

    3925 shares
    Share 1570 Tweet 981
  • Minamas Plantation Berbagi dengan Anak Yatim di Pekanbaru

    3986 shares
    Share 1594 Tweet 997
  • Kemenpar Perkuat Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Indonesia

    4015 shares
    Share 1606 Tweet 1004
  • Bank Muamalat Gelar Muamalah Executive Class Bahas Perjalanan Finansial dan Spiritual Menuju Baitullah

    3376 shares
    Share 1350 Tweet 844

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.